12 (I Will Never Forget You)

615 27 2
                                        

~Di café~

"Kau mau pesan apa?"

"Aku..."

"Tenderloin medium rare"

"Kau... ingat jenis steak favoritku?"

"Tentu saja. Apa kau masih menyukai itu?"

"Ya, aku masih menyukainya"

"Baiklah kalau begitu akan kupesan 2, satu untukmu satu untukku"

"Terima kasih mas"

"Kenapa kaku sekali? Dan kenapa kau gugup seperti saat pertama kali kita makan di café ini?"

"Aku...a..aku hanya masih terkejut saja. Dan mungkin masih canggung karena sudah lama tidak berbincang-bincang denganmu"

"Kinar, boleh aku bertanya sesuatu?"

"Silahkan"

"Apa... kau... sudah menikah?"

"Aku tahu mungkin aku orang yang bodoh. Apa kau masih mengingat apa yang kuucapkan saat terakhir kita bertemu dulu? Lelaki itu melupakan dan meninggalkanku"

"Apa kau pernah berkata seperti itu?"

"Apa kau sudah lupa apa yang kita bicarakan saat aku berpamitan padamu?"

"Ya, aku lupa"

"Aku mengatakan calon suamiku mungkin telah pergi, melupakanku dan meninggalkanku. Sampai sekarang. Jadi aku harus menikah dengan siapa? Aku tidak memiliki kekasih dan hanya dia kekasih yang pernah singgah dalam hatiku. Hatiku terasa tertutup"

"Jadi maksudmu kau belum menikah?"

"Belum. Mengapa kau bertanya seperti itu?"

"Lalu siapa bayi berusia 6 bulan yang kau gendong kala itu?"

"Bayi? 6 bulan?"

"Ketika sore hari setelah kau pulang ke rumah"

"Bagaimana kau bisa tahu?"

"Aku pergi ke rumahmu dengan maksud menyambutmu dan meminta maaf padamu. Tapi ternyata kau menggendong seorang bayi dan kufikir dia bayimu"

"Mas Satria, kau jangan bodoh. Mengapa kau meminta maaf padaku?"

"Kinar, aku sudah tahu aku salah. Aku melupakanmu, aku lelaki brengsek yang meninggalkanmu, aku yang mematahkan harapanmu, aku calon suami yang menyakitimu"

"Kau.... Kau ingat semuanya?"

"Sejujurnya tidak semuanya ku ingat. Bahkan sampai sekarang aku masih sering lup kejadian-kejadian yang kualami walau hanya beberapa jam yang lalu. Aku selalu mencatatnya dan beberapa kai aku merekamnya agar aku dapat mengingatnya. Aku memang lupa tentang pembicaraan kita saat kau berpamitan. Tapi saat itu recorder ku masih menyala dan kudengarkan kembali lalu kucatat. Sampai akhirnya aku sadar aku salah. Ayah, ibu dan Putri yang membantuku selama ini"

"Lalu... Dokter Grace?"

"Kau mengira kami menikah? Tidak. Aku tidak mencintainya"

"Jadi...."

"Jad, menikahlah denganku. Bantu aku sembuh. Bantu aku melewati rasa sakit ini. Izinkan aku menebus rasa bersalahku walau kutahu rasa sakitmu tidak akan pernah sembuh karena kebodohanku. Marry me my girl. Help me. I will always remember you. I will write your name everywhere. If I forget about something, I swear I'll never forget you. Aku akan berusaha, temani aku. Aku takut sendirian"

Air mata Kinar menetes, ia melupakan bahwa Satria paling tidak tega melihatnya menangis. Ia berdiri dari kursinya dan memeluk Satria yang masih berada di kursi rodanya. Satria pun membalas pelukan Kinar seakan ia tidak mau melepaskan Kinar lagi. Kinar adalah miliknya dan Satria adalah milik Kinar.

Remember Me (complete)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang