Aku nggak mau ngerem mendadak yang aku mau ngegas terus ke kamu
-Daniel Eddison
"Bangun non , sudah jam enam lebih ngga sekolah" Bi ayu terus mengguncang tubuh Kathryna. Tak lama kemudian Kathryn terbangun dan melihat jam di layar handphonenya yang telah menunjukkan pukul 06.25 pagi yang artinya 20 menit lagi sudah masuk kelas. Kathryn pun bergegas mandi ia tidak pernaj menggunakan make up berlebih kesekolah hanya memakai bedak dan rambut ikalnya itu digerai.
Hari ini kathryn tidak sarapan ia langsung berpamitan kepada kedua orang tuanya dan langsung naik ke mobil diantar oleh supirnya pak somat.
Saat Kathryn sampai disekolah pintu gerbang sudah tertutup rapat, itu tandanya ia terlambat. Di depan gerbang sudah ditunggu oleh guru piket dan beberapa osis yang juga piket. Dan saat itu pula kathryn di tanya alasan ia terlambat
"Kenapa kamu telat 20 menit kesekolahnya?" Tanya Pak Guntur yang merupakan salah satu guru killer.
"Maaf pak, saya bangunya kesiangan pak" jawab Kathryn sambil menunduk
"Kamu tahu kan apa imbalannya kalau terlambat? Kamu harus mendapat hukuman" ucap pak guntur dengan tangan berada di pinggang. Namun suara dering Handphone berbunyi dari saku celana pak guntur.
"Osis ini bagian kamu, bapak dipanggil kepala sekolah jadi hukuman terserah kamu tapi jangan menyiksa" suruh Pak Guntur kepada osis yang duduk menghadap taman.
Osis yang tadinya melamun itu akhirnya tersadar karena mendapat amanat dari Pak guntur lalu menjawab
"Iya pak"
Osis yang diberi amanat itu ternyata adalah sang ketua osis Daniel Eddison. Daniel terkejut melihat orang yang terlambat adalah orang yang tadinya membuat ia melamun
"Kathryna jadi yang terlambat itu elo" ucap Daniel dengan kagetnya. Tapi Kathryn masih saja menunduk namun tetap menjawab pertanyaan yang dilontarkan osis itu
"Iya, lo siapa kok tau nama gue, kalo lo mau hukum gue jangan berat berat ya"
"Eh lo nunduk aja, lihat dong siapa orangnya kalau bicara ngga sopan banget lo" jawab Daniel.
Kathryn pun mendongakkan kepalanya dan mendapati seorang cowok tampan dengan senyum lebar yang sangat mempesona.
"Daniel jadi lo ya Osis yang piket? Jangan hukum gue yang berat ya" kathryn mulai memohon dengan pupy eyesnya
"Iya gue ngga ngasih yang berat berat cuma lo harus, pungut sampah plastik disana setelah itu nyanyi buat gue"
"What.... Nyanyi ogahlah"
"Oke hukuman ditam..." Belum selesai bicara langsung disanggah oleh kathryn
" oke gue mau" jawab kathryn dengan wajah malas. Ia pun langsung memunguti sampah plastik di depan gerbang sekolah memang tidak terlalu banyak sampah yang berserakan, namun malunya itu lo.
Memungut sampah sudah selesai dan kini hukuman kedua yang bagi kathryn sangat tidak masuk akal.
"Cepetan lo nyanyi harus bagus" suruh Daniel dengan nada tegas berwibawa
"Gue nyanyi apaan?" Tanya kathryn kembali menunduk mendengar suara tegas Daniel
"Apa aja boleh yang penting buat gue baper"
"Anjay ni orang ngerjain gue nih" bati kathryn. Tanpa menunggu lama Kathryn pun langsung bernyanyi dengan suara merdu miliknya. Dan pilihan lagunya kali ini memang benar pas membuat Daniel ternganga yang mungkin sedang baper itu adalah lagu lavina pilihan hatiku
* berdiri ku di sini hanya untukmu
dan yakinkan ku untuk memilihmu
dalam hati kecilku inginkan kamu
berharap untuk dapat bersamamu
aku kan ada untuk dirimu
dan bertahan untukmu
terlukis indah raut wajahmu dalam benakku
berikan ku cinta terindah yang hanya untukku
tertulis indah puisi cinta dalam hatiku
dan aku yakin kau memanglah pilihan hatiku....*
KAMU SEDANG MEMBACA
Not Far Away
Teen FictionMenunggu memang kadang membosankan, apalagi jika orang yang ditunggu adalah orang dari masa lalu yang sangat mustahil untuk kembali. Namun apasalahnya mencoba, menunggumu itu membutuhkan nyali yang besar, agar pertahanan mengurungkan hatiku kepada...
