6

20.9K 2.5K 167
                                        

Line
Dino kang cebok keliling

Guanlin tolol has changed the group name to "Dino kang cebok keliling."

Aryn
Woi anjing siapa yang ganti nama group

Adit
Lah iya anjir baru nyadar gue

Sopo
Celing celing... cebok keliling....

Aryn
Apaan si gak lucu

Guanlin tolol
Yang ganti aku sayang

Aryn
Pala lo meletus sayang

DoraTheExplorer
Wah ternyata Guanlin dan Aryn....

SofiaTheFirst
Wah ternyata Guanlin dan Aryn... (2)

Aryn
Awas aja besok

Aryn kesal setengah mati karena Guanlin. Merasa tidak terima dengan bercandaan yang Guanlin buat bahwa Papa nya bekerja sebagai tukang cebok keliling.

Hari ini hari Sabtu, biasanya hari libur Aryn gunakan untuk tidur seharian atau sekedar tidur-tiduran di kamar. Tapi karena tetangga, ralat, sahabat lama nya yang dulu pindah, ingin kembali lagi ke rumah sebelah. Jadi, tadi pagi Aryn membantu Mama nya membuat beberapa jenis kue kering.

Kemarin Kakak nya Aryn salah, Aryn di suruh pulang cepat hanya untuk belanja, kalau masaknya tadi pagi.

Aryn membuka ponselnya kembali, pas sekali dengan Guanlin yang meneleponnya.

Guanlin tolol is calling...

Awalnya Aryn tidak ingin mengangkat panggilan tersebut, namun Guanlin kembali meneleponnya membuat Aryn mau tak mau memencet tombol hijau, "Apa lo?!" ujar Aryn langsung setelah telepon tersambung.

"Buset dendam lo sama gue," balas Guanlin di seberang sana.

"Iya emang kenapa," Aryn lagi-lagi berujar dengan emosi, membuat perkataannya terdengar ketus.

"Jangan dendam dendam ah ntar sayang lagi," canda Guanlin dengan nada yang menurut Aryn sangat menjengkelkan.

"Tai," dengus Aryn.

"Lu gak cek group kelompok? Group yang namanya Dino kang cebok keliling tuh."

Mendengar nama group itu disebut, membuat emsoi Aryn kembali membuncah.

"Eh lo tau gak sih? Kadang bercandaan yang menurut lo biasa aja tuh punya arti yang beda dari orang lain. Lo gak mikir sebelum ganti nama group itu gimana kalo gue marah? Gak semua bisa lo jadiin candaan, Lin," omel Aryn.

"Ih sensi amat, lagi datang bulan ya?"

Pertanyaan konyol dari Guanlin bahkan membuat Aryn berdecih, rasanya Aryn ingin menginjak kepala Guanlin. Aryn menarik napas panjang dan membuangnya, berusaha menghilangkan emosi nya yang sudah berada di ujung kepala, siap untuk meledak.

"Lo telepon gue buat apa, anjing?"

"Kerja kelompok di rumah lo ya."

"Gak," jawab Aryn dengan cepat, amarahnya adalah salah satu alasan.

"Emang mau di mana lagi kalo bukan rumah lo?" tanya Guanlin.

"Ya di mana aja, asal jangan rumah gue."

"Gak ada yang bisa rumahnya, rumah gue ada pengajian."

"Najis."

"Kok najis."

Dengan pertimbangan, Aryn terpaksa mengiyakan kerja kelompok di rumahnya, dengan alasan hanya bisa sampai jam 5 karena setelahnya ia dan keluarga akan pergi.

"Ok sayang," ucap akhir Guanlin, menyetujui kerja kelompok hanya dari jam 1 sampai jam 5 sore.

Tanpa membalas perkataan Guanlin, Aryn langsung memutus sambungan telepon.

Berhubung Aryn belom mandi, maka sambil menunggu teman-temannya datang untuk kerja kelompok, Aryn akan mandi. Selesai mandi Aryn bilang ke Mama nya kalau teman-temannya akan datang ke sini untuk kerja kelompok.

"Ma, temen-temenku mau kerja kelompok di sini. Sebentar aja, gak apa-apa kan?" teriak Aryn sambil menuruni tangga dengan penampilan yang sudah rapih.

"Ih kamu tuh kebiasaan banget, jangan teriak-teriak, kalo satu komplek kupingnya budek semua gimana?"

Aryn menggerutu sambil menghampiri Mama nya yang sedang duduk di depan tv, "Ih si Mama, emang suara aku ampe segitunya apa."

"Ya emang kok."

"Temen aku lima orang ada yang mau dateng buat kerja kelompok, sebentar doang kok. Ya?"

"Pantesan mandi," cibir Mama.

Aryn langsung noleh, "Ih Mama."

Tak lama teman-temannya datang, dan Aryn menyuruh masuk. Mereka langsung bersalaman dengan Mama Aryn setelah sampai di dalam. Tak lama terdengar Guanlin yang bisik-bisik dengan Sopo.

"Eh gak ada Dino kan ya," bisik Guanlin yang masih bisa terdengar dengan Aryn.

Sopo menggeleng, "Gak tau dah Lin, kayaknya gak ada."

"Oh mungkin lagi kerja, biasa celing kan kudu keliling," jawaban dari Guanlin reflek membuat Aryn melotot, ia melayangkan telapak tangannya untuk menampol Guanlin.

"ADUH."

"MATI LO ANJING."

"YA AMPUN ARYN KAMU NGAPAIN?"

Entah setan mana yang merasuki tubuh Guanlin, lelaki itu berkata,  "Eh gapapa kok Tan, tadi ada nyamuk di punggung saya hehe."

Aryn hanya diam sambil melototi Guanlin.

Mama melirik Aryn, meminta penjelasan mengenai perkataan Aryn yang 'Mati lo anjing'.

"Tapi kok tadi Aryn teriak mati?"

Guanlin jawab, "Iya Tan, maksudnya Aryn tuh nyamuk nya yang mati."

"Ohh ya udah kalo gitu Tante tinggal ke dalem dulu ya."

Setelah memastikan Mama sudah di dalam, Aryn kembali melanjutkan, "Ngomong apa lo barusan hah?!"

"Aryn cantik hehehe. Ampun-ampun Ryn."

Karena Aryn tidak mau mereka terlalu lama di rumahnya, jadi Guanlin gak tidak ia gubris. Setelah selesai mengerjakan tugas —sebenernya sih 50% ngerjain 50% makan— Aryn mengusir teman-temannya.

Dora dianter Sopo, Sofia di anter Adit. Nah Guanlin alone deh....

"Ryn duluan, ya."

"Ryn pulang, ya."

"Dadah Aryn."

"Aryyynn dadahh."

Dan tanggapan Aryn adalah, "Iya sono lo pada pergi."

Sungguh terlalu.

"Nah lo ngapa belom pulang?!" tanya Aryn pada Guanlin yang masih berdiri di sampingnya.

"Kan Sopo sama Adit pada nganterin kecengannya tuh Ryn, nah lo gua anter, yuk."

Aryn melotot, "Gua bukan kecengan lo."

Tak lama terdengar suara klakson mobil yang berhenti di depan rumahnya.

Aryn menoleh dan terkejut bukan main, lantas Aryn berlari dan memeluk orang yang baru aja keluar dari mobil.

"AAAAAAAA SAHABATKUUU."

Tbc

Falling  -  Lai Guanlin ON REVISICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang