Makna Bab 2 (Tentang Hati)

561 2 0
                                        


Hati Yang Rusak



Bila diibaratkan, jiwa adalah sajak dan hati adalah puisi; seperti yang aku paparkan di awal bab tentang makna, sehingga bila ada bab tentang jiwa, harus ada bab tentang hati. Dalam diri manusia, ada jiwa dan hati. Keduanya bisa dibilang sama tetapi berbeda. Jiwa adalah ruhnya badan, sedangkan hati adalah perasaannya.

"Seluruh organ-organ hatiku | Telah rusak..." Banyak hal-hal atau perbuatan yang membuat hati manusia rusak. Hal-hal itu bisa berupa ujian dan cobaan, perbuatan dosa, tidak bisa mengendalikan nafsu, tidak yakin kepada Tuhan, dan perbuatan-perbuatan yang berdampak pada perasaannya. "Radang hati semakin memburuk" Hal-hal atau perbuatan yang tidak bisa kita kendalikan itu bisa membuat keadaan hati kita semakin memburuk. Tidak kuat menghadapi ujian dan cobaan hidup, membuat sebuah perasaan yang membawa pada keterpurukan. Tidak bisa menghindari/mengurangi dosa, membuat hati semakin jauh dari Tuhan. Tidak mampu menahan nafsu–pada lawan jenis, harta, kedudukan, popularitas, dan sebagainya–membuat diri lupa pada Tuhan.

"Hingga menyebar | Ke otak dan jiwaku..." Semua penyimpangan-penyimpangan itu menyebabkan hati semakin kotor. Dampak dari kotornya hati akan mempengaruhi pikiran jernihnya, menjadi sulitnya berpikir karena banyak hal-hal duniawi yang menghalangi kebersihan pikirannya. Selain pikiran, ruhani pun ikut merasakan kerusakan akibat rusaknya hati. Jadi, berhati-hatilah dengan hati. "Tuhan, tolonglah... | Kembalikan aku | Pada keadaan semula | Saat hati tunduk pada-Mu" Hanya Tuhan; Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang bisa menolong kita keluar dari peyakit-penyakit berbahaya itu. Meminta pertolongan-Nya adalah penawar yang pas.

Bagaimana makna menurut versimu?


Yang Menyesakkan



"Lama hatiku padam" Hati yang dipenuhi dengan kekotoran laksana lilin yang padam, tidak bercahaya, dan redup. "Meruak, merusak..." Meruak artinya meluas atau menjalar ke mana-mana. Hati yang kotor akan menyebar ke seluruh bagian yang lain dan bisa merusak segalanya (khususnya prilaku dan akhlak; yang berhubungan dengan hati) "Dalam alam kekeruhan." Dari hati yang kotor, membuat seluruh jiwa jadi keruh, sulit menerima kebenaran.

"Ingin kupadamkan resahnya" dalam diri setiap manusia ada sifat baik, dan sifat baik inilah yang sedang berperang di dalam diri; berusaha melawan keburukan. "Sesak... | Menyesakkan... | Gelombang dosa menikam jiwa" Namun sayang, terlalu banyaknya dosa membuat seseorang sulit melepaskan diri dari kemaksiatan dan membuat jiwanya terasa sesak karena perang bathin yang teramat dahsyat. hampir setiap orang pernah dan sedang mengalami perang bathin ini.

"Membuat diri tak tahu lagi | Siapa aku? Ke mana aku?" Dosa yang sering dilakukan bisa membuat pelakunya kehilangan jati diri sebenarnya, karena dosanya, ia berubah menjadi orang lain. "Begitu sesak!!! | Begitu menyesakkan...!!!" Apalagi yang bisa dirasakan selain perasaan sesak yang dalam karena perang bathin yang tiada berkesudahan.

"Jiwaku, mati... | Hanya mati yang merebak" Hati yang berlumur dengan kotoran seperti orang mati (dari kebenaran). merebak artinya menular. jadi, para pendosa yang sudah mati (dari kebenaran) bisa menjangkitkan virus dosanya kepada orang lain, disadari ataupun tidak. "Hatiku, | Semakin busuk | Bila tak disiram | Titik cahaya silau | Pembunuh dosa" Kebaikan dan kebenaran dalam diri seseorang akan hangus; hilang dan lenyap jika ia tidak mencari penawarnya, yaitu titik cahaya silau yang artinya cahaya Allah berupa kesadaran untuk memperbaiki diri, bertaubat, bergaul dengan orang-orang saleh, banyak mengikuti majelis Ilmu dan titik-titik cahaya silau lainnya yang bisa membunuh kotoran dalam hati. Agar terhindar dari "Yang menyesakkan!" yang membuat hati setiap pendosa terkunci dari kebenaran dan cahaya Ilahi. Karena, dosa yang dilakukan terus-menerus sebenarnya membuat diri semakin tersiksa oleh dosa itu sendiri.

Bagaimana makna menurut versimu?


Aku Si Plin Plan



Puisi ini kubuat sehari setelah Milad-ku. di mana puisi ini menyiratkan kegalauanku pada sesuatu yang tidak jelas, apa dan kenapa?! Namun, aku menyadari bahwa aku manusia biasa, sering mengalami hal-hal yang meresahkan hati dan jiwa. akan tetapi, aku harus melawan keburukan dengan kebaikan.

"Aku si plin plan" Manusia pada dasarnya tidak memiliki pendirian yang teguh, sering ragu pada sesuatu dan mudah berubah-ubah hatinya. "Tak pernah teguh mendalam saat berikrar" Bila manusia berkata iman hari ini, esok belum tentu ia akan tetap dalam keimanannya. "Tak pernah usai dalam berkoar" Iman manusia lebih banyak di mulut, namun sedikit yang dilakukan lewat perbuatan. "Namun, | Tak pernah henti... | Jika nafsu menjalar..." Sejelek-jelek manusia adalah yang tidak bisa menahan nafsunya dari perbuatan haram.

"Aku si plin plan!!! | Bisa dipastikan, jiwa ini ragu dalam melangkah | Terpuruk saat melemah" Namanya orang tidak teguh pendirian, selalu ragu ketika akan melangkah dan mudah terpuruk jika mendapatkan sebuah ujian.

"Si plin plan ini aku...!!! | Tak pernah tegar, | Sering menyerah," Mental seorang yang tidak teguh pendirian adalah lemah, mudah putus asa, dan tidak mau melangkah untuk mencoba lagi.

"Aku si plin plan | Inilah aku diciptakan" Kembali pada fitrah manusia yang tidak memiliki pendirian yang kuat. Kadang ingat, kadang lupa. Kadang baik, kadang buruk. Kadang mengajak pada pahala, kadang mengajak pada dosa, itulah manusia.

"Bersamanya, Ia ciptakan langkah untuk berjuang" Tapi Tuhan itu Maha Adil, di samping diciptakannya manusia dengan plin plannya, Tuhan pun ciptakan sebuah jalan bagi si plin plan untuk melangkah. "Agar lemah ini menjadi kuat | Agar ragu menjadi yakin" Jadi, manusia yang tidak teguh pendirian bisa memiliki kekuatan dan keyakinan dengan jalan itu. "Bila langkah kita mulai | Dalam hentakan nafas," Jalan itu adalah jalan yang harus kita lewati, yang membawa kita pada kebenaran, jika dalam hati kita tertanam, "Mahabatillah..." kecintaan pada sang Maha Rahman, kecintaan pada Allah Azza Wajalla.

Bagaimana makna menurut versimu?


Tak Ada Ruang I



"Menetes...! | Tik... | Tik... | Tik... | Tik..." Saat ruang dalam hati kita bocor oleh dosa dan kemungkaran, perlahan namun pasti, sobeklah hati kita, dan masuklah banjir kemaksiatan ke dalam seluruh organ di hati kita. "Basah... | Hingga tak ada ruang | Untuk sembuh" Orang yang dalam dirinya sudah penuh dengan kebiasaan-kebiasaan dosa, akan sangat sulit untuk keluar dari dosa jika tidak ada tekad yang kuat untuk melepaskan kebiasaan-kebiasaan buruk itu.

Bagaimana makna menurut versimu?


Sebuah Rumus Sederhana



Pola yang kupakai dalam Bab Tentang Hati ini adalah banyaknya titik-titik (...) dalam beberapa bait, sebagai tanda penguatan penjiwaan dari kata-kata tersebut. Juga, banyaknya pengulangan kata maupun makna sebagai tanda penegasan akan isi dari puisi dan sajak tersebut. Sahabat bisa membuat sajak ataupun puisi terasa lebih hidup adalah memunculkan penguatan penjiwaan. Bisa dengan tanda baca, tanda hubung, maupun kata-kata pengulangan.

Dalam dunia sastra, tanda baca, memiliki pengaruh besar pada isi kalimat, atau tulisan. Kata-kata penegasan bisa mewakili makna atau maksud yang ingin disampaikan penulis.

Sahabat bisa membuat pola sendiri dalam menulis sajak/puisi, bisa juga mengikuti aturan dalam penulisan puisi yang sudah baku, atau meniru pola yang aku buat ini. Selamat bersajak ria.

50 Sajak JiwaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang