Pt.23

1.3K 124 4
                                        

"Mengapa kalian pulang?" Ucap pelan lelaki menggunakan timberland itu.
_____________________
"Yun-Ah ," ucap Yura berhenti setelah berlari .

"Aku sudah melihat mereka dari sini , kita harus apa ?" Tanya Yun-Ah .

"Tidak ada lagi yang bisa kita lakukan selain kesana dan siap di interogasi" ucap Yura .

"Baiklah , aku siap" ucap Yun-Ah .

Yura dan Yun-Ah berjalan perlahan . Jihan masih terjebak dengan pertanyaan Jungkook .

Seketika Jihan melihat Yura , dan punya ide untuk mengalihkan pembicaraan .

"Hey Yura , Yun-Ah" Jihan sambil melambaikan tangannya.

Yura dan Yun-Ah memasang muka bingung .

"Jihan eonni , kau terlalu bodoh dalam hal mengalihkan pembicaraan , apa aku benar ?" Ucap Yura .

Seluruh pasang mata disitu melirik Jihan dan Yura. Mendengar perkataan Yura , Jihan terkikik disitu .

"Baiklah , mengapa kalian disini?" Tanya Jihan .

"Kau belum menjawab pertanyaan ku" balas Jungkook .

"Ini sudah waktunya kita pulang , kita tidak bisa lama lama disini" jawab Hyolyn .

"Lalu mengapa kalian mengembalikan semua barang yang kami kasih?" Tanya Taehyung .

"Tunggu , kalian belum menjawab pertanyaan Jihan eonni " susul Yura , membalikan omongan Jungkook tadi .

"Anak ini pintar dalam hal debat" ucap Haayoung pelan .

"Kita ingin menemui kalian , mengapa ?" Susul Jimin .

"Bukan kah semua sudah jelas , apakah surat itu belum cukup untuk oppa ? Apakah permohonanku ditolak untuk kali ini , bahkan permohonan itu sangat mudah , oppa tidak perlu datang kesini ... oppa tidak melihat tadi seperti apa ARMY terhadap kita ?" Jawab Yura .

"Ini jalan satu satunya yang bisa kita lewati , bahkan walau seperti ini kita tetap menjadi fans mu . Masih banyak yang kita inginkan , sangat sia sia jika kita mati hanya karena konfirmasi yang tenyata tidak benar " susul Yun-Ah .

"Apakah sudah cukup bagi oppa , penjelasan dari kita . Bahkan kita sendiri tidak ingin seperti ini , ini bukan diri kita yang sebenarnya .. namun jika ini kenyataan nya , apapun harus kita relakan oppa " isak Haayoung mulai berkaca kaca .

"kita menyuruhmu agar tidak menemui kita adalah satu satunya jalan agar kita tidak menangis saat pulang , namun kenapa oppa membalikkan keadaan . Kenapa?" Isakkan Jihan membuat Yun-Ah sedikit menetes kan air mata dan tubuhnya sedikit di topang oleh Yura . Hyolyn juga tidak bisa menahan segalanya , namun mukanya terlihat begitu ingin tidak menangis . Yura memang kuat disaat seperti ini , namun hatinya hancur lebur vsaat ini .

"Maafkan kita oppa , hanya saja ini bukan waktu yang tepat" jawab Yura sambil menenangkan Yun-Ah .

Setelah Yun-Ah agak tegak , Yura melanjutkan bicaranya .

"Ini semua akan terus ada di ingatan kita , kita tentu tidak akan melupakan kalian semudah itu . Kalian sudah dianggap oppa sendiri dengan kita . Jika kalian ke Indonesia , bilang ke kita saja , namun mohon maaf jika kita tidak sekuat apa yang kalian bayangkan saat ini . Hanya saja detik detik kemarin sungguh berharga buat kita dan sungguh membuat hari hari kita cerah . Bahkan kita tidak pernah membayangkan akan sesakit ini untuk pergi . Namun kita doakan oppa semua bisa sukses selalu , dan membahagiakan ARMY selalu di dunia ini . Kita akan terus mendoakan kalian , sampai detik terakhir kita hidup " jelas Yura yang tersenyum ditengah deras air matanya .

LFIT 1 - Falling In Love With You Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang