Kau, Puisi

6.3K 380 13
                                    

Bibirku diam.
Tapi segalanya kuteriakkan lewat kata-kata.
Entah kau baca,
Atau bahkan kau tak menyadarinya.
Tak mengapa.

Denganmu,
Puisiku bernyawa,
Puisiku, kini mengenal tuannya.

Kau,
Segala yang kubahasakan lewat aksara.
Degup jantung yang memacu,
Napas yang menderu.

Kau,
Senja, Mentari, Laut dan Dedaunan
Yang kuhidupkan, melalui tulisan.

Wonderland, 22022017
Julie

Sepotong Cinta, Selaksa LukaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang