Pt.9 pergi
Kawasan perhotelan elit, Deluxe brown. Nampak paling ramai dipenjuru kota Seoul malam ini.
Kejutan ulang tahun Yoongi diadakan disana, Dengan kesan mewah ala Park Jimin. Ratusan tamu, termasuk keluarga, teman dan sanak saudara pun ikut meramaikan acara yang bisa disebut kejutan gagal itu.
Didalam gedung, Yoongi mencoba mencari Jimin. Matanya melirik kanan dan kiri, dengan mulut yang tak hentinya menegak cola, berharap suami pendeknya itu terlihat. Namun nihil, jangankan seluruh tubuhnya, ujung hidungnya saja dari tadi tidak terlihat. Ya.. Mungkin faktor dari hidung dan badan Jimin Agak pendek, jadi tidak terlihat *eh.
Sejak datang disini, Jimin langsung menghilang, entah kemana. Meninggalkan Yoongi, dengan alasan ingin ke operator sound system, tetapi Jimin tetap tidak terlihat hingga satu jam berlalu.
"Menantuku yang manis, Happy birthday sayang. Mama merindukanmu, Kenapa kalian tidak pernah main kerumah lagi?" Itu suara Park Baekhyun, namja yang notabenya adalah eomma Jimin.
Lelaki cantik itu langsung memeluk Yoongi, setelah memekik keras dan sedikit berlari.
"Eoh.. Eomma-nim, kapan datang? Apa eomma datang sendiri?" Yoongi tersenyum, dan sedikit membungkuk saat Baekhyun melepaskan pelukannya.
"Yak.. Yoongi! sudah aku bilang panggil aku mama, panggilanmu terlalu kuno sayang, tidak cocok denganku" Baekhyun mencebikkan bibirnya, membuat ekspresi merajuk yang dibuat-buat.
"Em.. Maaf mama, aku belum terbiasa. dan maaf juga kami belum sempat kesana" Baekhyun tersenyum melihat menantunya, kemudian kembali bercerita pada Yoongi dengan suka cita.
Sebenarnya Yoongi, tidak tau benar mertuanya ini bicara apa, namun Yoongi selalu tersenyum dan sesekali mengangguk menaggapi mertuanya itu.
"Yoongi, selamat ulang tahun anakku sayang, kau terlihat manis hari ini"
Itu Seokjin. datang dengan wajah cantiknya dan memeluk Yoongi.
"Terima kasih eomma. dimana appa? apa dia tidak mau mengucapkan selamat ulang tahun padaku?" Yoongi tersenyum.
"Appamu? Itu.. Dia disana, katanya dia titip saja ucapannya padamu" Seokjin menunjuk salah satu meja dengan beberapa namja paruh baya sedang bercengkerama disana.
"Ck, sialan! Pada anak sendiri tsundere sek- Akh... Aduhh" belum selesai Yoongi bicara, namun tangan eommanya sudah memukul keras kepala belakangnya.
"Anak kurang ajar! Dia appamu Yoongi, ku hajar kau berani mengumpati nya lagi" Seokjin hampir saja memukuli Yoongi sebelum Baekhyun, menghentikannya.
"Kau yang akan ku pukul kalau melukai menantu ku, suamimu sendiri yang salah, apa ada ayah yang hanya titip ucapan? " Baekhyun berdiri di depan Yoongi, dengan tangan bertengger di depan dada.
"Omo~, Aku sampai lupa, Baekhyunie ayo ikut aku, cepat!" Seokjin segera menarik pergi Baekhyun, sebelum namja cerewet itu berontak dan memaki.
Huh....
Yoongi menarik nafas bosan. Baru saja ada penghibur, tapi sekarang sudah pergi. Setidaknya tadi Yoongi bisa mendengarkan cerita mertuanya itu. Mertuanya tidak akan berhenti cerita, dan Yoongi adalah pendengar yang baik, dia suka mendengar cerita, ya.. Meski tak mengerti sama sekali apa yang diceritakan.
Klek..
Seluruh lampu diruangan itu mati. Yoongi bingung, kenapa lampunya mati di saat seperti ini.
Tiba-tiba lampu sorot menyala. Menyorot microfon di tengah ruangan. Tak lama setelahnya melodi piano menggema di seluruh ruangan mewah itu, di ikuti Jimin yang muncul dari kegelapan, dengan membawa setangkai bunga lili putih.
KAMU SEDANG MEMBACA
BYUNTAE PARK (MINYOON)[END]
Fiksyen Peminat[END]Ini cerita tentang seorang Min Yoongi, yang selalu menjadi korban; Korban rencana ibu dan adiknya. Hingga korban sasaran kemesuman suami nya.. Park Jimin. "Ahaha... Kau pandai sekali Kookie" Seokjin "Kalian menipuku" Yoongi "Sudah terlanjur h...
![BYUNTAE PARK (MINYOON)[END]](https://img.wattpad.com/cover/117959825-64-k842113.jpg)