Selesai ✔
Dan karenamu, semestanya mati untuk selamanya.
Hingga di dalam mimpimu, tertidur banyak penyesalan yang lainnya.
Untukmu yang tak mampu mebalikkan segalanya menjadi semula.
Berbuat salah bukan akhir dari segalanya. Tapi membawa sesal s...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gua emang berengsek. Tapi gua gak pernah berpura-pura jadi orang baik agar tidak terlihat berengsek.
-Abyan Cetta Reynand-
"Si setan balikin cleosekarang."
"Yan temenin bentar. Gitu amat lu sama sahabat karib."
"Tai lo karib. Udah, gua mau balik."
Sudah hampir lima belas menit sejak Remon dan Byan tiba di salah satu mall besar di kota Malang mereka masih asik berdebat. Pasalnya Remon dengan paksa menculik Byan untuk menemaninya membeli kado untuk Naili; pacar baru Remon.
Remon ini bisa dibilang payah dalam urusan cewek. Dan dia tahu betul siapa yang lebih jago dalam urusan mengaet cewek.
"Temenin gua cari kado dulu."
"Enggak, setan!"
"Gua traktir deh," tawar Remon.
"Lo kira gue gak punya duit? Lo ke mari aja pake mobil gue. Sok sokan mau neraktir orang, utang yang dulu aja belom bayar."
Seketika Remon cengengesan mendengar tentang hutangnya. Tapi Remon tidak mau menyerah ia bahkan dengan otaknya yang entah berisi apa memiliki ide dengan memasukan kunci mobil milik Byan ke dalam kolor celananya.
"ANJING! Cleo gue." Byan meringis jijik melihat cleo-nya bernasip buruk harus masuk ke dalam lembah menjijikan.
"Lebay bangsat. Konci mobil aja pake segala dikasih nama."
"Itu gantungannya lucu, setan." Kalau tidak mengingat ini tempat umum rasanya Byan ingin sekali meloroti pakaian dalam milik Remon demi menyelamatkan cleo. "Beneran mati lu Mon gua buat." Byan memiting leher Remon di bawah ketiaknya.
Keramaian mall beserta manusia yang berlalu lalang di dalamnya sesekali terkekeh melihat kelakuan sepasang pemuda itu. Bahkan pada ujung dekat salah satu pet shop mereka berbisik mungkin dua cowok itu suka sesama jenis. Ew.
"Yan, Yan plis Yan. Mau bunuh gua lo?"
"IYA!" jawab Byan mantap.
"Yan," Remon lalu memutar badan dan menghadap Byan lalu memasang wajah sangat memelas. Dengan mata puppy eyes miliknya, Remon kembali memohon. "Please, kali ini bantuin gue banget cari kado buat si Naili. Gue bingung harus kasih apaan. Lo kan tau gue suka banget sama Naili, Yan. Masa lo tega sih?"
Byan paling benci ketika Remon sudah memelas seperti ini. Meskipun orang-orang mengatakan Byan itu setan. Atau bahkan manusia tidak berhati. Tapi Byan paling tidak tega jika temannya sudah memelas. Rasa jijik dan kasihan selalu bercampur aduk jadi satu.