Chapter 6

319 45 5
                                        

Hari minggu aku hanya berdiam diri di rumah. Tidak ada yang bisa kulakukan selain bergelut dengan laptop. Rumah dalam keadaan kosong. Appa dan eomma pergi ke pasar untuk berbelanja bahan-bahan makanan. Sementara adikku seperti biasa akan berlama-lama di warnet untuk bermain game online. Sempurna sendirian.

Sendirian seperti ini sebenarnya tidak masalah buatku. Aku bukan tipe yang suka dengan keramaian. Bahkan aku tidak merasa sendirian karena sekarang aku bersama laptop tersayang. Menampilkan Microsoft word, berniat menulis cerita.

Mendengar pengakuan Yoongi kalau dia tahu aku suka menulis novel, sebenarnya menjadi kejutan tersendiri bagiku. Aku tidak membubuhkan nama asli dalam tulisan itu. Bahkan namaku terkesan nama laki-laki, d'raizel. Tahukah kalian kenapa aku memakai nama itu? Ya, karena aku suka dengan webtoon Noblesse. Karakter yang paling kusuka adalah sang Noblesse, Cadis Etrama Di Raizel. Makanya aku memakai nama itu sebagai nama pena. Aku benar-benar terkejut saat tahu kalau Yoongi menyadari bahwa pemilik nama itu adalah aku.

Dan sekarang aku pusing sendiri. Pasti Yoongi menganggap kalau aku ternyata sang Drama Queen. Hampir semua ceritaku –dan mungkin memang semua, mengangkat tentang cinta. Aku kesulitan membuat cerita yang tidak berfokus seluruhnya pada cinta, seperti Harry Potter. Hah, membuat jenis cerita fantasi yang complicated seperti itu benar-benar bukan gayaku. Aku memang bisa membuat cerita fantasi, horror, petualangan dan sebagainya, tapi semua itu hanya sebagai sampingan saja, bumbu untuk menyedapkan cerita romansaku. Konyol sekali bukan? Aku memang bukan tipe penulis yang fleksibel.

Kursor terus berkedip-kedip. Sudah 10 menit berlalu dan belum ada satu pun kata yang kuketik di sana. Kupijat dahiku dengan gerakan horizontal. Tolonglah keluar, satu ide saja. Semangat menulisku sedang tinggi tapi kenapa mendadak tidak ada satu pun ide yang muncul? Ugh ... aku selalu saja seperti ini.

Drrrt.

Aku langsung menoleh begitu mendengar ponselku yang bergetar di sebelah laptop. Ada sebuah pesan masuk. Dahiku sempurnya berkerut saat kudapati nomor asing di sana.

Unknown: Ini benar nomor Sena? Aku Kihyun.

Bibirku membentuk 'o' kecil. Ternyata Kihyun. Lantas kuketikkan balasan.

Ya, aku Sena. Kenapa?

:) Tidak ada apa-apa, aku hanya mau mencoba nomor saja. Simpan ya nomorku.

Aku meringis.

Dapat dari mana?

Apanya? Nomormu? Dari Soomi. Kau tahu Lee Soomi 'kan?

Mataku sempurna membelalak. Soomi? Kihyun kenal dengan Soomi?

Hehe, kau tidak tahu ya? Aku dan Soomi sama-sama berasal dari 1-3. Aku ketua kelasnya ;)

Bagus, sekarang masalah akan semakin complicated. Harusnya waktu itu aku tidak gegabah menulis nama Kihyun. Argh! Otteohke?!

Besok sepulang sekolah ayo pergi makan. Bersama Yoongi juga, aku sudah mengajaknya tadi.

Kita lihat saja besok

Oh ayolah. Kau 'kan tidak pernah jalan-jalan keluar. Sekali saja, aku yang traktir.

Darimana dia tahu kalau aku tidak pernah keluar rumah selain ke sekolah? Apa jangan-jangan Yoongi cerita? Argh ... sudah sejauh mana Yoongi mengocehkan tentangku.

Oke

Dan semangat menulisku pun menguap. Huft....

--

Stereotype (BTS & Monsta X) [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang