12 perminta maafan yang tulus

5.1K 224 0
                                    

Aku berlari ingin mengejar mark tapi kaki ku malah menginjak serpihan pecah piring. 'Akh' ringis ku kesakitan kini aku terduduk di lantai menahan perih yang ku rasa di kaki ku.darah segar mulai keluar dari telapak kaki ku, rasa perih dan panas akibat tumpahan sup udang membuat kaki ku berdenyut denyut.
Aku menangis entah karna luka di kaki ku atau karna luka di hati ku.

Kenapa rasa nya begitu menyakit kan, aku berharap mark kembali dan meminta maaf pada ku.tapi rasa nya mustahil dia tidak akan kembali.aku semakin menjadi menangis mengingat betapa buruk kisah cinta ku. Aku berusaha untuk berdiri tapi aku malah terjatuh lagi dan membuat kaki ku semakin perih, lagi lagi aku menangis karna kini aku sendiri. Setidak nya aku berharap mark melempar kan kotak p3k pada ku, dan kini kepala ku terasa pusing dan selanjut nya aku tak sadar kan diri
----
Mark pov
Aku pergi meninggalkan nya di rumah sendirian untuk membeli obat.aku tau dia menangis tapi aku sudah terlanjur marah pada nya.sekarang badan ku sudah merah akibat sup udang nya itu. Sedangkan besok ada rapat penting bersama klien ku, dengan keadaan ku ini bagaimana bisa aku menghadiri rapat itu.

Setelah membeli obat aku memutuskan untuk makan di luar, jujur aku masih marah padanya. Aku pun pergi ke sungai han dan membeli makanan pedagang kaki lima disana.sebenar nya aku bisa saja makan di restoran tapi aku ingin menenangkan diri ku disini. Aku melihat banyak pasangan yang bahagia disini, andai saja aku bisa seperti mereka.tapi itu mustahil, sekarang aku sudah menikah dan kami tidak saling mencintai. Tiba tiba saja aku teringat perkataan mina malam itu, dia bilang dia akan membuat ku mencintai nya tapi sampai sekarang aku masih belum mencintainya.

Mina gadis itu apa yang dia lakukan sekarang, kurasa aku sedikit kelewatan memarahinya. Sebenar nya itu bukan sepenuh nya salah gadis itu, dia tidak tahu apa apa tentang diriku dan aku juga tidak pernah memberitau nya tentang diriku. Tapi aku terlanjur marah pada nya, aku terbawa emosi.bahkan kini tubuh ku masih merasa panas dan sedikit nyeri akibat memakan udang itu.

Setelah beberapa lama aku menenangkan pikiran ku disini aku memutuskan untuk kembali pulang aku juga agak khawatir dengan keadaan mina yang menangis tadi. Setelah sampai di rumah betapa terkejut nya aku melihat pemandangan di meja makan
seketika segala amarah ku tadi lenyap dan tergantikan dengan rasa khawatir ku saat ini.  Mina gadis itu tergeletak di lantai tak sadarkan diri dengan kaki yang di penuhi darah. Dengan panik aku segera menggendong nya ke kamar

Aku memandangi wajah nya yang sedikit pucat, mata nya sembab mungkin akibat menangis.kaki nya pun sudah ku obati, kini aku merasa bersalah karna meninggal kan nya sendirian.aku benar benar berengsek telah meninggal kan nya aku bahkan tidak meminta maaf saat dia mulai terisak, bukan nya menenangkan nya tapi aku malah meninggal kan nya. Aku benar benar menyesal, ku usap kepala nya lembut ku kecup kening nya, mata dan juga bibir nya. "Maaf kan aku" kata ku lirih dan tulus, aku tau dia tidak akan mendengarkan perminta maafku, tapi aku benar benar menyesal.ku bawa dia dalam dekapan ku dan kini aku pun tertidur bersama nya.
Mark pov end
--
Aku mengerjapkan mata ku rasa nya kepalaku sangat pusing, kulihat kini aku sedang berada dikamar tapi siapa yang membawa ku ke sini.aku pun beranjak ingin pergi ke kamar mandi 'akh'  kaki ku terasa nyeri kulihat kaki ku kini sudah diperban.aku pun mengingat kejadian malam kemarin dimana mark sangat marah karna aku membuatkan nya udang hingga dia memecah kan piring nya dan berakhir dengan kaki ku yang menginjak pecahan nya, lalu aku pingsan dan kini aku berada di kamar ku.

"Kau sudah bangun" aku tersadar dari lamunan ku saat mark memasuki kamar kami, aku menunduk kan kepala ku masih takut untuk menatap wajah nya. "Maaf" kata ku masih menunduk "tidak aku lah yang seharus nya minta maaf" kata nya lembut, entah kenapa itu membuat ku menangis. Dia menarik dagu ku agar aku menatap nya "hei kenapa menangis, apa ada yang sakit" tanya nya khawatir, aku menggeleng "tidak aku hanya kecewa pada diri ku sendiri, karna aku kau tidak bisa mengikuti rapat itu.aku istri yang buruk" kata ku terisak.

"Aku tidak masalah dengan rapat sialan itu, dan jangan bilang kalau kau itu istri yang buruk" kata nya sambil mengusap air mata ku "tapi aku-" ucapan ku terhenti kekita mark membungkam bibir ku dengan bibir nya. Aku membelak kaget mark mencium ku, ciuman nya lembut dan hangat, aku memejamkan mata ku menikmati ciuman nya.selang beberapa lama dia menghentikan nya "maaf membuat mu terluka" kata nya tulus "sekarang makan lah"
---
Tak terasa sudah sebulan pernikahan kami berjalan dan aku belum bisa membuat mark jatuh cinta padaku.semenjak kejadian dimana mark mencium ku suasana setelah itu menjadi canggung dan itu semakin mempersulit ku untuk membuat nya mencintai ku, alih alih malah aku yang semakin luluh pada pesona nya.

Dan kami juga belum pernah melakukan hubungan suami istri, dan ibu terus menuntut kami ingin di berikan cucu dan hanya di jawab dengan mark 'kami masih berusaha' padahal kami tidak pernah sekali pun melakukan nya, bukan nya aku berharap tapi apa aku tidak begitu menarik sehingga dia tidak pernah menyentuh ku.
**
Mark pov
"Mereka sudah merencanakan pertemuan nya, karna sekarang mereka berada di jepang jadi mereka mengadakan pertemuan di jepang" kata jin young. Sebenar nya aku ragu untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan JB group, karna ayah bilang dulu mereka pernah hampir merugikan perusaha an ayah tapi aku tidak akan terkecoh dengan mereka.selicik apa pun mereka aku akan menghadapi nya.

"Ya anggap saja sekalian bulan madu kalian, lagian sudah satu bulan kalian menikah dan kalian belum juga memberi ku keponakan" kata jin young tenang, "yak berhenti lah menggoda ku" kata ku menatap nya tajam "hei jangan bilang kau belum menyentuh nya, apa kau takut melakukan nya atau kau tidak tau bagai mana cara berhubungan intim dengan wanita" kata nya tersenyum jahil dan berlari keluar

"Yak awas saja kau" kata ku geram, tapi ngomong ngomong aku memang belum pernah menyentuh nya.bukan karna aku tidak tau cara melakukan nya hanya saja aku belum menemukan waktu yang pas karna kami sama sama sibuk, dan setiap malam nya dia akan tidur lebih dulu mungkin karna kelelahan jadi sampai sekarang aku masih belum bisa menyentuh nya.di tambah lagi aku belum mencintai nya dan itu juga merupakan alasan ku unyuk tidak menyentuh nya.

Aku pria normal dan mina gadis cantik, aku bahkan sering terangsang karna nya. Seperti saat waktu itu dia keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk untung saja aku bisa menahan diriku untuk tidak menyerang nya dan membawa nya ke ranjang. Sepertinya betul kata jin young kurasa aku bisa berbulan madu dengan mina. Di tambah lagi ibu yang selalu mendambaka seorang cucu, kurasa memang sudah saat nya memberikan ibu cucu
Mark pov end
****
Aku menyiap kan segala keperluan kami di jepang nanati, mark bilang klien nya mengajak pertemuan disana.aku tidak terlalu banyak membawa pakaian kata mark kami hanya tiga hari disana. "Kau sudah menyiapkan semua nya" tanya mark "ya aku sudah selesai" jawab ku. "Jangan lupa bawa syal mu, sekarang musim dingin" kata nya datar ya seperti hati mu

Kami melakukan penerbangan malam, sesampai nya kami di hotel jepang aku langsung membereskan barang kami. Mark langsung membuka laptop nya, ya ampun mark tiada hari tanpa kerja. Bahakan kami baru tiba bukan nya istirahat malah langsung bekerja "mark sebaik nya kau istirahat dulu, tidak baik untuk kesehatan mu jika kau terus bekerja seperti itu" sebagai istri yang baik tentu aku harus perhatian pada nya. "Sebentar lagi" kata nya tanpa menoleh pada ku, setelah itu di menyimpan laptop nya dan langsung tidur. Tidak ada kecupan atau ucapan selamat malam untuk ku baik lah tidak apa apa "selamat malam" kata ku lirih dan segera tidur.

Confession [Lengkap]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang