13 honeymoon

6.5K 240 3
                                    

Pagi ini kami sudah siap untuk pertemuan nanti, aku memakai dress selutut dan bagian bahu berbahan borkat."kenapa kau memakai baju itu"kata mark kesal. "Bukan kah kita akan ada pertemuan jadi aku memakai nya" kata ku, ku lihat dia menggeram. Lagi pula kurasa tidak ada yang salah dengan pakaian ku, baju ini sopan untuk pertemuan.Sedangkan mark memakai kemeja putih dan mantel berbentuk jas yang warna nya senada dengan dress ku, jadi tidak masalah.

Kami sudah sampai di restoran ternama di jepang tempat pertemuan kami dengan klien tersebut, kulihat seperti nya mereka sudah menunggu kami. Kami pun segera menghampiri nya. "Maaf membuat anda menunggu" kata mark berjabat tangan dengan orang itu "aku mark" kata nya tersenyum "aku jimin" ternyata dia masih muda ku kira dia bapak bapak, kemudian dia menoleh pada ku "aku mina sekretaris nya" sapa ku ramah "jimin" jawab nya, tapi dia masih belum melepaskan tangan ku dan juga tatapan nya membuat ku risih.

"Ehm" deheman mark membuat jimin tersadar. "Dia sekretaris ku dan juga dia istri ku" kata mark dengan menekan kan kata 'istri'  tangan nya memeluk pinggang ku erat, ada apa dengan nya. "Oh benarkah, baiklah mari kita mulai" kata jimin, kami pun duduk dan membahas masalah perusahaan. Stelah beberapa lama kami membahas pekerjaan kami pun selesai . "senang bekerja sama dengan anda" kata jimin "senang juga bekerja sama dengan anda" jawab mark, sejujur nya aku sangat risih karna jimin sedari tadi terus memandangku, "kalau begitu kami pamit, senang bertemu dengan mu nona" kata nya dan mengedipkan sebelah mata nya, ku dengar mark berdehem dan ku lihat rahang nya mengeras mata nya menatap tajam jimin.
---
Selama di perjalanan kami hanya diam seperti biasa, tiba tiba mark menghentikan mobil nya di dekat taman. "Sebaik nya kita mencari makan" kata nya dan keluar dari mobil, aku pun mengikuti nya.tubuh ku menggigil kedinginan mungkin karna pakaian ku yang terbuka, langkah ku terhenti karna aku tidak sanggup berjalan di cuaca dingin seperti ini.mark masih berjalan di depan ku, aku mencoba mengejar nya tapi tiba tiba badan ku terhuyung membuat ku hampir terjatuh. Untung aku berpegang pada pohon sehingga aku tidak terjatuh.

'Ukh' Seperti nya mark mendengar kan rintihan ku dia berbalik ke belakang dan menghampiri ku. "Kau kenapa" kata nya cemas "tidak papa aku hanya kedinginan" kata ku bergetar "kau tidak bawa mantel" tanya nya, aku menggeleng "kenapa tidak bawa, kau tau kan cuaca nya dingin" bentak nya, aku hanya menunduk kan kepala ku.ini memang salah ku aku lupa membawa nya, padahal mark sudah mengingat kan ku.

'Grep' tiba tiba aku merasa tubuh ku hangat aku mendonggak dan ternyata mark memeluk ku, dia membuka kancing mantel nya dan membawa ku kedalam pelukan nya "maaf" kata nya aku hanya menenggelam kan kepala ku di dada nya mencari kenyamanan disana, aku sangat menyukai pelukan nya. "Sebaik nya kita kembali ke hotel" aku pun setuju.
--
Mark pov
Aku tak tega melihat nya kedinginan jadi aku memutuskan untuk membawa nya kembali ke hotel. Sesampai nya kami di hotel ku lihat dia masih kedinginan "kau masih kedinginan" tanya ku "ya" jawab nya sambil memegang bahu nya, ku tarik pinggang nya mendekat tubuh ku, ku lihat tubuh nya menegang wajah nya memerah

"Aku tau cara menghangat kan tubuh mu" kata ku, "aku ingin memiliki mu" lanjut ku "apa maksud-" ucapan nya terhenti saat aku mencium nya dia membelak kaget dengan apa yang ku lakukan. Kutarik tengkuk nya untuk memperdalam ciuman kami, sebelah tangan ku lagi memeluk erat pinggang nya.ku lihat di juga memejamkan mata nya dan membalas ciuman ku, aku tersenyum di sela sela ciuman ku.

Aku menuntun nya ke ranjang dan kini posisi ku setengah menindih nya, ciuman kami mulai tergesa gesa dan menuntut.tangan nya mengalung di leherku, aku meraba punggung nya dan mencari resleting dress nya.setelah ku temukan aku langsung membuka dress nya dan membuang nya sembarang. Kini ciuman ku beralih ke leher dan juga bahu nya.
"AAhhh" desah nya saat aku mencium belahan dada nya dan hal selanjut nya pun terjadi
Mark pov end
**
Aku mengerjapkan mata ku sudah jam 8 malam, aku merasa ada sebuah tangan kokoh memeluk ku erat.aku tersenyum dan membalik kan wajah ku, aku mengingat pergulatan panas kami siang tadi. Aku meneliti wajah nya yang sedang tertidur pulas, hidung nya mancung rahang nya kokoh dan juga bibir nya sexy. "Sudah puas menatap ku" kata nya, aku terkejut dia sudah bangun

Confession [Lengkap]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang