-Jangan pernah menyesal karna perasaan yang tak terbalas.-
Teng,,teng,,tenggg.
"Dy, kuy ke kantin." Ajak seseorang.
Ya, orang itu adalah Meli. Sebenarnya Audy sedang kesal dengan Meli. Kenapa? Karna dia sudah menghianatinya dengan duduk bersama orang lain.
Tapi karna Meli adalah sahabat sekaligus teman masa kecil Audy jadi rasanya untuk marah saja tidak bisa.
Audy beranjak dari bangkunya dan mencoba keluar,tapi Rey tidak memberinya jalan.
"Minggir,lo ngga liat gue mau keluar?" Ketus Audy
Rey mengangkat satu alisnya."Mau kemana?"
"Kepo lo." Jawab Audy.
"Yaudah kalo ngga mau keluar." Rey menyeringai.
"Maksud lo apa sih! Minggir ngga!" Audy benar-benar geram.
Rey berdiri memberikan jalan ,bukan hanya itu. Dia sekaligus menyeret pergelangan tangan Audy.
Meli hanya melongo dan mengikuti Audy Rey.
"Rey LEPAS!" Audy melepaksan genggaman Rey. Seketika langkah Rey ikut terhenti.
"Lo mau bawa gue kemana?" Tanya Audy sambil mengusap pergelangan tangannya yang merah akibat digenggam terlalu erat oleh Rey.
"Hm."
"Kalo ditanya itu jawab."
"Kasian suara merdu gue terbuang sia-sia cuma karna jawab pertanyaan lo." Rey bersidekap sambil menyeringai.
Ni setan hobbinya nyengir-nyengir tipis ngga jelas. Tapi kegantengannya jadi meningkat. OMG. Ngga. Dia ngga ganteng. Batin Audy.
Rey mengangkat satu alisnya menunggu kalimat apa yang akan diucapkan Audy,tapi tidak ada jawaban.
Rey menyeret kembali Audy lalu membawanya ke kantin.
puluhan pasang mata memandang Audy, Rey , dan Meli. Oh iya Audy hampir saja lupa kalau ada Meli .
"ih Rey bawa siapa tuh?"
"Kak rey ganteng banget unchh."
"itu Audy kan? Ih sok kecakepan amat."
"Awas aja lo kalo berani ambil Rey gue."
"Kok Rey seleranya sama yang begituan sih. Cantikan juga gue."
"Dih. Kasian Rey udah dipelet sama tuh cewek."
"siapa tuh Rey? Yaelah, Rey nama anjing gue kalee."
Berbagai umpatan dan bisikan seluruh penghuni kantin menusuk telinga Audy. Tapi Audy hampir saja tertawa mendengar umpatan yang mengatakan bahwa Rey adalah nama anjingnya . Serius tuh Rey disamain sama anjing,ya walaupun kadang mirip dikit sih.
Rey tidak memperdulikan berbagai omongan yang orang katakan, dirinya sibuk mencari kursi kantin yang kosong.
"Nah tuh dipojok kosong." Ucap Rey kembali menyeret Audy.
"lepasin tangan lo!" Bisik Audy.
"KAMU BILANG APA SAYANG? MEREKA IRI? YAUDAH BIARIN AJA YANG PENTING KAN AKU MILIK KAMU." Rey langsung merangkul Audy.
Astaghfirullah. Najis tralala. Amit-amit. Sumpah pengin gue buang nih bocah.Batin Audy.
Seketika seluruh penghuni kantin melotot tak percaya. Seluruh penghuni kantin,termasuk Meli dan Audy.
Sejak pagi jantung Audy seperti dipermainkan, kalau saja jantungnya bisa keluar dari tubuh,mungkin daritadi jantung Audy sudah keluar .
Audy langsung menunjukan kepalan tangannya didepan muka Rey. Hanya dijawab kedipan mata oleh Rey.
Shit!!.
Saat ini Audy ingin sekali membuang Rey ke kali ciliwung biar hanyut kebawa air dan ngga balik-balik.
Mungkin ucapan Rey yang mengatakan bahwa mereka iri ada benarnya juga. Buktinya mereka tidak bosan-bosan mengumpat dan membicarakan Audy.
A.n : ini cerita ke 11 setelah direvisi, yg belum baca revisinya baca dari awal lagi yaa :)Tolong jangan jadi pembaca gelap,budayakan tinggalkan jejak 👣👣

KAMU SEDANG MEMBACA
AudRey #Wattys2017
Humor[WARNING] 100+ ⚠ . . #250 Dalam Humor (29.5.2017) #229 Dalam Humor (4.6.2017) "Cih.Palingan bentar lagi cinta bersemi karna tabrakan.Basi!"ucap Audy. Aku tau,seharusnya aku tak berkata begitu,karna justru kini aku mengalaminya,bahkan dengan orang ya...