Aku Ini Jiwa
Aku ini jiwa, rapuh namun kuat
Kuat namun rapuh
Kadang kuat dan banyak rapuh...
Kau...!!! Jangan kau caci jiwa, karena inilah aku
Sering terbuai dalam lantunan syair dosa
Sering terbakar dalam alunan melodi nafsu
Tapi bisa tersentak dengan dengungan panah nasihat
Aku ini jiwa, jangan kau andalkan aku
Kau sematkan diri, aku penguasa
Kau puja aku, sebagai penuntun
Tapi saat jatuh dalam nista
Kau salahkan jiwa
Hei, berhentilah merengkuh nafsu...!!!
Karena aku lemah
Latihlah syaraf dalam bongkahan dagingku
Karena aku jiwa
Mengalir ke mana pun kau bawa...
Bandung, 22 September 2011
Jiwa Baru
Aku ingin mati!!!
Diri ini,
Sudah tak ada guna lagi...
Aku ingin jiwa yang baru...
Jiwa yang tak pernah ragu
Pada IA yang Satu!
Bandung, 3 Oktober 2011
Di Jiwa I
Dan apa...???
Menari sajalah,
Di jiwa...
Meski berderai.
Jakarta, 3 April 2015
Di Jiwa II
Mengapa...???
Biar busuk saja,
Di jiwa...
Walau rapuh.
Jakarta, 4 April 2015
Di Jiwa III
Bagaimana...???
Semua retak!!!
Di jiwa...
Seakan mati.
Jakarta, 22 April 2015
Di Jiwa IV
Lalu ke mana...???
Buram sudah!!!
Di jiwa...
Hingga rabun.
Jakarta, 14 Mei 2015
KAMU SEDANG MEMBACA
50 Sajak Jiwa
PoetryIni adalah kumpulan sajak dan puisi yang kutulis dari tahun 2010 hingga tahun 2016. Puisi di buku ini tak hanya menampilkan sisi puitisnya saja, tapi aku mengajak para pembaca untuk menyelami isi yang terkandung di dalam sajak dan puisi ini. Berisi...
