Author POV
Seorang yeoja manis nan cantik menuruni anak tangga, menuju ruang makan.
"Joheun achimieyo, eommonim," Ujar sang gadis itu, lebih tepatnya Yeonhee. "Ah, ne, selamat pagi juga, Yeonhee," balas ibu itu.
Yeonhee sementara harus tinggal di rumah Taehyung. Eomma nya adalah tipe ibu yang pekerja keras. Eomma Yeonhee sedang mendapat dinas di luar kota sekitar 4 minggu. Ya, hampir mencakup satu bulan. Sedangkan appa Yeonhee hanya bisa kembali ke Seoul 2 kali dalam sebulan.
Entah tetapi menurut Yeonhee, Ia masih bersyukur karena kedua orangtuanya masih sangat menyayanginya. Karena itulah, eomma Yeonhee tidak tega meninggalkan putrinya sendirian dirumah, jadi beginilah nasib Yeonhee sekarang. Berada di rumah Taehyung, sahabatnya. Tetapi, tak apa. Orangtua Yeonhee dan Taehyung sangat akrab semenjak mereka menjadi tetangga saat Yeonhee dan Taehyung berumur 2 tahun.
Yeonhee menyipitkan matanya, mencari keberadaan Taehyung. "Eommonim, dimana Taehyung?",
"Oh, Taehyung sudah berangkat duluan tadi," Ujar ibu Taehyung seraya menoleh pada Yeonhee lalu tersenyum. Yeonhee menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Setelah sarapan, Yeonhee segera berpamitan dan berangkat ke sekolahnya.
Sesampainya di gerbang sekolah, Yeonhee sudah disuguhi pemandangan.. Ya.. Cukup tidak mengenak kan hatinya. Taehyung berdiri disana, dan tertawa bahagia bersama Sohye. Hal ini sudah terjadi hampir belakangan minggu ini.
Sohye adalah musuh terbesar Yeonhee. Entah bagaimana Sohye bisa sangat benci pada Yeonhee.
Yeonhee berjalan cepat. Berharap agar Taehyung tidak melihatnya dan memanggilnya. Seperti biasa. Tapi kalian tau? Usaha Yeonhee gagal. Taehyung memanggilnya.
"Yeonhee-ah! Tunggu!"
Yeonhee POV
Ciit!
Itu bunyi sepatuku yang berdecit. Aku harus berhenti mendadak lalu segera menoleh.
"Wae?" Tanyaku lalu tersenyum manis. "Aniya, hanya pastikan aku duduk disebelahmu. Setidaknya kau tau kan? Kursi disebelahmu itu sudah di booking olehku," Ujar Taehyung lalu menunjukkan rectangular smile/senyum persegi panjangnya yang khas.
"Ya, kutau kursi itu hanya untukmu," Balasku lalu mengikuti rectangular smilenya.
"Aa~ kiyowo, kiyowo, kiyowo~" Tambahnya sembari memainkan suaranya dan mengacak rambutku. Lalu ia tertawa kecil seraya memelukku. Wajahku dengan sempurna tertutup oleh dadanya. Yang bidang. Tidak, tidak, tidak bidang. Entahlah. Dia belum punya abs. Ah tidak. Tidak tau. AAAAA sudah entahlah tidak usah pedulikan ini. Abaikan.
"Nanti kita bertemu di kelas. Saranghae, saranghae," ujar nya lalu tak lupa menambahkan aegyo pada saranghaenya. "Ne, annyeong~" Ucapku dengan baby voice lalu berjalan menuju kelas.
Tak lupa, aku sempat melihat Sohye yang berdiri disana dengan tatapan jealous.
>>>
Setelah sampai di kelas, aku segera menempati tempat duduk dimana aku biasanya duduk bersama Taehyung. Karena mejanya lebar seperti persegi panjang, satu meja bisa untuk 2 kursi. Dan karena Taehyung merupakan sahabatku sedari kecil, ya maka ia lah yang duduk disebelahku.
Masa kecil kami sangat bahagia. Terbayang sudah. Saat kami berumur 4 tahun, suatu hari Taehyung terjatuh dan kakinya luka, aku senantiasa mendatanginya sambil tertawa jahat sedangkan ia menangis. Entah apa yang ada dipikiran ku, ia sangat lucu saat menangis. Tetapi aku tidak sejahat itu, setelah puas menertawakan nya, aku segera mengambil plester dan mengobati lukanya. Setelah itu, kami kembali bermain dengan ceria.
Ada lagi, masa-masa kami berumur 4 tahun, saat Taehyung pergi berlibur bersama keluarganya, aku sebagai sahabatnya mengira Taehyung akan pergi selamanya dan tidak akan kembali, sehingga aku menangis sejadi-jadinya. 2 minggu kemudian, saat Taehyung kembali dari berliburnya, aku sangat senang sampai lompat-lompat gembira bak kelinci.
Aku masih tersenyum hingga sekarang apabila mengingat masa kecil kami. Aku tidak bisa bercerita semuanya. Terlalu banyak memori masa kecilku bersamanya.
>>>
"Yeonhee-ah~", panggilan itu membuyarkan lamunan ku seketika.
"Ah, ne, ne?" Balas ku saat tersadar, Taehyung lah yang memanggilku, "Taehyung disini~ Taehyung disini~" Ucap Taehyung seraya melakukan aegyo lagi. Aku tertawa renyah. Ia tertawa sembari menunjukkan rectangular smilenya. Lagi. Tetapi aku sangat menyukai senyuman hangatnya itu.
Taehyung memang sahabat yang sangat seru, terutama soal 'lawakan', ia sudah jago dalam masalah itu. Tetapi Taehyung adalah namja yang tidak terlalu terbuka. Ia hanya bisa terlihat sifat aslinya pada orang-orang terdekatnya saja. Mungkin hanya aku, keluargaku, dan keluarganya sendiri yang mengetahui sifat aslinya. Karena Taehyung sendiri pernah berkata bahwa akulah satu-satu nya sahabatnya. Dan, itu tidak mengagetkanku karena memang kuakui, akulah satu-satunya sahabat Taehyung dari kecil.
Bel istirahat berbunyi, kriiing!
"Taehyung, ayo jajan," Ujarku lemas. Tidak. Coret itu. Bukan lemas, tapi lapar. "Ok, kajja," Ajak Taehyung lalu menarik tanganku.
>>>
"Mau beli apa, Yeonhee-ah?" Tanya nya. "Ice cream, juseyo~" Sahutku, "Baru saja aku mau bilang itu, pikiran kita sama ya?" Jawab Taehyung lalu tersenyum persegi panjang. Aku tertawa kecil. Taehyung yang masih menggandeng pergelangan tanganku segera menarikku menuju kedai es krim di kantin.
Taehyung memesan dua es krim pada ahjumma penjual es krim. Yang satu rasa chocolate chip miliknya, dan satu lagi milikku rasa vanilla choco chip. Entah darimana tetapi ia sudah hafal rasa es krim favoritku. Memang hampir mirip rasa favorit kami.
Untuk menghabiskan es krim kami dan karena waktu istirahat masih lama, kami menghabiskannya di taman sekolah. Tidak terlalu ramai. Udaranya pun sejuk. Kami berdua bermain ayunan.
Sambil duduk dan mengayunkan ayunan masing-masing, entah kenapa, tidak ada yang memulai pembicaraan.
"Ah, Tae, ada yang mau aku tanya," Kataku memulai pembicaraan. "Tanyakan saja," Balasnya masih menjilat es krimnya lalu memberiku senyuman manisnya sekilas. "Um, kau menyukai Sohye ya?". Pipi Taehyung tiba-tiba memerah seperti tomat. "Ani." Jawabnya, "Itu, pipimu tidak terkontrol," Lanjutku membuat pipinya semakin memerah. Dalam situasi ini, aku masih mencoba tersenyum. Meskipun sakit saat menyadari realita.
Realita dimana aku hanya 'sahabat' di hidupnya dan Sohye lah yang ada di hatinya.
Annyeong everyone! Author is back, author coba next part lebih panjang lagi deh, se7? Jangan lupa untuk menyisihkan 1-2 detik nya untuk vote & comment. gomawo buat semua yang mau baca ff ini T^T. c u in the next chapter, bubbye! (/・ω・)/
YOU ARE READING
Our Stars || kth.
FanfictionSahabatmu? Menyukaimu? Mungkin hal itu memang wajar terjadi. Itu lah yang Shin Yeon Hee juga harapkan. Tetapi takdir berkata lain, ketika Kim Tae Hyung, lupa akan siapa yeoja yang selalu berdiri disampingnya selama ini. Cast : Kim Tae Hyung as himse...
