chapter 5

13.9K 1.2K 62
                                        

Teman kecil. 5

Jimin hanya memandang kusut wajah Yoongi. Gundukan di balik celana nya semakin menggembung. Namun Yoongi tetap tidak melakukan apapun. Selain melenguh dengan bongkahan kenyal yang terus bergerak maju mundur secara konstan diatas selangkangan Jimin.

"Nghh.. Ahh.. Jimhh.."

Yoongi mendongak. Mempertontonkan leher putih mulusnya pada Jimin, yang hanya bisa menelan ludahnya secara kasar.

Park Jimin sudah tidak bisa menahannya lagi. Namja yang ada di atas pangkuannya terus menggoda, dengan melonjak-lonjak diatas selangkangannya. Cukup!

Bragh...

Yoongi tersentak. Dengan tiba-tiba ia duduk di atas meja makan yang masih berisi beberapa kue manis diatasnya. Jimin juga telah bangkit dari keterdiamannya. Matanya berkilat menginginkan sesuatu yang lebih.

Jimin mendekat,  kemudian mulai menjilati leher pucat Yoongi,  memberikan beberapa kissmark berwarna kontras, dengan waktu singkat. Tangan Jimin secara naluriah mulai membuka kancing baju Yoongi. Berniat melucuti baju dari tubuh pucat itu pelan-pelan.
Yoongi kembali mendongak dan melenguh panas, saat kepala Jimin, mulai merangsak masuk menggoda dada nya yang berhias tonjolan merah muda yang mencuat.
Kemudian, Yoongi menjauhkan kepala Jimin dari dada nya. Memberikan tatapan sayu pada wajah suaminya dengan nafasnya yang masih terengah-engah.
"Kenapa dijauhkan Hyung? aku masih ingin menyusu~" Jimin mencebikkan bibirnya kebawah,  mencoba mendekatkan kepalanya pada dada Yoongi. Namun, Yoongi kembali menahannya.
Menatap Jimin dengan tatapan menggoda.

"Makan aku jim~"

Bragg~

Jimin mendorong Yoongi hingga kini Yoongi jatuh terlentang diatas meja makan. Menindih beberapa kue, hingga beberapa kue manis itu hancur.

"Ingin menjadi bagian dari makananku heum?"
Setelah mendengar ucapan Jimin yang menggelitik indra sensualnya. Jimin mulai naik diatas meja makan. Penglihatan Yoongi menjadi gelap karena bayangannya.

"Aku ingin memakanmu.. "
Jimin hendak menunduk untuk meraup beberapa inci tubuh Yoongi yang mulus. Namun suara bell rumah. Membuatnya menghentikan sebentar aktivitasnya.

Ting tong~

Jimin menggeram sebal.

Ting tong~
Ting tong~

"Sialan! siapa yang berani mengganggu, saat seperti ini" Jimin merasa geram. Dengan sangat terpaksa, ia menghentikan kegiatannya.

"Buka saja pintunya Jim, kita lanjutkan nanti saja " Yoongi mencoba memberikan pengertian pada Jimin.

"Tapi hyung"

"Nanti saja, cepat tutupi celana mu dengan benar, atau nanti burung mu yang besar itu akan terbang" Yoongi terkekeh. Kemudian turun dari atas meja makan. Untuk membersihkan kekacauan yang ada.

"Ah... Dasar tamu sialan!" Jimin melihat selangkangannya yang masih menggembung. Kemudian mendesah lesu. Sepertinya harus diselesaikan dikamar mandi.

"Iya sebentar!" Sambil berjalan, Jimin berteriak nyaring menuju pintu.

Cklek~

"Kakak ipar~" Ketika tangannya baru saja membuka klik pintu. Jimin dibuat terkejut dengan suara renyah dari adik iparnya yang datang bersama Kim Tae..

"Taehyung! " Jimin memekik. Merasa sedikit terkejut saat melihat teman lama nya itu,  datang bersama adik iparnya.

"Halo.., kakak ipar.. " Park Jimin tidak bisa untuk menyembunyikan rasa keterkejutannya. Kim Taehyung adalah kekasih adik iparnya?

"Ck.., kakak ipar tidak sopan. Tamu yang berkunjung seharusnya di persilahkan masuk" Suara Jungkook membuat Jimin kembali sadar, bahwa mereka masih di depan teras rumah.

"Ah...maaf, silahkan masuk" Dengan senyum yang sedikit dipaksakan Jimin mempersilahkan mereka masuk.

"Adik kebanggaan mu menggembung mengenaskan Jim" Taehyung yang berjalan di belakang Jungkook berbicara cukup pelan di sebelah Jimin.

Saat bibir tebal Jimin mulai menggerutu karena sebal dengan ucapannya. Taehyung hanya terkekeh dengan nada mengejek.

"Sialan kau Kim!"
.
.

"Yoongi hyung.., adikmu ini merindukanmu" Yoongi yang baru tiba di ruang tamu. Hanya bisa tersenyum saat adiknya; Min Jungkook, mulai memeluknya.

"Hyung juga merindukanmu.. " Yoongi mulai menepuk-nepuk pelan punggung Jungkook yang memeluknya.

"Ahaha.. Aktingku Bagus kan Yoongi hyung.. Ck, aku memang berbakat" Ketika Jungkook mulai melepaskan pelukannya dan mengatakan bahwa ia hanya berakting. Yoongi hanya memutar bola matanya malas. Adik sialan!

"Oh iya,  perkenalkan ini kekasihku Kim Taehyung hyung" Jungkook mulai memperkenalkan Taehyung, pada Yoongi.

"Eh? Kim Taehyung? Daegu?" Taehyung tersenyum pada Yoongi. Kemudian mengangguk untuk memberi kepastian pada Yoongi.

Grep....
Gerakan Yoongi tidak lebih dari sepersekian detik. Namun pelukan dari lompatan cepat itu begitu erat.
"Monyetku.., astaga! sekarang tampan sekali.. " Yoongi terus memekik. Kemudian saat melepas pelukannya pada Taehyung, ia mulai mengusap pipi Taehyung,  lalu berjinjit untuk mencium pipinya.

"Yak Yoongi hyung.., apa yang kau lakukan" Jimin menghentikan Yoongi, sebelum yoongi sempat mencium Taehyung. Memisah dua teman masa kecil, yang sedang menikmati masa pertemuannya kembali.

Sejak tadi, Jimin memperhatikan perilaku dua manusia itu. Namun, saat Yoongi bersiap untuk mencium Taehyung,  Jimin tidak bisa untuk tidak bersikap peduli. Hey! Yoongi masih istri nya.

"Kau ini tega sekali Jim, aku itu merindukan monyet kecilku." Yoongi mencebik,  dia akan menangis. Dia masih cukup sensitif.

"Hei.. Buntalan kelinci. Dimana kau menemukan monyetku?" Yoongi kembali tidak mempedulikan Jimin. Hanya kembali berbincang-bincang dengan Taehyung dan Jungkook.
.......
.......

Mereka saat ini sedang duduk di ruang tamu, Setelah Taehyung dan Jungkook menjelaskan bahwa Taehyung,  adalah teman kecil Yoongi yang sudah lama tak bertemu, mereka terpisah karena Taehyung yang pindah ke Seoul untuk ikut ayah dan ibunya.  Namun mereka kini kembali bertemu. 

"Apa yang kalian bicarakan sampai tertawa seperti itu? " Ketika Jimin datang. Taehyung dan Jungkook masih tertawa terbahak-bahak.  Sedangkan Yoongi hanya teekekeh kecil dengan semburat merah muda di pipi nya.

"Kami membicarakanmu, yang tiap malam, Selalu menyusu pada Yoongi hyung,  Jim" Taehyung kembali tertawa, menghiraukan wajah Jimin yang memerah, Jimin malu bercampur marah, kenapa Yoongi nya membuka kartu ranjang mereka? Sepertinya, Yoongi sudah tak waras.

"Kau saja yang iri, karena tak bisa melakukannya pada adik iparku" Jimin tertawa remeh.

"Ck, bisamu hanya memperkosa Yoongi hyung saat dia sedang mabuk saja, sudah sombong" Jungkook kembali tergelak dengan ucapan sadis kekasihnya.

"Tapi Yoongi hyung tetap mau melakukannya. Tidak ada paksaan" Jimin mencoba membela dirinya sendiri. Namun, wajahnya tidak bisa menyembunyikan rasa malu.

"Tapi Yoongi hyung tidak sadar. Sudahlah.. Akui saja krjantananmu itu sebenarnya tidak laku" Wajah Jimin semakin merah padam. Sedangkan yang lainnya terus tertawa. Menghiraukan Jimin yang seperti orang yang menahan kentut.
.
.
.
Tbc~
Sengaja aku update double atau mungkin akan triple. Soalnya.. Aku akan hiatus sekitar 1 bulan atau lebih. Karena aku akan fokus ujian April ini. Dan.. Untuk semua pejuang UN. Maupun pejuang ujian sekolah... Fighthing.. !!💗

BYUNTAE PARK (MINYOON)[END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang