Aku pergi,
Jangan lakukan apapun untuk melarangku pergi.
Semua harus di akhiri,
Sebelum semakin perih.Sebelum semuanya terlambat,
Dan rasa kita semakin erat.
Menempel lekat.Tapi,
Selalu.Setiap aku berkemas hendak beranjak.
Sederet pesanmu menahan langkahku, lagi dan lagi.Selalu dan lagi.
Membuat perdebatan dalam hati.
Haruskah aku tetap di sini, saat kutahu yang kudapatkan hanya melukai diri sendiri?
Atau haruskah kumantapkan hati untuk pergi, melepaskan yang melekat, dengan paksa. Dengan berdarah-darah, toh tak lama, ia akan sembuh bersama waktu. Haruskah?Haruskah ku khianati hati, memaksa memalingkan diri dari segala puisi,
Yang kau hidupkan, atas namaku?Wonderland, 23022017
Julie

KAMU SEDANG MEMBACA
Sepotong Cinta, Selaksa Luka
PoetryBohong jika kau jatuh cinta, dan tidak berdarah. Setidaknya, setiap jatuh akan meninggalkan luka. Puisi, sajak, prosa, coretan yang ingin aku bagi. Nikmatilah!