Pt.12 Spesial bumil
KLEK
Yoongi yang sedang merajut ditemani puluhan roti kering dan bando kucing dari Jimin langsung berlari kecil ke arah pintu apartemen setelah mendengar pintu terbuka.
Ia tersenyum saat merasa lonceng di lehernya bergerak dan berbunyi.
"Jiminie........ "
Jimin yang baru saja masuk, disambut oleh kucing imut yang sedikit kotor oleh remahan roti disekujur tubuhnya. Ia hanya diam memandang wajah kucing manis itu dengan seksama.
"Yak! Kenapa Jiminie memandang Yoongi seperti itu?"
Yoongi menggerung kesal karena Jimin hanya diam dan memandanginya.
"Ehe, Yoongie sangat manis, tapi apa Yoongi tidak dingin? Pakai sweater mu hyung" Pujian Jimin mengalun merdu di telinga Yoongi membuatnya melonjak karena senang.
Benar, Kucing manis itu adalah Yoongi. Bagaimana Jimin tidak salah mengira,
Bando kucing, lonceng dileher, kostum kucing lengkap dengan bulu yang menjuntai panjang di belakangnya. Kostum berwarna krem pink itu melekat apik pada bagian tubuh Yoongi. Pita melilit di bagian paha dan bagian tubuh lainnya. Apalagi wajah yang penuh remahan roti itu, membuat Yoongi seperti kucing setelah bermain pasir.
"Tidak, kan disini ada penghangat. lagipula Yoongie kan memang selalu begini" Yoongi menggeleng kuat, lalu setelahnya terkekeh senang.
"Kenapa Yoongi tertawa begitu?"
Jimin mengernyit. Merasa heran dengan tingkah Yoongi.
"Loncengnya berbunyi, Yoongi suka"
Yoongi tersenyum lebar. Kakinya bergerak sendiri mendekati Jimin, tangannya ia lingkarkan di leher Jimin. dan mendongakkan wajahnya.
Jimin berjingit, ia tau tatapan macam apa yang Yoongi berikan padanya. Mata berbinar. Pipi mengembang, dan bulu mata berkedip berulang kali.
Yoongi minta dimandikan.
Dengan sigap, Jimin merengkuh pinggang Yoongi. Mengangkat pinggang ramping itu keatas, memaksa Yoongi membelitkan kaki jenjangnya pada pinggang Jimin.
"Kucing nakal mau mandi hum?" Yoongi hanya mengangguk lucu digendongan Jimin, bersandar dan mengendusi Jimin saat merasa Jimin membawanya berjalan.
.
.
.
Tangan Jimin mulai bergetar, bagaimana tidak, Yoongi memintanya melepaskan butt plug itu dari lubang surgawinya.
Fak!
Jimin sudah sedikit kebal memang, di usia kehamilan Yoongi yang memasuki empat bulan ini Yoongi sudah sangat sering berpakaian seperti ini, bahkan hampir setiap hari.
Tapi sekarang, tingkah Yoongi semakin menjadi-jadi, biasanya khusus untuk butt plug, Yoongi akan melepaskannya sendiri,
'Takut jimin khilaf,kasian baby park kan masih kecil, klo ketindih daddynya gimana? Cukup yoongie aja yang ditindih Jiminie'
Begitu kata Yoongi beberapa hari yang lalu. Yoongi memang sedikit membatasi pergulatan panasnya dengan Jimin, sejak hamil. Walau kata dokter boleh melakukannya, namun Demi kesehatan baby Park, mereka sepakat menguranginya.
Jimin tersentak, saat merasakan bulu kucing mengibas kesana kemari di depan mukanya, Jimin menelan ludahnya gugup.
Yoongi sedang menungginginya dan 'meoww'
menirukan suara kucing, sialan Yoongi menggodanya.
"Cepat lepaskan Jiminie....Yoongie dan baby mau mandi" Yoongi semakin menungging dengan pantat kenyalnya yang bergoyang kesana kemari. Jangan lupakan ujung bulu kucing yang diam-diam menggelitiki selangkangan Jimin.
Jimin menggeram, sudah beberapa menit kakinya kram karena menahan sesuatu yang dengan tidak tahu malunya berdiri tegak dibawah sana.
Dengan kekuatan dan kekonsentrasiannya, Jimin mencabut buttplug yang bersarang di lubang hangat istrinya, 'urgh.. ' di iringi lenguhan serak dan lonceng berdering dari leher sang istri.
KAMU SEDANG MEMBACA
BYUNTAE PARK (MINYOON)[END]
Fanfiction[END]Ini cerita tentang seorang Min Yoongi, yang selalu menjadi korban; Korban rencana ibu dan adiknya. Hingga korban sasaran kemesuman suami nya.. Park Jimin. "Ahaha... Kau pandai sekali Kookie" Seokjin "Kalian menipuku" Yoongi "Sudah terlanjur h...
![BYUNTAE PARK (MINYOON)[END]](https://img.wattpad.com/cover/117959825-64-k842113.jpg)