*****
Iqbaal dan (Nama kamu) masih berada dalam perjalanan menuju basecamp CJR. Sebelumnya Iqbaal sudah memberitahu Kiki dan Aldi jika ia akan pergi ke sana bersama (Nama kamu). Kiki menyetujui, apalagi disana hanya ada Kiki,Aldi dan seorang asisten rumah tangga yang mengurus basecamp CJR. Jadi mereka dapat bermain-main.
"Baal..." panggil (Nama kamu).
Iqbaal melirik (Nama kamu), "Kenapa plincess?".
"Sebenernya apa yang ngebuat kamu tiba tiba punya keberanian buat nembak aku?" tanya (Nama kamu) dengan posisi menyender pada pundak Iqbaal.
"Aku ceritain. Tapi kamu dengerin sampe akhir. Jangan potong dulu. Janji?" tanya Iqbaal mengacungkan jari kelingkingnya.
"Janji" ucap (Nama kamu) lalu menyatukan jari kelingkingnya.
"Kamu mungkin sebenernya udah ngerasain kode yang aku kasih. Tapi aku belum berani sampe tahap selanjutnya. Waktu itu CJR lagi main ToD. Kamu tau kan?--" jeda Iqbaal. (Nama kamu) mengangguk, hatinya sedikit berdebar mendengar penjelasan Iqbaal. Apakah dirinya hanya bahan Truth or Dare? Jangan sampai. (Nama kamu) berharap fikirannya salah.
"-- Aku dapet dare. Dare nya itu nembak cewek yang aku suka, mmm... cinta. Dan itu kamu..." ucap Iqbaal mengakhiri penjelasannya.
(Nama kamu) bernafas lega. Walaupun hubungannya terjadi akibat Dare yang diberikan Aldi dan Kiki. Namun hubungannya memang tulus berlandaskan cinta. Bukan hanya sekedar permainan semata.
"Sudah sampai den" suara mang Ujang mengembalikan fikiran (Nama kamu) yang sempat menerawang.
"Yaudah. Nanti kalo saya emang minta dijemput, saya hubungi mang ujang yaa" ucap Iqbaal lalu menggandeng (Nama kamu) tulus.
"Baal..." cicit (Nama kamu).
"Hmm..." dehem Iqbaal.
"Aku sedikit gerogi nih..." gumam (Nama kamu).
"Loh? kenapa gerogi?" tanya Iqbaal yang kini menghentikan langkahnya.
Ke dua nya telah sampai pada depan pintu. Tinggal mengetuk lalu masuk.
"Kan mau ketemu artis" jawab (Nama kamu) dengan polos.
"Yeee kamu... Aku juga artis tuh, tapi kamu gak gerogi" ucap Iqbaal mengacak pelan rambut (Nama kamu).
(Nama kamu) mengerucutkan bibirnya, "Yaaa kan kamu mah beda atuh".
Iqbaal kembali mengacak pelan rambut (Nama kamu) seraya terkekeh.
'Cklek...'
"Wesss... Masuk lah braderrr! Jan pacaran di depan pintu gini ledek Aldi yang memergoki Iqbaal dan (Nama kamu).
"Oke..." ucap Iqbaal.
Aldi berjalan terlebih dahulu, disusul oleh Iqbaal dan (Nama kamu).
"Gak usah gerogi yah" bisik Iqbaal lalu mengeratkan genggamannya. Mungkin untuk memberikan rasa percaya diri pada (Nama kamu).
(Nama kamu) hanya tersenyum dan mengangguk.
"Ohh jadi ini yang bikin Iqbaal ngejomblo" goda Kiki.
"Kiki..." lanjut Kiki yang memperkenalkan diri.
"Iyaa tau kok bang, sering liat di tv. Haha... (Nama kamu).." balas (Nama kamu) lalu menjabat tangan Kiki.
(Nama kamu) hendak melepaskan pegangannya, namun sepertinya ditahan oleh Kiki.
Iqbaal menatap Kiki dengan geram. Tak lama Nadine muncul disamping Kiki. Iqbaal pun tersenyum aneh.
"Ehm... kak Nadine, kok itu jabat tangannya gak mau dilepas yaa?" ucap Iqbaal.
Nadine menjewer pelan kuping Kiki, "Dasar genit".
"Cuma mau tes , Iqbaal bakal cemburu apa enggak? Eh ternyata..." ucap Kiki yang sengaja tidak melanjutkan perkataanya.
"Nadine.." ucap Nadine.
"(Nama kamu)..." (Nama kamu) kembali berjabat tangan.
"Ehm... Orang paling kece, Aldi..." ucap Aldi lalu merebut jabat tangan (Nama kamu).
(Nama kamu) hanya tersenyum.
'Pletak...'
Iqbaal membentar jidat Aldi, "Jangan lama-lama, calon bini gue tuh".
"Yee elo ngarep kejauhan bang" ucap Aldi yang disambut kekehan (Nama kamu).
*****
"Gue menang... berarti yang kalah (Nama kamu) lagi" ucap Aldi semangat lalu mencolekan bedak pada wajah (Nama kamu).
Karena (Nama kamu) yang paling banyak kalah dalam permainan poker ini, Wajah (Nama kamu) kini paling banyak berlumuran bedak di antara yang lainnya.
"Aduh..." (Nama kamu) mengaduh ketika mata kanannya terkena bedak.
"Kenapa? Kenapa?" tanya Iqbaal.
"Mata aku kemasukan bedak" ujar (Nama kamu) yang masih sibuk menyingirkan bedak disekitar matanya.
"Sini, aku tiupin" ucap Iqbaal lalu mendekatkan wajahnya pada wajah (Nama kamu).
'Fuhh...'
Mulut Iqbaal mulai meniup mata (Nama kamu).
"Udah?" tanya Iqbaal.
(Nama kamu) mengerjapkan matanya lalu mengangguk.
"Eh selfie nyok, upload twitter" ajak Aldi lalu mengeluarkan iPhone nya.
'Ckrek...'
Satu foto dengan pose Iqbaal yang saling mencubit pipi dengan (Nama kamu), Nadine dan Kiki yang saling melirik dan Aldi di tengah tengah Iqbaal-(Nama kamu) dan Kiki-Nadine, layaknya jones:'v
[Twitter]
AlvaroMaldini (@AlvaroMaldini1)
Gue kek jonezz nyempil di tengah😂😂😂 Jadi baygon💔 twitter.com/JjJo0nNnn3zZ
13.535 Retweet . 5.636 Balasan . 3.745 Favorite
[Off]
"Eh gilak... yang lain mana?" tanya Aldi menatap pinggirnya yang sudah kosong.
Tidak ada Iqbaal-(Nama kamu) maupun Kiki-Nadine.
"Nasibmu pak..." ucap Aldi menggeleng geleng (sok) sedih.
*****
jangan lupa vomment dan follow💕
@srmwulanda
KAMU SEDANG MEMBACA
Relationship x Iqbaal CJR
FanfictionHai ini adalah cerbung saya yang di post ulang dari facebook ya^^ Langsung baca aja^-^ Maafkan atas ketypoan, karena tidak direvisi lagi:3'
