Bonus Chapter 5

1.2K 131 9
                                        

           Di vote dulu yes ? ❤️
_____________________
Pagi ini anak lima itu tidak berangkat ke seminar , karena hari ini memang bukan jadwalnya .

Dari bangun pagi , mereka terlihat tidak mood melakukan apapun . Tidak mau keluar rumah , takut di teror .
2 hari lagi konser BTS .

Saking malesnya karena di Guess House nggak ada apa apa , mereka pun pergi ke mall sekitar situ . Tidak ada yang buka twitter apalagi tweet sesuatu . Satu hari tanpa ancaman sepertinya lumayan menyenangkan mereka pikir .

(Kebayang nggak sih , idup nya penuh ancaman)

Dijalan mungkin ada beberapa orang yang mengenali wajah mereka . Mereka menggunakan masker dan hoodie bak idol sungguhan .

"Guys , aku mau ngomong sebentar sama Yura. , boleh" potong Jihan .

Akhirnya Yura dan Jihan pergia ke salah satu coffee shop dan teman temannya ke pastry cafe .

"Yura-ssi , aku ingin berbicara sesuatu denganmu"

"Apa yang kau pikirkan ketika mendapat dan membaca surat ini , eoh ?" Ucap Jihan mengeluarkan surat teror kemarin dari tas nya .

"Eonni , bisakah kita tidak membahas ini dulu ? Aku terlalu lelah untuk berpikir soal ini ... bahkan aku tidak tau harus gimana lagi" jawab Yura .

"Yura - ssi , aku hanya meminta mu untuk beri tahu apa yang pertama kali kau pikirkan saat mendapat ini , susahkah ?" Balas Jihan agak memajukan kepalanya dengan pandangan sinis .

"Aku.. aku hanya berpikir jika yang mengirim ini adalah----"
Ucapan Yura terpotong .

"BTS , kan ??" Tanya Jihan meyakinkan .

"Ya. Ya tapi itu sungguh mustahil eonni "

"Sekarang aku tanya lagi , kenapa menurutmu itu mustahil?" Susul Jihan .

"Are u kidding me ? Itu pasti mustahil , eonni . Bukankah semua keadaan sudah dikendalikan sebelumnya ? Kita sudah bilang kita hanya sebatas fans nya ? Ini pasti bukan kelakuan mereka " jelas Yura .

Ting...

Suara handphone Jihan pertanda ada chat masuk berbunyi .

Jihan pun membukanya dan melihat .

"Nugu ?" Tanya Yura kembali menyeruput caramel machiatto kesukaannya bahkan coffee kesukaan nya itu sudah diketahui Jimin .

"Denis oppa" jawab Jihan .

"Denis oppa ? Siapa itu" bingung Yura berhenti menyeruput coffee nya .

"Kakak penjemput"

"Mas Denis ?? Yatuhan.. mas Denis dipanggil Denis oppa..kok aku ngakak"

"Diem.." suruh Jihan tanpa memandang wajah Yura . Yura pun berhenti tertawa .

Tiba tiba , Jihan memperlihatkan foto di hpnya .

Itu adalah foto secarik kertas .

Translate :

Aku tahu, bahkan ketika kau bersikap seperti tidak ada apa-apa
Aku tahu bahwa kau menunggu
Di dalam matamu yang berusaha untuk tersenyum, ada kesedihan
Tapi aku tak bisa melakukan apa-apa
Aku bisa merasakannya

Tidak apa-apa, jangan katakan maaf
Tetap berada disisiku sudah cukup
_____________________
"Ini surat yang di foto Mas Denis . Dia nemu di kotak surat. Jadi asalnya dia mau ngambil surat dari sekolah , tapi ngak ada dan adanya ini"
Jelas Jihan .

LFIT 1 - Falling In Love With You Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang