Tigabelas

420 35 2
                                        

Kadang hal yang kita impikan tidak mudah kita dapatkan. Bukan dengan tidur dan bermimpi untuk meraihnya, tapi bangun dan perjuangkan
-Author-

Suasana kelas memang cukup bising. Banyak siswa yanv bercanda bahkan hingga teriak teriak bagaikan segerombolan penghuni hutan. Ada yang bergosip, main pesawat, nonton video sampai liurnya netes (entah video apa mungkin video masak memasak).

Disisi lain Daniel yang hanya terdiam dan berfikir memikirkan Kathryn yang berada jauh didepannya. Ia melihat Kathryn sedang bercanda dengan Kassie dan Rania. Ia pun mulai berfikir keras apa rencana selanjutnya agar dia bisa bedua dengan Kathryn.

Tiba tiba ia teringat dengan ulang tahun sekolahnya yang tinggal satu bulan lagi. Dan pada saat Night Party itu Daniel dan Kathryn akan mengisi acara yaitu bernyanyi duet.

Daniel pun memanfaatkan waktu senggang itu untuk mengajak Kathryn latihan dan sekaligus moment modus dengan Kathryn.

Disaat suasana yang ricuh itu, Daniel berdiri menghampiri meja Kathryna.

"Hey, gue pinjem Kathryn dulu ya" ucap Daniel kepada Kassie dan Rania

"Kita mau kemana sih?" Kathryn menengok dengan mata yang disipitkan

"Ya mau latihan lah, lo ngga inget kita bakal tampil di night party. Gue sih ngga mau ya malu maluin nanti"  sahut Daniel sambil memegang pergelangan tangan Kathryn.

Kedua temannya itu Kassie dan Rania terkekeh saat melihat tangan Daniel mencengkram tangan Kathryn seakan tidak akan terlepaskan.

Mereka berdua pun tertawa kecil namun Daniel dan Kathryn tidak menghiraukan.

"Yaudah deh sono lo berdua latihan" ucap Rania dengan tangan yang seakan mengusirnya.

"Oke bye" jawab Daniel.

Daniel dan Kathryn pun pergi meninggalkan kelasnya. Mereka pun berjalan menuruni anak tangga untuk  menuju ruang musik. Saat mereka berjalan beriringan para penggemar Daniel menatap Kathryn dengan penug tanda tanya.

"Eh,, makin deket aja mereka"

"Kok Daniel berduaan terus sama dia sih?"

"Udah jadian ya?"

"OMG,,,, The Prince direbut orang"

Teriak teriakan itu membuat Kathryn risih. Dan itu membuat Kathryn berjalan lebih lambat dari Daniel agar ia berada jauh dibelakang Daniel. Itu ia lakukan agar para fans alay Daniel tidak berpikiran yang aneh aneh tentang Ia dengan Daniel.

Mereka pun sampai di ruang musik. Namun setelah mereka berada di dalam, mereka justru berdiam diri tidak bernyanyi ataupun memainkan alat musik. Daniel dan Kathryn hanya terdiam kaku. Entah kenapa suasana terasa canggung diantara mereka.

Kathryn yang malah semakin bosan, langsung unjuk bicara memulai pembicaraan.

"Niel, mau ngapain kesini diem doang" tanya Kathryn dengan nada sedikit kesal.

Daniel yang tertegun dari lamunannya lalu teringat untuk apa ia ke ruangan ini.

"Eh iya, tapi kok sampai sini gue jadi males ya? Ngobrol aja yuk" sahut Dani sambil menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal.

Not Far AwayTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang