Yeonhee POV
Hidup memang rumit. Belakangan ini cedera-cedera dari yang kecil hingga yang fatal sering menghampiriku. Entah badluck yang menempel atau mungkin.. Perasaan ku saja yang semakin tersakiti.
Aku kembali mengayunkan ayunan ini. Ngiik, kreek, ngiik, kreek. Yah, walaupun ini sudah berdecit akibat kekurangan oli setidaknya aku masih bisa meratapi hidupku di sini.
Dengan susah payah, ku berhentikan ayun ayunan ini dengan satu kaki. Aku meraih tongkat bantu jalan ku lalu berjalan perlahan kembali ke rumah.
Pasti ada salah satu dari kalian yang bingung akan lomba olahraga se-Korea kan? Wah, lomba nya diundur sampai beberapa bulan kedepan karena kekurangan peserta.
Aku telah sampai di rumah. Aku lagi-lagi dengan susah payah naik tangga menuju kamarku di lantai atas.
"Ah.. Igoo~" Gumamku seraya menghempaskan tubuhku pada sofa mini didalam kamarku. Ku tatap kaki ku yang diperban. Ya betul sekali. Karena tragedi 'pembulian' itu. Kakiku patah. Aku harus bohong pada eomma dan appa tentang kaki patah ini.
Taehyung jarang menemuiku sejak tragedi itu. Entahlah. Apakah dia terlalu sibuk bersama Sohye, bisa saja.
Daripada memikirkannya, pikiranku tiba-tiba beralih pada lomba solo vokal untuk pentas seni yang dilaksanakan minggu depan.
Ding dong~ ding dong~
Bel rumah. Aku keluar kamar bertepatan dengan Renjun yang sedang keluar dari kamarnya. "R-Renjun, biarkan aku yang membukakannya,".
Kreek. Aku membuka pintu seraya mendongakkan kepalaku. Disanalah Taehyung berdiri dengan wajah penuh amarah nya.
Author POV
"Aku harus membicarakan ini, tapi omongan ku tidak salah," Ujar Taehyung masih dengan tatapan yang sama.
"Maksudmu?"
"Kau berubah, Yeonhee. Kau berubah." Tambahnya.
"Sohye sudah menceritakan semuanya. Tadinya yang aku inginkan hanya kepribadian mu yang berubah. Sejak kau menjadi dingin pada hari itu, kau mulai melakukan hal-hal diluar dugaan. Mulai dari tragedi pembulian settinganmu, untuk apa?! Kau butuh perhatianku?! Aku bisa memberinya jika kau tidak dingin pada hari itu! Harusnya kau tidak menjadikan Sohye menjadi korban dibalik semua ini!" Jelas Taehyung seiring dengan nafasnya yang menderu.
Yeonhee terdiam tak berkutik. Ia merasa benar-benar menjadi korban. "Taehyung, a-aku t-tidak--,".
"Dan bahkan sekarang tongkat ini pun terlihat rekayasa di mataku," Tambahnya lalu menarik kedua tongkat bantu jalan Yeonhee. Yeonhee jatuh seketika. Ia tidak bisa merasakan kakinya karena terlalu sakit penderitaan yang ia terima.
"KIM TAEHYUNG!!" Panggil Yeonhee. Tangisnya pecah. "Jangan berani-berani memanggil namaku lagi. Aku tidak sudi," Ujar Taehyung sebelum pergi meninggalkan Yeonhee sendiri.
Betapa kejamnya Sohye. Yeonhee melampiaskan semua kesedihannya. Kakinya terasa berdenyut. Dengan cepat, Yeonhee meraih tongkat bantu jalannya yang tergeletak di teras. Ia kembali berdiri. Bersiap untuk berapa kali sakit yang akan ia derita. Lagi.
>>>
"Oke aku selesai," Ucap Yeonhee memandangi dirinya sendiri di kaca. Rambut nya diwarnai pirang hanya untuk hari ini, ia tak lupa memakai mahkota dari bunga putih dan dress putih simpel.
Hatinya berdegup kencang sepanjang perjalanan.
"Pentas seni, solo vokal. Ah, itu namaku, nomor peserta.. 3," Gumam Yeonhee seraya memandangi kertas pendataan peserta solo vokal di mading sekolah. Ia kembali menjalankan tongkatnya menuju aula sekolah.
YOU ARE READING
Our Stars || kth.
FanficSahabatmu? Menyukaimu? Mungkin hal itu memang wajar terjadi. Itu lah yang Shin Yeon Hee juga harapkan. Tetapi takdir berkata lain, ketika Kim Tae Hyung, lupa akan siapa yeoja yang selalu berdiri disampingnya selama ini. Cast : Kim Tae Hyung as himse...
