part 3

25.3K 529 5
                                    

*****

Saat ini prilly sedang menunggu ali yang sedang berada di kamar mandi.

" sayang, tolong ambilkan handukku yang ada di lrmari." teriak ali yang menyuruh prilly untuk mengambilkan handuknya yang dia lupakan.

" ckckck.." guman prilly

" sayang cepetan." teriaknya lagi yang menyuruh prilly cepat-cepat membawakan handuknya.

" iya, tunggu ali." jawab prilly

Prilly berjalan mendekati kamar mandi itu. Dia ragu apakah dia langsung masuk atau mengetuknya dahulu.

" sayang. Ma-." ucap ali terpotong saat melihat prilly berdiri mematung di hadapannya.

" ali. Kenapa kau buka pintunya saat kau telanjang begitu." ucap prilly sambil menutup kedua matanya.

Ali yang melihat ekspresi kekasihnya yang mengemaskan itu terkekeh dan ide jahil muncul di otaknya. Dia akan mengoda prilly.

" sayang. Knapa matanya di tutup." ucap ali dengan nada menggoda.

" ali. Cepat sana masuk. Ini handuknya." ucap prilly dengan wajah yang memerah sambil memberikan handuk yang ali minta tadi.

" bukannya, kamu udah sering kan ngelihat tubuh aku ini." ucap ali lagi yang menghiraukan ucapan prilly tadi.

Ali maju melangkahkan kakinya menuju prilly dengan tubuh yang tidak mengenakan sehelai benangpun.
Sedangkan prilly semakin mundur kebelakang saat melihat ali maju kehadapannya.

" ayolah sayang. Buka matamu itu. Bukankah kita sudah saling mengenal satu sama lain. Bahkan bagian tubuh kita yang di bawah sudah saling mengenal." ucap ali lagi dengan nada yang menggoda sambil maju selangkah lagi.

Prilly yang merasa bahwa posisinya saat ini sedang terpojok hanya pasrah saja. Pasrah dengan apa yang akan ali lakukan dengannya.

Ali menarik tangan prilly yang sedang menutupi wajah cantiknya saat ini. Dan detik kemudian ali mengangkat dagu prilly untuk menghadapnya.

Prilly yg merasa malu akan apa yang di lihat nya saat ini hanya pasrah. Pasrah melihat tubuh ali yang begitu menggairahkan. Dirinya hanya diam menunggu dengan apa yang akan dilakukan ali saat ini.

" sayang." ucap ali serak

" aku menginginkan mu malam ini." ucapnya lagi dengan suara yang tertahan.

Ali memajukan wajahnya kearah prilly. Dan memiringkan sedikit wajahnya agar dapat mengecup telinga prilly.

" aghhh...." desah prilly saat ali mengigit kecil daun telinganya

" hon... Ja-." ucap prilly terpotong saat ali menutup mulutnya dengan jari telunjuk ali.

" malam ini sayang. aku mengingingkan mu malam ini." ucap ali dengan nada memohon.

" ali. Kita belum membeli pengaman." kata prilly dengan suara yang lembut.

" bagaimana kalau kita membelinya dulu." ucap prilly lagi.

" sayang apa kau tidak lihat. Milikku di bawah sini sudah mengeras." ucap ali dengan mengarahkan tangan prilly untuk menyentuh miliknya yang sudah mengeras.

Prilly yang merasakan milik ali yang begitu mengeras di gengamanya hanya diam dan menatap ali dengan dalam.

Prilly bisa merasakan bahwa ali saat ini sedang bergairah. Prilly juga bingung bagaimana dia bisa melakakunnya tanpa pengaman itu.

" sayang." ucap ali dengan mata yang mulai sayu akibat remasan prilly di miliknya.

" plissh. Aku janji aku akan mengeluarkannya di diluar." ucap ali lagi.

Prilly hanya diam sambil meremas milik kesayangannya itu.

" hon, ak-aku." ucap prilly dengan terbata-bata.

" baiklah aku milikmu malam ini. Dan soal pengaman itu, kita tidak perlu lagi memakainya. Malam ini aku ingin milikmu mengusai diriku." ucap prilly lagi dengan nada yang begitu tenang.

Ali yang mendengar ucapan kekasihnya itu merasa senang.

Ali memajukan wajahnya dan mengecup bibir tipis prilly. Lama-lama kecupan itu berubah jadi lumatan.
Ali memiringkan wajahnya kekiri dan kekanan agar dapat merasakan kenikmatan bibir kekasihnya.

" aahhh.." desah prilly saat ali mulai mengecup leher jenjangnya.

" ahhh... Honey." desahnya lagi saat ali berhasil meninggalkan jejak kepemilikannya di leher prilly.

Ali yang mendengar desahan kekasihnya semakin membuatnya semangat. Semangat untuk membuat kekasihnya itu merasakan kenikmatan dunia.

" sebut namaku sayang" ucap ali sambil melepas pakaian prilly.

Prilly yang melihat ali melepaskan pakainnya tak tinggal diam. Dia juga melepaskan pakaian ali dengan terburu-buru.

" Wow... Rupanya kekasihku ini tidak sabar lagi untuk ku terkam." ucap ali dengan nada menggoda.

*
*
*
*
*

Sampai disini dulu ya guys.
Maaf ceritanya ke gantung.
Maklum lagi cari ide buat adegan 18+

obsesi sang ceoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang