Chapter 10

263 39 4
                                        

Author POV

Soomi tidak mampu menyeimbangkan tubuhnya dan dia pun tergelincir. Saat dia berpikir kalau kepalanya akan terantuk batu karang dan berdarah, seseorang dengan tiba-tiba menangkap tubuhnya. Gadis itu mengerjap-ngerjap sebentar, lalu mendongak. Dilihatnya seorang pria tampan yang sedang menatapnya dengan datar. Namun itu tidak lama, pria itu membantunya berdiri.

"Kenapa kau ada di sini?"

Kedua mata Soomi berkaca-kaca. Kemudian dia merangsek maju dan memeluk pria itu dengan erat. "Kau kemana saja, huh?!! Kau tahu, aku sangat cemas karena kau tidak mengirimiku pesan sama sekali! Aku mencoba menghubungimu tapi ponselmu tidak aktif! Kenapa kau tidak bilang kalau nenekmu meninggal?!"

Pria tampan yang tak lain Taehyung itu mendorong tubuhnya, mencengkram bahunya erat. Irisnya yang kecokelatan itu menatap lurus tepat pada mata indah Soomi. "Kenapa kau menyusulku kemari? Ini bukan tempat yang bisa seenaknya kau datangi."

Wajah Soomi sudah banjir air mata. Dia ingin sekali menangis di pundak Taehyung tapi Taehyung seolah menolaknya. Tak ayal hal seremeh itu membuat air matanya makin menganak. "Aku takut terjadi sesuatu padamu ... kau membuatku cemas seharian ini...."

"Tidak usah menangis."

Ucapan dingin itu membuat Soomi tertegun untuk beberapa saat. "Kenapa kau tiba-tiba seperti ini?"

Taehyung melepas cengkramannya, kemudian menarik lengan Soomi untuk pergi dari area pemakaman. "Kuantar pulang."

Sementara itu di sisi lain.

Sena terduduk setelah dia menjerit histeris. Telapak tangannya tergores sesuatu yang tajam di tanah dan berdarah. Bibirnya mendesis, detik berikutnya air matanya pun tumpah. Seseorang yang tadi menyentuh pundaknya, tak lain tak bukan Yoongi, berlutut dihadapannya, meraih tangannya yang terluka. Pria itu menekan tangannya kuat sekali, dan tangis Sena makin deras. Lalu setelah itu, tangannya dibebat dengan sebuah kain.

Melihat kondisi tangannya yang begitu dan darah yang terus saja menetes ke tanah, Sena mendadak pusing. Dia tahu kalau dengan melihat darah, dia akan pingsan dengan sendirinya. Tapi dia tidak memalingkan pandangan sedetik pun dari sana. Seolah dia melupakan seseorang yang ada dihadapannya, yang sejak tadi dia cemaskan sampai rasanya ingin mati.

Baru dia menoleh ketika Yoongi membantunya berdiri, lalu menggandengnya untuk keluar dari sana. Menyusul Soomi dan Taehyung yang sudah lebih dulu pergi. Langkahnya lambat dan lemah, kepalanya terus saja terasa pusing dan tubuhnya serasa mati rasa. Begitu sampai di halte terdekat. Ia pun terduduk di kursi tunggu, tanpa membiarkan tangannya terlepas dari Yoongi.

Yoongi pun berlutut dihadapannya. "Sedang apa kau di pemakaman?"

Sena menatapnya dalam diam. Berusaha menahan diri untuk tidak menangis lagi. Padahal dadanya terasa sesak sekali ketika melihat wajah itu.

"Aku tanya, sedang apa kau di pemakaman?"

Sena yang tidak kunjung menjawab membuat Yoongi menghela napas. Dia menoleh sekilas ketika melihat sebuah bus berhenti, kemudian menuntun Sena untuk masuk ke dalam bus itu. Soomi dan Taehyung juga menaiki bus yang sama. Mereka berempat duduk di barisan paling belakang.

Taehyung sangat dingin hari itu. Dia tidak bicara apa pun selama perjalanan dan hanya membiarkan Soomi menyandarkan kepala di bahunya sambil mengoceh. Sementara di sisi lain Sena tidak membiarkan tautan tangan mereka terlepas meskipun dia enggan untuk menatap Yoongi. Gadis itu berusaha tidur selama di perjalanan untuk mengurangi rasa sakit di tangan kirinya.

--

Sena POV

Hari itu aku terbangun dan mendapati diriku di sebuah ruangan yang familiar namun bukan kamarku. Begitu kulihat sekeliling, aku pun tersentak. Aku sedang ada di kamar Yoongi. Kulirik tubuhku di balik selimut, menghela napas. Aku masih memakai seragam lengkap. Huft, bagaimana bisa aku berakhir di sini? Seingatku aku tadi pergi ke pemakaman, bertemu Yoongi lalu pulang dengan bus. Apa mungkin aku sama sekali tidak terbangun ketika busnya berhenti? Argh! Jangan bilang kalau Yoongi menggendongku dari halte sampai ke rumahnya. Sial! Sudah jam berapa ini.

Stereotype (BTS & Monsta X) [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang