14. Ketemu!!!

141 9 1
                                        

"He,hei....bukankah itu.....kelompok dari Kota Ghors!?"

"Mana!?" Kak Hannie langsung menyahut.

"Di sana!"

Mataku terbuka sempurna.

Dimana mereka?!

Tak ada sosok yang kutemukan pada beberapa detik sebelumnya. Mereka benar-benar lenyap. Seperti fatamorgana.

"Kau mengkhayal ya...." ucap Gissele jengkel.

"Ti,tidak kok...."

"Mungkin kau terlalu lelah," ucap Kak Ravie.

"Tidak, aku yakin..."

"Mungkin kau berhalusinasi," tambah Kak Grey.

Aku menggeleng tegas.

"Mungkin kau kesurupan..." ucap Pyf asal.

Aku memberi isyarat tegas dengan wajahku. Kenapa mereka bisa menghilang? Teleportasi? Itu sama sekali tidak mungkin.

"Ya sudahlah...kita beristirahat di sana!" Kak Ravie memberi perintah.

Kami menuju bebatuan yang tersusun. Bebatuan itu berada tepat dibalik air terjun. Aku meletakkan tubuhku pada bebatuan yang lembab.

"Kau terlihat kelelahan, Fresca," ucap Kak Hannie disampingku. "Mungkin ini sebabnya kau berhalusinasi tadi."

"Tidak, Kak....aku tidak bercanda! Tadi aku melihat sekelompok berbaju putih yang salah satunya perempuan berambut panjang!!!"

Semua orang menatapku heran.

"Oh maaf......" aku menundukkan kepala. Aku terlalu memakasakan pendapatku.

***

Matahari sudah naik, sampai dipuncak kepala. Aku memandang diriku di atas permukaan air. Wajahku terlihat terlalu memaksakan diri.

Krucuuk~

Aku lapar....

Aku bangkit dari tempat bersandar. "Kak Ravie, aku akan mencari bahan makanan."

Aku mengambil sehelai kain. Lalu keluar dari tempat persembunyian, dengan perbekalan pedang dan busur panah ditangan. Sebenarnya tadi hanyalah alasanku untuk bisa mengembalikan diriku seperti semula. Aku meratapi diriku di aliran sungan yang jernih.

Tadi aku benar-benar melihat mereka sendiri.....

"Hei, gadis muda!!!"

Aku melihat sekitarku. Aku benar-benar kebingungan, tak ada seseorang pun di sekitarku.

Aah....ini hanya halusinasi..

"Hei kau, gadis berambut coklat!!!"

Kali ini pemilik suara itu keluar, ia menampakkan diri sekarang. Wanita cantik, berambut coklat sebahu, dan suaranya lembut sekali. Sesosok itu menghampiriku.

"Apa yang kau lakukan di sini, Nona?"

"Eem....aku hanya mencari bahan makanan....."

"Ooh.....boleh aku tolong?"

"Ah, terima kasih....."

Dia mengantarku pada pepohonan yang tengah berbuah lebat. Ada pohon chery, anggur, apel, jeruk, dan beberapa jenis buah berry.

Kami memetik buah-buahan itu lalu meletakkannya pada sehelai kain tadi.

Ada satu hal yang mengganggu pikiranku tentang wanita berumur sekitar tiga puluh dua tahun ini.

Bajunya warna coklat? Kota mana dia?

"Mmm....boleh aku bertanya?"

"Tentu, apa saja boleh...."

"Kau dari kota mana?"

"Aku.....dari.....bagaimana menjelaskannya ya....yang jelas namaku........eem.....aku tidak mengatakannya. Bagaimana denganmu?"

"Tidak apa-apa.....namaku Fresca Castrie Varies"

"Aku benar-benar minta maaf... aku harus pergi. Kurahap kita bertemu lagi, Fresca...."

"Ah, terima kasih banyak, Nona!"

Perempuan itu berjalan menembus pepohonan yang menelannya. Ia sudah menghilang, tanpa jejak.

"Fresca!!"

Aku menoleh dari asal suara. "Kak Grey?"

"Dari mana saja kau?" Ia tampak khawatir.

"Aku baru saja mengambil makanan untuk makan siang kita." Aku menunjukkan buah-buahan. "Memangnya ada apa, Kak?"

"Kau telah meninggalkan tempat persembunyian terlalu lama! Sekarang ayo, kita kembali!"

Aku mengangguk kecil, kemudian mengikuti langkah besar Kak Grey dari belakang.

Kami melewati air yang menjadi perbatasan antara air terjun dengan tempat persembunyian.

"Dari mana saja kamu!?" Kak Hannie menghampiriku.

Aku tersenyum sambil memberikan helaian kain yang berisi buah-buahan.

"Uwaaa~" teriak Pyf dan Gissele bersama-sama sambil mengambil buah apel. Pada detik selanjutnya mereka sudah mengingit apel itu.

Aku menghela napas pelan.

The Black Shadow ForestCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang