[6] Yes Or Not?

2K 256 22
                                        

Why Must Me? S2
.
.
.
Happy Reading

Sorry For Typo(s)
.
.
.
.
.

Minho diam mengamati setiap detik yang dilakukan pasangan yang jauh di depannya namun masih dapat ditangkap jelas oleh matanya. Sungguh, kenapa rasanya ia tak suka melihat hal-hal seperti itu. Mereka mengumbar kemesraan di depan umum, memalukan pikirnya.

Ck, melihat hal seperti ini hanya membuatnya sakit mata. Sehun benar-benar memanfaatkan semuanya dengan baik. Minho menadang semua yang ia miliki musnah karena Oh Sehun. Semua diambil oleh pemuda bermarga Oh itu. Padahal ia sendiri tak berfikir jika semua yang dulu ia miliki dan nikmati karena dirinya sendiri yang mengabaikan dan mulai bermain kotor. Sehun hanya bermain untuk menyadarkan orang-orang yang Minho permainkan walaupun dengan cara kurang baik.

Minho mendengus kesal dan mulai melajukan mobilnya menjauhi area pelataran rumah sakit. Ia tak mau dikira penguntit walau sebenarnya memang seperti itu, oleh dua orang yang membuat kekesalannya memuncak. Lebih baik ia meminta saran dari sepupunya kembali. Ia pasti tidak akan menolak permintaannya.

*******

"Tidak tidak, yang ini lebih bagus."

"Tidak, jelas yang biru jauh lebih bagus."

"merah muda"

"biru"

"merah muda, Sehun. Aku ibunya, aku tau apa yang anakku inginkan."

"Tapi aku ayahnya. Yang berperan penting dalam proses pembuatannya dengan banyak 'piiip' yang aku keluarkan di dalammu. Kau hanya satu." Dan seketika ibu-ibu yang mendengar kata-kata tak pantas itu menutup telinga anak-anak mereka.

"Astaga, kenapa kau berbicara seperti itu? Walau cuma menyumbang satu itu sangat berharga. Percuma berjuta-juta tapi tidak akurat." Baiklah perkataan mereka makin tidak senonoh untuk di dengarkan.

Perdebatan yang tak bisa dibilang pelan itu terdengar disalah satu sudut pertokoan perlengkapan bayi. Mereka sama-sama keras kepala mempertahankan keinginan mereka. Dan tak membuat mereka malu karena menjadi tontonan gratis para pembeli lainnya. Sepertinya hobi mereka memang menjadi tontonan umum.

Pasangan suami istri muda itu tidak tahu tempat dan tidak tahu malu. Apalagi dengan pembicaraan bersifat dewasa mereka. Mungkin setelah ini mereka akan di blacklist dari daftar pelanggan di toko itu karena pembicaraan mereka yang tabu.

"Benar-benar tak tahu malu. Anak muda jaman sekarang pembicaraannya."

"Sayang wajah rupawan mereka tapi mulutnya tidak jauh dari sampah. Telinga anakku ternodai..astaga..."

"Apa mereka sepasang suami istri? Benar-benar aneh. Aku kasian terhadap anak mereka nanti."

Bisik-bisik dari para orang-orang yang kebanyakan adalah para wanita dan ibu rumah tangga membuat Yoona dan Sehun menghentikan perdebatan tak masuk akal mereka. Mereka membatu sesaat dan saling memandang.

"Sudah puas bertengkarnya anak muda?" Salah satu ibu dengan dandanan tebal dengan kacamata hitam bertengger di wajahnya. Berjalan angkuh dengan tangan bersidekap di depan dada.

Ia memandang Sehun dan Yoona dengan wajah angkuhnya. "Kalian mencemari perdengaran anak-anak di sini. Dasar anak muda tidak punya sopan santun." Ia masih tetap mempertahankan gaya ibu sosialita angkuhnya. Sehun dan Yoona hanya memasang wajah datar. Mereka tahu mereka salah, tapi ibu ini berlebihan. Bisakah berbicara lebih lembut? Dari wajahnya saja Yoona tahu ibu ini melakukan operasi plastik berkali-kali.

WHY MUST ME? SEASON 2 [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang