Saat itu, ditengah rasa panik yang melanda nya, Gabby terpaksa menerima tawaran pria kaya itu.
Yang ia pikirkan saat itu adalah bagaimana caranya mendapat uang sejumlah 5 milyar dalam waktu 1 Bulan untuk melunasi hutang hutang orang tua angkat nya. Biadab memang kelakuan mereka. Seingatnya, Gabby tak pernah diperlakukan dengan baik dan penuh Kasih sayang oleh mereka. Tapi dengan seenak jidatnya mereka melarikan diri dari semua hutangnya dan menjadikan dirinya sebagai jaminan.
Sudahlah, lagi pula itu sudah 4 tahun yang lalu. Saat ini dirinya sudah hidup enak bergelimangan Harta di mansion mewah pria yang menyewa rahimnya. Yah walaupun cuma 5 tahun, dan ini sudah tahun ke 4. Artinya tinggal 1 tahun lagi ia akan segera keluar dari mansion mewah ini.
Saat sedang asik asiknya mengenang masa lalu, dirasanya tangan tangan kecil memeluk kakinya erat. Saat ia menunduk, keempat anak nakalnya sedang kompak memeluk kakinya erat.
"Ha ha Mato kalah, "
itu suara Luigi yang mengejek salah satu saudara kembarnya karena kalah memeluk kaki bundanya. Sementara Mateo, yang diejek mencebikan bibirnya kesal dan menjambak rambut halus nan lebat Luigi. Akibatnya, perang tak dapat terhindarkan. Luigi balas menendang kaki Mateo keras sampai anak manis itu terjungkal dan menangis keras. Sementara 2 saudara kembarnya yang lain yang awalnya hanya sebagai penontonpun ikut ikutan mengambil peran dalam pengeroyokan. Roisa menepuk pipi Luigi keras sedangkan Oceana bergerak tak tentu arah. Anak itu menendang kesana kemari sesuka hati sampai kakinya yang dibalut sepatu bergambar doraemon mengenai kepala mateo yang sedang tertunduk. Mateo yang awalnya sudah mulai mereda tangisnya mendadak menangis dengan keras kembali. Ia menarik kaki Oceana brutal membuat Oceana jatuh dan kepalanya terantuk lantai marmer. Keempatnya kompak menangis keras sambil memegang masing masing kaki bundanya.
Sementara Gabby yang menonton live adegan tawuran kecil kecilan tersebut mulai pening.
Sabar, Gabby sabaaarrr
Dipisahkanya anak anak nya satu persatu. Ia angkat Luigi dan Roisa di gendonganya. Padahal badan keduanya sudah berat. Ditambah dirinya sedang hamil 3 Bulan saat ini. Setelah mendudukan kedua bocah tersebut di sofa, Gabby mengangkat tubuh Oceana dan Mateo kemudian memindahkannya ke sofa bersama Roisa dan Luigi.
Gabby berjalan menuju dapur hendak mengambil kotak obat. Namun kompak keempatnya enggan ditinggalkan.
"Bundaaaaa.... Huaaaa aaa "
"Sebentar ya, bunda mau ambil kotak obat dulu buat obatin luka Osa, Igi, Mato, sama Osan. Ya? "
Gabby mencoba berbicara lembut kepada mereka. Namun tetap saja mereka menggeleng enggan ditinggalkan.
"Osa mau mimik. Hiks, "
Roisa, atau biasa dipanggil Osa merengek menarik narik gaun tidur bundanya dibagian dada.
Gabby menghela nafasnya lelah. Didalam hatinya ia menggerutu menyumpahi Kenzo.
'Buatnya aja rajin. Kalo udah jadi anak begini mana mau dia ikutan jaga.'
Batinya kesal.
"Iya, nanti, bunda mau ambil obat dulu bentar. Kalian disini ya, tunggu bentar. Bunda nggak akan lama kok."
Namun kekeras kepalaan Kenzo sepertinya menurun kepada mereka.
Alhasil Gabby pergi ke dapur dengan Roisa dan Oceana yang memeluk kedua kakinya erat. Sementara Luigi dan Mateo masing masing di tangan kanan dan kirinya.
Sesampainya ia didapur, ia mendudukan empat bocah nakal itu di meja makan. Ia harus cepat menghilangkan jejak jejak kebrutalan mereka sebelum sang raja hutan, Kenzo mendapati anak anak nya babak belur begini. Jangan salah, walaupun kalau disuruh jaga si kembar ada saja alasanya, Kenzo merupakan ayah yang sangat protektif kepada anak anaknya. Bisa bisa kenyang Gabby mendapat omelan plus bentakan dari Kenzo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby Maker Machine
ChickLitHighest Rank : #1 In Child PRIVAT ACAK. Don't Copy my story!! Please kalau kalian menemukan cerita ini di manapun, harap laporkan kepada saya. Ide itu mahal harganya! "Maafkan aku, aku tau aku salah. Aku sadar posisi ku disini. Memang tidak...
