Berlabuh pada tahun yang kelam
Senang bersepi pada diri sendiri
Kau tidak berkarya dalam perasaanmu
Kau buat dalam penyakit sepi
Tak yang dilihat ketulusan dari sisi lain
Sepimu menjadikan nya abu
Kerasnya ego
Menolak ikhlas
Kerasnya raga
Memeluk hati sendiri
Dalam asa kau sebenarnya teriak
Dalam topeng, kau sangat ceria
Harus kah aku menolak dirimu ke hatiku?
Secuil puisi romantis yang tak kau baca
Buat kamu.
Sosok masa depan, yang aku damba.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lembaran Penutup
PoesíaSatu hari, sampai hari ini aku masih berdoa kau membaca dan peka akan perasaan yang selalu ku utarakan lewat pesan angin singkat setiap pagi. Selamat beraktivitas, aku rindu. Semoga kita lekas ketemu.
