Closer

1.2K 175 5
                                        

Angin berhembus membelai dedaunan. Riuh berbunyi kala setiap ranting bersentuhan. Di antara pohon-pohon yang berjejer, Kyuhyun dan Seohyun melangkah beriringan.

"Pertemuan kita kali ini tak terduga, ya. Aku senang menemukan fakta bahwa kau mengikutiku diam-diam. Aku bagai idola remaja jika diperlakukan seperti itu."

Perumpamaan Kyuhyun terdengar berlebihan. Alih-alih menyela pria itu- Seohyun justru terkekeh.

"Aku tak sengaja menemukanmu. Pun mengikutimu karena aku merasa sangat bosan."

Seohyun menyadari perubahan yang terjadi antara dirinya dan Kyuhyun. Ia pun menerimanya dengan mudah.

"Benarkah? Atau mungkin karena kau memiliki alasan yang lain?." Kyuhyun kembali berubah mengesalkan. Pria itu menahan senyum sembari melirik Seohyun melalui ekor matanya.

Seohyun menghentikan langkah. Menatap wajah Kyuhyun cukup lama. Seakan bercerita pada pria itu melalui tatapannya 'kau ingin kita berdebat lagi?'.

"Aku hanya penasaran jika memang ada alasan yang lain. Jujur saja, aku mengharapkannya." Kyuhyun tersenyum lebar sembari melanjutkan langkahnya.

Suara ketukan kaki yang terdengar ringan. Mereka seakan menikmati setiap detik yang berlalu.

"Apa selera wanitamu seperti itu?."

Keduanya menatap jauh. Hingga akhirnya Kyuhyun menghentikan langkah dan mengernyit heran.

"Apakah wanita yang kupanggul di balik punggungku?."

Kyuhyun menunggu reaksi Seohyun yang masih memandang jauh kedepan. Entah apa yang gadis itu pikirkan saat ini.

"Eum." Seohyun mengangguk singkat tanpa menatap Kyuhyun. Seakan ingin menyembunyikan sebuah kebenaran dari pria itu.

Karena Seohyun yakin, bahwa matanya saat ini tak mampu berbohong, bahwa matanya saat ini tak sanggup menatap mata Kyuhyun.

"Tentu saja! Aku ingin memiliki wanita seperti dia."

"Jadikan saja dia kekasihmu."

Seohyun tertawa hambar. Sejujurnya ia enggan mengatakannya.

"Aku tidak akan pernah bisa melakukannya."

Kyuhyun menghembuskan napas. Seakan melepas beban berat di hatinya.

"Waeyo?." Seohyun merasa bahwa dirinya baru saja menelan pil pahit. Dia memberanikan diri menatap Kyuhyun yang tengah termenung.

"Dia ibuku."

Seohyun nyaris tersedak. Kedua matanya membola. Dan jika ada sebuah benda dalam genggaman tangannya dia ingin memukul kepala pria itu.

"Apa kau gila?! Bagaimana mungkin kau bisa memiliki niat seperti itu?."

Kyuhyun nyengir, menunjukkan deretan giginya.

"Aku senang mendengrmu berteriak seperti ini."

Seohyun menghela napas. "Kau mencoba mengalihkan pembicaraan huh?!."

"Anniyo. Kau terlihat sexy jika sedang marah."

"Hya!."

Di saat tangan Seohyun telah melayang, dua tangan Kyuhyun dengan sigap menarik kedua pipi gadis itu. Memperlakukannya bagaikan seorang balita.

Deru napas Kyuhyun memburu seiring tawanya yang terhenti. Terasa hangat menerpa wajah Seohyun. Gadis itu terdiam, mencoba membaca arti tatapan Kyuhyun yang bersinar lembut padanya.

"Aku pria normal. Aku menyukai seorang wanita. Jika wanita itu ibuku, aku sangat mengagumi sosoknya. Aku telah kehabisan cara untuk mencintainya. Sampai saat ini, dia satu-satunya hal berharga, yang kumiliki. Dan aku tidak menutup kemungkinan untuk seseorang di masa depanku."

Annoying BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang