Ketika dibilang demi kebaikan
Demi segalanya baik-baik saja
Tapi suasana agar tidak runyam
Sementara aku tersudut
Tersendiri merasa meradang
Memikirkan hingga kefikiran
Demi, segalanya diatas namakan demi
Aku tersendiri
Ingin bertanya tapi tidak berhak
Bukan itu, tapi karna kata ntah
Rasanya ingin ku ntah kan saja semua
Fikiran meracuni isi kepala
Berbohonglah demi apapun agar tidak ada kematian secara tiba-tiba
Semuanya, akan baik-baik saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lembaran Penutup
PoesíaSatu hari, sampai hari ini aku masih berdoa kau membaca dan peka akan perasaan yang selalu ku utarakan lewat pesan angin singkat setiap pagi. Selamat beraktivitas, aku rindu. Semoga kita lekas ketemu.
