Jiwa Terkoyak Nafsu
Jiwa... jiwa... jiwa... jiwa... Jiwa... jiwa... jiwa...
Nafsu... nafsu...
Jiwa... jiwa...
Nafsu...
Aku jiwa kau nafsu
Engkau nafsu aku jiwa
Kau... kau... iya, kau...!!! Kenapa kau koyak aku?
Kau, itulah kau!
Berulang kali dan berkali-kali koyak
Jiwa yang rapuh semakin rapuh
Jiwa yang resah semakin tak terarah
Aaahhh.... Kau hanya pembual yang suka merayu...
Aaaakkkhhh... Bodohnya aku, termakan rayuan
Aku semakin memburu, tak berpuas dan lapar
Semakin terkoyak dan hancur
Tolonglah, aku tak tahan kau hinakan
Nafsu... nafsu... nafsu... nafsu... nafsu... nafsu... nafsu...
Sudahlah, hentikan nyanyianmu yang indah
Aku salah, karena sering tergoda, dengan nafasmu
Tapi koyakanmu membuatku meratap,
Dalam...
Pada kobaran penyesalan
Bandung, 22 Spetember 2011
Berimam Pada Nafsu
Sungguh,
Nafsu telah menjadi imamku
Aku tak bisa menundukkan pandangan...
Cukuplah pandangan ini,
Menanggung dosa...
Yang begitu banyak...
Jakarta, 31 Maret 2011
Godaan Nafsu
Sabarkan hati ini,
Pada godaan nafsu...
Jangan sampai nafsu menjadi pemimpin
Dalam setiap langkahku...
Karena hanya akan membawa, pada kehinaan
Jangan bakar jiwaku,
Dengan godaan nafsu!!!
Jakarta, 7 April 2011
Masih II
Hingga saat ini, masih!!
Tak mampu kuredam
Cahaya, silau, membutakan
Jiwa, hati, dan mata
Masih, tak bisa kubungkam
Ribuan nikmat, sementara
Menutup indahnya diri.
Jakarta, 25 Juni 2015
KAMU SEDANG MEMBACA
50 Sajak Jiwa
PoesíaIni adalah kumpulan sajak dan puisi yang kutulis dari tahun 2010 hingga tahun 2016. Puisi di buku ini tak hanya menampilkan sisi puitisnya saja, tapi aku mengajak para pembaca untuk menyelami isi yang terkandung di dalam sajak dan puisi ini. Berisi...
