Prolog
“Tapi kamu tidak nyata, kamu semu, semua orang hanya akan mengatakan aku gila!” Ucap gadis itu seraya menangis menatap poster-poster yang ada dihadapannya. Seorang pria tampan hanya tersenyum simpul yang membuat gadis itu semakin gila atas perlakuannya kepadanya.
“Sudah gila aku menginginkanmu, sudah cukup sabar aku ditatap seakan orang tidak berpendidikan dihadapan semua orang yang selalu menceritakan tentang kamu yang tidak nyata. Aku capek, aku ingin membunuhmu!” Lagi-lagi si gadis itu menangis, namun kali ini semakin menjadi-jadi. Apa salah ku? Batinnya. Lelaki tampan itu tidak merespon perkataan gadis itu, hanya senyuman-senyuman manis yang ia berikan kepada gadis itu seakan dia memberitahu kepada gadis itu untuk selalu bersabar.
“Sudah cukup lama aku bersabar, kamu harus segera muncul dihadapan semuanya. Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mau!” Gadis cantik itu sudah habis kesabarannya sedangkan lelaki tampan dihadapannya itu hanya bisa pasrah, ia tidak tahu harus berbuat apa. yang ia tahu ini semua mustahil dan akan membuatnya tidak bisa kembali ke dunianya, dunia yang berbeda dengan gadis itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Boy In The Poster
Fantasydia nyata! dia nyata! percayalah padaku! dia nyata dan aku mencintainya! © cover by dope-ing (dee and SillentStalker)