Dua♡

132 18 1
                                    

Kesunyian yang timbul langsung secara jelas.Tidak ada lagi yang berbicara di mobil.Dalam hati,Becca mensyukuri  keadaan keheningan yang menyenangkan ini.

Becca segera menyandarkan kepalanya ke bantal yang di gantungkan di kursi mobil.Ia memejamkan matanya,Sementara pikirannya merembet kemana-mana.

*
*
*
*
*
*
*
*

Becca mengerjapkan matanya saat kelajuan mobil yang melambat.Rupanya ia tak sadar sudah tertidur.Sekarang mereka sedang memasuki sebuah komplek perumahan mewah.Berbagai mobil mewah yang jarang dilihat becca,Selain di majalah otomotif,Berjejer di depan rumah-rumah itu.

Mobil yang mereka tumpangi berhenti di depan salah satu rumah megah bergaya minimalis yang di cat krem.Seorang asisten rumah tangga langsung membukakan pagar hitam yang menjulang tinggi.Becca mendengar nadya membuka kaca jendela belakang dan menyapa perempuan setengah baya itu dengan ramah di belakang.

Mereka semua turun di depan pintu utama. "Biar saya bawakan ke kamar,Non"Kata sopir siaga itu dengan logatnya yang khas.

"Becca,Kamar kamu ada di lantai atas.naik tangga,Belok kiri,pintu kedua.Kamu mau tante antar?"tawar nadya.

"Ngak perlu,Tante.Naik tangga,Belok kiri,Pintu kedua"ulang becca untuk memastikan ia tidak perlu diantar.

Nadya hanya tersenyum mendengarnya "Ya sudah kalau begitu.Pak,Tolong bawakan keatas ya,Barang-barangnya"kata nya pada sopir tersebut.

"Baik bu,Ayo Mari,Non"kata sopir yang telah selesai menurunkan barang-barang bawaan becca.

"Sini,Pak,Biar saya bantu sebagian,"Tawar becca.

"Gak papa non,Biar saya saja,"Jawab supir.Walaupun bertubuh kecil,Rupanya supir itu tidak tampak kesulitan membawa sekaligus semua barang-barang bawaan becca.

Becca pun mengikuti supir tersebut.

"Inih,Kamar non"ucap supir tersebut sambil mengarahkan jaringan telunjuk nya ke pintu itu.

"Makasih pak"ucap becca

Supir itu hanya mengangguk dan langsung pergi meninggalkan becca dikamar itu sendirian.

Becca mulai mengingat-inget sejak kapan papa mulai berubah.sepertinya perubahan aneh pada sikap papa dimulai sejak papa pulang dari sebuah semiar di jakarta.entah apa yang terjadi dengan papa disana.

Belakangan ini,papa slalu pulang lebih larut dari pada sebelumnya.papa juga lebih diam bersama mamah.Becca juga tidak pernah meliht papah memeluk atau mencium kening mama dengan mesra seperti biasa.

Becca berbaring di ranjang dengan gelisah.bantal yang digunakannya menutupi telinga tidak bisa meredam suara pertengkaran papa dan mamanya di bawah.sepanjang ingatan becca selama sepuluh tahun,Papa dan mama nya bahkab hampir tidak pernah berselisih paham.

Kalaupun ada perdebatan hanya seputar masalah sepele soal menentukan pizza dengan topping apa yang mau di pesan atau film apa yang mau di tonton.Biasanya kalau sudah begitu,Mereka akan membiarkan Becca yang memutuskan.

Tidak pernah sekali pun dalam hidupnya,Becca mendengar mamah teriak-teriak seperti ini kepada papa.Sekeras apapun becca berusaha menarik bentalnya lebih erat,Suara mama tetap terdengar.Seperinya,Ketebalan bantal tidak cukup untuk memblokir teriakan histeris mama

Siapa perempuan itu?

Kenapa kamu tega ngelakuin ini sama aku?

Gimana jadinya keluarga kita?

Tak lama kemudian becca mendengar suara pintu dibanting.kalimat-kalimat yang mama ucapkan masih tergiang di pikiran becca,Walaupun masih kecil,Ia tahu betul arti kata-kata itu.

BullshitTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang