part 7

500 37 14
                                        

.
.
.
.
.
.
.
.

"aisssh.... "

Tuk

Yesung berdesis kesal untuk kesekian kalinya. Dia kini berada di sebuah ruangan dimana ia mengobati orang orang yang membutuhkan keahliannya, dia bukan tabib tapi yesung paham keluhan para orang orang yang datang padanya. Dia bukan orang yang belajar untuk menjadi tabib tapi dia belajar untuk menolong orang dengan kemampuan dan pengetahuannya.

"yaak... Yaak.. Yakk... Kalian berdua berhentilah berputar dikepalaku!! "

yesung menghentakan kedua kakinya kesal, dia masih berdiri didepan sebuah rak yang penuh dengan ramuan obat herbal miliknya.

"....putra mahkota apanya... Haaah! Kalian salah memilih orang untuk kalian kelabuhi! Aku tidak bodoh! Kalian tauuu!! " seru yesung yang terus bermonolog seraya mengacungkan kayu penumbuk obat keudara yang sedari tadi ia bawa kemana mana.

"kalian membuatku gila...aaaargh! "

Flashback...

"ne... Majjayo... Aku putra mahkota... Wae?? " laki laki itu, guixian. Dia kini tengah bertolak pinggang dengan angkuhnya dan jangan lupa wajah yang ia tengadahkan keatas menambah kesan bahwa ia putra mahkota, sang calon penguasa silla.

"kau? Putra.... Putra mahkota?? Pfffftt...... " yesung mencoba agar tidak tertawa keras, sekuat tenaga ia menahan tawanya agar tidak menggelegar. Ia memegangi perutnya yang sedikit sakit karena menahan tawa, bahkan kini wajahnya memerah.

"....yak... Kau.. Pfffft" yesung menunjuk guixian yang masih berdiri ditempat laki laki itu kini bersedekap tangan saat melihat ekspresi wanita didepannya yang diluar dugaan.

'dia anggap perkataanku lelucon?? ' batin guixian yang memperhatikan bagaimana yesung menahan tawa sampai wanita itu berjongkok.

"baiklah... Huuuft..  Kau... Pftttt.... Kkkkkkk" pecah sudah tawa yesung.

"yak!! Apa yang lucu! "

"kau.... Kkkkk... Kau yang lucu, kau tidak tahu? "

"menyebalkan..." umpat guixian.

".....Aku ini benar benar putra mahkota!! " guixian kesal karena ditertawakan yesung sampai wanita itu tidak berhenti mengejeknya.

"huuuft.... " yesung mencoba menenangkan diri dan mengontrol tawanya. Ia menggirup udara lalu mengeluarkannya perlahan.

"tuan putra mahkota dan tuan ajudan dengar.... KALIAN BISA MENIPU ORANG LAIN TAPI BUKAN AKU!! "

Seruan yesung membuat guixian dan ryeowook berjingkat kaget bahkan membuat keduanya kini saling berpelukan.

"ryeowook ah..... " guixian merengek tanpa ingin melepaskan pelukannya pada ryeowook.

"yak... Sebenarnya apa yang terjadi, kau penguasa kenapa kau takut pada wanita tidak punya sopan santun itu huh? " bisik ryeowook seraya terus mencoba melepaskan tangan guixian dari bahunya.

Guxian terdiam 'benar juga.. '

"begini lebih baik.. " ujar ryeowook yang membetulkan pakaiannya yang kusut.

"kau akan menyesal nanti.. " ujar guixian, dia menunjuk yesung dengan suara tegas.

"setidaknya kalau kau ingin menipu orang kau harus betul betul memperhatikan diri, lihat dirimu... " ujar yesung.

Guixian memperhatikan penampilannya dari ujung kaki nya sampai baju yang ia pakai, ia sungguh ingin menguntuk dirinya yang begitu ceroboh. Baju yang ia pakai adalah baju yang sering ia pakai keluar istana tanpa pengawalan, belum lagi lumpur yang menempel ditubuhnya itu semakin membuat kesan dirinya adalah penduduk biasa. Bahkan badan pengemis tidak sekotor dirinya.

love from different Dimention.. Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang