Aku tidak bisa berbuat apa apa sekarang, tubuh ku sangat lemah, walau pun mereka selalu memberi ku makan tapi aku tetap lemah.tubuh ku semua nya pegal terutama tangan ku sangat perih akibat ikatan itu. Mark apa yang dia lakukan sekarang aku sangat merindukan nya, sudah tiga hari aku berada disini, dan mark masih belum menemukan ku, apa memang mark tidak mencari ku, tidak itu tidak benar mark pasti sedang berusaha untuk menemukan ku, aku percaya itu.
Lalu pintu ruangan ini terbuka
"Sial suami mu itu sangat licik, dia meletak kan pelacak di Kantung jas ku, untung aku menyadari nya hingga dia tidak bisa menemukan mu di sini. " kata nya jadi mark memang mencari ku hati ku menghangat mendengar nya "ku rasa aku harus mengubah rencana ku, aku harus segera membunuh nya" ucap nya sambil tertawa kecil, mark semoga tidak terjadi apa apa pada nya.
---
Ini sudah hari ke empat, tapi aku masih belum menemukan tanda tanda keberadaan mina, aku sangat khawatir pada nya.apa yang dia lakukan sekarang, handpon ku berdering itu panggilan dari jinyoung, aku pun mengangkat nya
"Halo.apa kau sudah menemukan nya, siap kan anggota mu" kata ku dan segera bergegas.Jinyoung baru saja memberi kabar tentang keberadaan mina, ternyata memang jimin pelaku nya, malam kemarin saat tengah malam anak buah ku mengatakan kalau mobil jimin pergi ke suatu tempat, dan menurut mereka mina ada di sana. Aku mengambil pistol untuk brjaga
Jaga, untung aku dulu pernah mendapatkan latihan militer.Aku segera bergabung dengan rombongan ku, kami berhenti di sebuah gedung lama, seperti nya gedung ini tidak terpakai lagi,
"Di dalam ada beberapa penjaga jadi kita harus hati hati" kata jinyoung aku pun mengangguk, kami pun mulai bergerak memasuki gedung itu.
---
Aku melihat penjaga itu tengah asik bercerita, aku mengambil pisau lipat yang ada di saku celana ku, aku tidak sengaja mendapat kan nya saat salah satu penjaga itu memberi ku makan, aku segera memutus kan tali nya.tapi aku mendengar ada keributan di luar dan itu membuat ke dia penjaga disini pergi untuk memeriksa nya.
Ini kesempatan ku untuk melarikan diri, dengan cepat aku segera berlari ke luar, aku tidak tau apa yang terjadi yang penting sekarang aku harus keluar dari sini.Tapi langkah ku terhenti saat melihat tiga orang berjas hitam sedang berlari ke arah ku, aku sangat panik aku mencoba kabur tapi mereka lebih dulu mencegah ku "nona, kami anak buah mark" kata salah seorang dari mereka "mark apa dia di sini" tanya ku mereka mengangguk "kita harus keluar dari sini" kata nya lagi aku pun menurut kami hendak kabur anak buah jimin datang "kalian tidak bisa kabur" kata nya menyeringai dan langsung saja mereka semua berkelahi aku bingung harus melakukan apa tapi tiba tiba jimin menarik ku
"Lepaskan aku" kata ku memberontak "tidak semudah itu" kata nya dan membawa ku ke ruangan ku tadi dia mendorong ku hingga aku terjatuh, kepala ku membentur barang rongsokan rasa nya sangat perih, darah segar mulai keluar dari kepala ku "dengar kau tidak akan bisa keluar dari sini, karna kau dan suami mu akan menjadi bangkai di sini" kata nya menyeringai, aku tidak dapat menahan perih di kepala ku, tapi aku harus kuat. Lalu pintu nya terbuka dan menampak kan sosok yang begitu aku rindukan.
Mark, mata kami saling bertatapan penuh kerinduan, tanpa sadar air mata ku terjatuh. "Ah sang pahlawan sudah datang rupanya" ucap jimin menyeringai
---
Aku memasuki gedung ini di sini tampak sepi, dan aku mendengar ada suara tawa di dekat sini, aku memerintah anak buah ku untuk memeriksa nya, ternyata di sana ada beberapa penjaga, aku pun menyuruh anak buah ku untuk menangkap mereka, hingga sekarang kami terlibat dalam perkelahian aku meminta jinyoung memerintah kan anak buah nya untuk mencari mina, aku bersyukur memiliki sahabat seperti jinyoung dia sangat ahli dalam perkelahianSetelah masalah di sini selesai aku segera bergegas mencari keberadaan mina, hingga akhir nya aku menemukan sebuah ruangan, aku mendengar ada suara disana dengan hati hati aku memeriksa tempat itu dan aku dapat mendengar suara rintihan seorang wanita dengan panik aku langsung mendobrak pintu itu dan hal yang pertama kali aku lihat adalah gadis yang selama ini ku rindu kan kami bertatapan penuh kerinduan hati ku terasa hancur melihat keadaan gadis yang aku cintai sedang terluka
Kepala nya berdarah, dia semakin kurusan dan wajah nya sangat pucat "mina" guman ku "wah sang pahlawan sudah datang rupa nya" kata jimin menyeringai, aku menatap nya tajam penuh amarah pria berengsek itu telah membuat istri ku menderita aku tidak akan membiar kan nya. "Kau cepat juga menemukan nya, padahal aku ingin bersenang senang dulu" kata nya tertawa kecil, aku tersenyum ke arah nya "tidak.kau saja yang bodoh, tidak tau membeda kan mana pelacak mana pengedap suara" ucap ku wajah nya langsung berubah tajam "kau tidak menyadari jika di mobil mu sudah ku letak pelacak, tapi kau dengan bodoh nya menganggap pengedap suara di kantong mu itu pelacak" lanjut ku
"Sial" umpat nya dan langsung menyerang ku dengan tinjuan nya untung aku bisa menghindari nya "mark" teriak mina aku menoleh pada nya ada rasa khawatir di wajah nya. Aku pun tidak tinggal diam, aku membalas nya dengan tinjuan ku juga, hingga terjadi perkelahian "aku akan membalas semua yang kalian lakukan" kata nya meninju perut ku 'akh' ringis ku
"Mark" panggil mina panik aku pun membalas nya tapi perut ku sangat sakit hingga itu menjadi kesempatan bagi nya untuk menghajar ku lagi. Kini posisi ku berada di bawah nya aku tidak bisa membalas nya sekarang dia mengeluar kan pistol nya. Thbuh ku menegang dan gugup, sekarang aku tidak bisa melakukan apa apa
"Tidak, mark" isak mina aku menatap nya, akan kah ini terakhir kali nya aku melihat nya, bahkan aku belum melihat anak ku lahir "sudah tatap tatapan nya, sekarang mati kau" ucap jimin aku memejam kan mata ku
Dooarr
---
Aku melihat jimin mencondong kan pistol di kepala mark "tidak, mark" isak ku mark menatap ku penuh ke khawatiran.aku tidak ingin ke hilangan nya, dia pria satu satu nya yang aku cintai, dia ayah dari anak ku, aku sangat mencintai nya
"Sudah tatap tatapan nya, sekarang mati kau" kata jimin kepala ku mendadak jadi pusing mark memejam kan mata nya
Doaarr aku tidak bisa melihat apa apa kepala ku sangat sakit apa mark tertembak apa sekarang aku sendiri"Mina sadar, ku mohon sadar lah" itu suara mark, apa aku juga mati apa sekarang kami berada di surga tapi mata ku tidak bisa terbuka,
"Sayang ku mohon bangun lah, aku merindukan mu" aku dapat merasa kan material lembut di bibir ku, dan aku juga merasakan basah di pipi ku apa mark menangis.ya tuhan aku ingin sekali memeluk nya aku tidak ingin membuat nya khawatir dan sedih tapi kenapa aku tidak bisa bangun "aku mencintai mu" ucap nya, aku sngat terharu tapi mata ku teras berat untuk bangun

KAMU SEDANG MEMBACA
Confession [Lengkap]
Fanfiction"Sungguh aku tidak tau, bagaimana kehidupanku nanti setelah menikah dengan mark. Pria dingin dg segala perkataan yg menurut ku sangat berbahaya,dan tidak tau sopan santun" Mina "Aku tidak menyangka, akan menikah dg anak angkat ayah ku.menurut ku dia...