Keluarga Ferdinan memilih sebuah ruang vip untuk pertemuan antara keluarga mereka dan keluarga Hortman. Sebenarnya Caffe ini adalah caffe milik keluarga Ferdinan yang dikelola oleh anaknya, Danial. Jadi mereka bebas memilih tempat yang menurut mereka cocok.
Jhon dan ketiga anaknya memasuki Caffe itu dan langsung diantarkan oleh pelayan menuju ruangan yang sudah dipilih oleh Alex Ferdinan.
Ve memasang muka seenak mungkin meskipun terlihat sangat dipaksakan. Ve tidak ingin menghadiri pertemuan ini, tapi apa boleh buat ia tidak boleh mengecewakan ayahnya. Virly yang sedari tadi memperhatikan Ve tersenyum dalam hati melihat tingkah adiknya.
Keluarga Ferdinan menyambut kehadiran keluarga Hortman saat pelayan membukakan pintu. Ve yang sedari tadi sibuk dengan handphone nya disenggol oleh Virly seakan memberi kode bahwa Ve harus bersikap lebih sopan di depan keluarga Ferdinan. Ve yang mengerti dengan kode dari Virly langsung mengalihkan pandangan kepada keluarga Ferdinan. Ve memperhatikan satu persatu dari setiap anggota keluarga itu. Yang pertama adalah lelaki yang Ve yakini adalah Alex Ferdianan a.k.a sahabat ayahnnya dari kecil, memliki tubuh yang sangat ideal untuk lelaki seumurannya, matanya yang abu-abu menambah ketampanannya. Kedua adalah Diana Ferdinan, Istri dari Alex Ferdinan. Diana sangat murah senyum dan sosok ibu yang patut dibanggakan oleh anaknya karena selain cantik, Diana juga murah senyum dan tata bicaranya sangat lembut. Yang ketiga, Ve menghentikan pandangan pada saat matanya bertemu dengan anak lelaki dari Alex Ferdinan dan Diana Ferdinan. Mata abu-abu itu mengingatkan Ve pada seseorang dan OH Ve dapat mengingatnya sekarang, lelaki itu mirip sekali dengan Davian sangat mirip namun lelaki itu sangatlah dingin dan tak acuh berbeda jauh dengan Davian yang sangat manis. Oh tuhan, apalagi rencanamu? Lagi-lagi aku dipertemukan dengan lelaki yang mirip dengan Davian-lagi-. Apakah setiap lelaki yang baru aku temui akan berwajah sama dengan Davian? Ataukah hanya aku saja yang selalu memikirkan Davian sehingga setiap orang yang kutemui mirip dengan Davian? Batin Ve.
“Apakah kau Veranda? Kau sudah besar sekarang. Dulu aku sering menggendongmu saat kau masih bayi. Sekarang kau sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik” Ujar Alex memuji-muji Ve yang membuat Ve tersenyum masam.
“Ya, dia adalah gadis kedua ku yang sangat cantik. Oh apakah kau Danial? Kau sangat tampan sekali jagoan” sekarang Jhon yang memuji Danial dan Danial melakukan hal yang sama seperti Ve-tersenyum masam-.
Ve memperhatikan setiap jengkal dari wajah anak Alex Ferdinan yang ayahnya sebut dengan nama Danial. Wajah Danial benar-benar tidak membuang sedikitpun dari wajah Davian. Mereka benar-benar mirip. Apakah Danial adalah Davian dalam kehidupan nyata? Apakah lelaki yang selama ini selalu aku impikan itu Danial? Bukan Davian? Apakah selama ini aku hanya berkhayal bahwa Davian benar-benar ada sehingga aku selalu melihat keberadaan Davian? Tapi menurutku itu sangat nyata. Pikiran Ve terus dihantui dengan pertanyaan-pertanyaan yang sangat membuatnya gila akan semua kenyataan yang ada.
“Mari kita bicarakan tujuan dari pertemuan ini” ucap Jhon memulai pembicaraan serius “Sebenarnya pertemuan ini bertujuan untuk menyatukan kedua perusahaan dengan menjodohkan salah satu anak dari keduanya” lanjut Jhon.
Danial sangat terkejut mendengar ini, tapi tidak dengan Ve. Ve menyangka bahwa ayahnya pasti akan menjodohkan Virly dengan anak Alex Ferdinan, Danial.
“Apa maksud semua ini? Siapa yang akan dijodohkan?” Akhirnya Danial yang sedari tadi diam sekarang membuka mulut.
“Yang akan dijodohkan adalah kau dan Veranda” Alex menjawab.
Ve yang sedari tadi tak acuh dengan pusat pembicaraan ini sekarang ia memasang muka terkejutnya. Sungguh dia tidak ingin dijodohkan dengan Danial.
“Tapi aku tidak mau” Ujar Ve.
“Tapi kedua pihak keluarga sudah setuju. Jadi kalian jalani saja. Kita akan memberikan waktu untuk kalian selama 2 bulan. Kita akan mengirim kalian ke London untuk berlibur dan saling mengenal satu sama lain” Sekarang Diana yang berbicara.
Ve dan Danial tidak bisa menolak ini, mereka hanya pasrah dan sibuk dengan fikiran masing-masing memikirkan bagaimana cara untuk membatalkan perjodohan ini.
***

KAMU SEDANG MEMBACA
Boy In The Poster
Fantasydia nyata! dia nyata! percayalah padaku! dia nyata dan aku mencintainya! © cover by dope-ing (dee and SillentStalker)