Chapter 13

9.2K 974 101
                                        

Pt.13 property baby
.
.
.
Jimin keluar dari kamarnya, dengan tangan yang masih membenarkan dasinya. Jimin tersenyum melihat Yoongi dengan perut bulatnya duduk di sofa.

"Hyung?" Badan Yoongi terasa terhuyung, sesaat setelah panggilan lembut suaminya menyapa pendengarannya.

"Aku berangkat dulu hum? Kalau ada apa-apa, kau telfon aku atau eomma ok?" Yoongi yang masih setengah sadar pun hanya mengangguk dan tersenyum.

Chup~
"Istirahat saja kalau masih mengantuk" Jimin mengelus lembut pipi Yoongi, sebelum akhirnya pergi untuk bekerja.
.
.

Usia kandungan Yoongi, sudah memasuki 6 bulan. Perutnya semakin bulat dengan dengan pipi gembil yang menggantung di wajahnya.

Selama kehamilannya, Yoongi jarang sekali, merasa mual. Ia hanya mengantuk dan tertidur tiba-tiba,
Contohnya Seperti pagi ini,  Yoongi tertidur dengan tangan memegang biskuit yang sudah hancur dan earphone yang ada diperutnya.
.

Sepanjang masa hamilnya ngga kini, Yoongi juga ikut program senam calon bayi sehat dan pintar bersama beberapa ibu-ibu komplek. Itu sebabnya perutnya selalu tersumpal earphone setiap paginya, memberikan lagu klasik atau sesekali pembelajaran bahasa inggris untuk bayi mungilnya.

Ting.... Tong....
Dengan malas Yoongi berjalan kearah pintu apartemennya, kemudian memekik senang setelah melihat siapa yang datang mengunjunginya.

"Menantuku...... " itu Baekhyun,  mertua Yoongi yang selama ini menemani Yoongi saat masa-masa kehamilannya.
Yoongi tersenyum dan mempersilakan mertuanya itu masuk.

..
..
"Ya tuhan sayang, benarkah? Hahaha" Baekhyun dengan semangat masih bercerita, tentang kebiasaan baru Jimin selama kehamilan Yoongi.

"Iya Mama. Kata Jiminie-" Yoongi berdehem pelan sebelum meneruskan kalimatnya.
"-tak apa kalau setiap hari dia membersihkan rumah,  asal dapat jatahnya tiap hari juga" Yoongi berbicara mengikuti logat Jimin. Kemudian mulai terkekeh setelah bercerita pada mertuanya yang sedang mengupas buah.

"Bagus.Siksa saja dia setiap hari, aku ikhlas. Biar saja, tak ada salahnya Jimin merasakan tersiksanya membersihkan rumah" Baekhyun sedikit berucap heboh dengan mata melotot, namun terkekeh kencang setelahnya.

Memang sejak kehamilan Yoongi yang ke 4 bulan Yoongi tak lagi mau melakukan apapun bahkan hingga kehamillanya saat ini. Sukanya hanya menyuruh, dan tentu saja Jimin korbannya. Setiap hari membersihkan rumah setelah pulang kerja, dan bahkan saat akan tidur saja Yoongi masih menyiksanya, menyuruh Jimin memijat kaki Yoongi yang ikut membengkak bersamaan dengan perutnya yang bulat.

"Mama, kakiku sering sakit dan perutku juga terasa melilit" Yoongi mulai mengeluh.
Kemudian, mulai membuka lebar mulutnya, saat suapan apel yang sudah dikupas mertuanya ada di depan mulutnya. Tanganya masih tetap mengelus sayang, perut buncitnya.

"Jangan terlalu sering ikut yoga Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada mu dan baby?" Baekhyun tersenyum dengan tangan yang tak henti menyuapi mulut Yoongi dengan apel.

"Tapi 'hyung, kau harus rutin melakukan senam, selain baby sehat,  pantat mu akan tambah berisi dan kencang' kata Jimin seperti itu" Yoongi mengukir senyum setelah menirukan ucapan Jimin.

"Katakan pada Jimin, berhenti menyuruhmu terus menungging, kasihan kau dan baby" Mata sipit Baekhyun melotot besar. Omelan khas ibu-ibu keluar dari bibir sempitnya.

"Tidak mau,  Yoongie suka genjotan Jiminie. Mama tidak boleh melarang" Yoongi menggeleng keras dengan bibir mengerucut.

"Ya ampun sayang,  tap-"
"Pokoknya tidak mau" ucapan baekhyun terpotong, Yoongi menggeleng begitu keras dengan tangan besindekap di dadanya.

BYUNTAE PARK (MINYOON)[END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang