Part 16 : Do You Really Love Me?

13.4K 268 49
                                        

BudayakanVoteterlebihdahuluya!! :*

maafataskengaretannya :(

***

ASHILLA P.O.V

saat ini kami sedang bersama, merebahkan diri bersama dikasur empuk kami. aku mendekatkan diriku semakin rapat pada nya. dia pun terus mengelus rambutku dengan lembutnya, aku benar-benar merasa nyaman sekali didekatnya. rasa nya hanya aku dan dia di dunia ini. benar apa kata orang "dunia serasa milik berdua" dikeheningan malam ini. cakka tak mengucapkan sepatah katapun. dia terus saja mengusap lembut rambutku dan sesekali mengecup ubun-ubunku.

"sekarang, rumah terlihat sepi ya.. tidak ramai lagi, andaikan ada... "

oh, aku sudah tahu pertanyaan ini akan kemana. cakka... menginginkan seorang bayi.

bayi? bagaimana bisa aku merawatnya? sedangkan aku sendiri belum sanggup, aku belum menginginkannya. aku masih ingin bersama cakka, hanya kami berdua. aku tak bisa membayangkan kalau dirumah ini ada bayi yg setiap malam membuat rumah ini menjadi sangat ramai karna tangisannya. huh. jangankan merawatnya. mengandung bayi itu pun apa aku sanggup?

"maaf, bukan bermaksud seperti it-"

lekas aku mengecup bibirnya, dengan singkat. aku tak mau dia melanjutkan kalimat itu, dia tidak boleh merasa bersalah. yg bersalah hanya aku, aku!

ku lihat cakka mengangguk pelan seraya membawaku dalam pelukan eratnya, dalam kehangatan malam aku bersama nya. rasa nya aku ingin waktu berhenti sebentar saja. aku ingin bersama nya terus seperti ini. aku tak akan pernah bosan melihat wajah tampan nya cakka. dia adalah lelaki yg paling tampan di dunia ini, tidak ada lelaki lain selainnya yg mampu membuatku tak dapat berpaling darinya.

cakka, dia memang bukan lelaki pertama yg membuatku jatuh cinta, dia bukan lelaki pertama juga yg membuatku merasa begitu nyaman bersama nya. dan dia bukan juga lelaki pertama yg membuatku mampu selalu tersenyum dan selalu bahagia disisinya. namun, dia adalah lelaki pertama yg membuatku tak dapat berpaling dari lelaki lain, dia adalah lelaki pertama yg kulihat setelah bangun dari tidurku, dia adalah lelaki pertama yg mengajarkanku kedewasaan. dan dia, lelaki pertama yg membuatku mengerti cinta sejati, cinta yg tulus dan cinta dalam keadaan apapun. termasuk perselingkuhan nya dengan wanita itu.

perlahan ku usap wajah tampannya tersebut, begitu lembut aku mengusapnya. cakka terus memandangiku sambil tersenyum senang.

"ini.. gelang dari siapa?" ucapnya sambil menggenggam pergelangan tanganku, aku terdiam beberapa saat, itu kan gelang...

"A.. shil.. la? gelang dari siapa!!?" aku tersentak kaget saat cakka bangun dari tidurnya, dia menggenggam erat tanganku, ku rasakan, dia tidak hanya menggenggam, semakin lama dia seperti mencengkram pergelangan tanganku. rasa nya sakit sekali, tapi aku tahu, rasa sakitku tidak sebanding dengan rasa sakitnya saat melihat gelang itu.

apa aku harus jujur saja? ah tak mungkin! cakka pasti akan sangat murka kalau aku jujur pada nya. aku kan sudah bilang pada nya kalau aku sudah melupakan lelaki itu, raka.

"dari.. Ee.. via!" pekikku sambil melepaskan genggaman tanganku dari nya. cakka mengerutkan keningnya tanda dia bingung atau heran?

"mereka sudah datang dari bulan madu?"

selamat!! huh.. terimakasih tuhan!

cakka tak tahu hal yg sebenarnya. alvin dan via belum pernah bulan madu, yg ada alvin yg pergi meninggalkan via sendirian, lelaki itu sibuk dengan jadwal pemotretannya. kasihan sahabatku via. hem. cakka tak tahu hal itu, yg dia tahu. alvin dan via sedang bulan madu.

Will You Love me?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang