"Iya makasih ya Tan, kalo gitu saya pulang dulu, permisi."
Setelahnya Guanlin langsung memakai helm dan menaiki motornya. Saat ke luar dari halaman rumahnya Aryn, Guanlin melewati Aryn yang masih memeluk lelaki yang baru saja ke luar dari mobil.
~
"Sadam apa kabar? Kangen sama gue gak?"
Aryn langsung menghujani berbagai pertanyaan ke teman lamanya yang sudah dua tahun pisah.
"Dam, gue udah masak kue banyak bareng Mama gue, cobain ya?"
Sadam tersenyum, "Gosong gak?"
Aryn menggeleng dengan semangat sambil senyum, "Enggak dong, kan gue udah belajar."
Sadam mengangguk.
Sadam itu sahabatnya Aryn dari kecil. Dua tahun yang lalu Sadam dan keluarga harus pindah rumah karena Ayahnya yang harus dinas di luar kota. Tapi sekarang Sadam dan keluarga sudah kembali lagi, kembali ke rumah lamanya yang berada di samping rumah Aryn.
"Nih cobain, gue yakin lo pasti ketagihan. Apalagi yang ini nih, beh enak banget," ucap Aryn sambil menyodorkan berbagai jenis kue kering.
Sadam cobain satu-satu kue yang Aryn sodorkan, terakhir kali Sadam menyoba kue bikinan Aryn tuh gosong, rasanya absurd. Beda jauh sama yang sekarang, ya bisa dibilang enak.
"Gimana-gimana?"
Sadam mengangguk puas, "Enak kok."
"Yeaayy."
Setelah nyobain kue bikinan Aryn, Sadam kembali ke rumahnya, ingin beres-beres dan istirahat. Sedikit penjelasan tentang Sadam, Sadam ini mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, sama kayak Kak Tio. Seharusnya Sadam udah kerja, tapi waktu untuk kuliah dia tertunda karena ada masalah.
"Bye Sadam, nanti malem kita ngobrol ya di balkon," ucap Aryn sambil melambaikan tangan ke Sadam.
Setelah memastikan Sadam memasuki rumahnya, Aryn kembali ke kamarnya, namun Aryn teringat sesuatu.
"MAAAA, GUANLIN UDAH PULANG YAA????"
~
Panik. Aryn panik. Tau kenapa?
Dia telat 10 menit.
"Kamu tuh ya kerjaannya telaaat mulu, kali ini alasannya apa? Hah?"
Sekalipun Aryn tidak pernah melawan Guru. Tapi untuk kali ini Guru piket nya salah. Jadi, Aryn menjawab.
"Ih si Ibu, saya baru pertama kali telat juga, dibilangnya berkali-kali. Gimana si Ibu," jawab Aryn kenceng.
Guru piketnya makin melotot, "Saya gak ngomong sama kamu!"
Loh?
Aryn nengok ke belakangnya.
"Eanjir."
Pernah ngerasain malu? Atau kaget? Atau pernah dua dua nya sekaligus.
Aryn kaget plus malu. Kaget karena ada Guanlin di belakangnya, malu karena dia mengira omelan dari Guru piket itu buatnya, padahal buat Guanlin.
Aryn menunduk, hingga giliran ia yang ditanya.
"Kamu kenapa telat?"
"Anu Bu, kesiangan."
"Halah pasaran."
"Hah kenapa Bu?"
"Pasaran."
"Apanya yang pasaran Bu?"
"Jawaban kamu."
"Jawaban saya? Kenapa jawaban saya?"
"Gak jadi. Udah, mending kamu bersihin lapangan basket aja sana. Pusing Ibu."
"Minum obat Bu kalo pusing."
Guru piketnya melototi Aryn karena jawaban Aryn, sementara Guanlin yang posisinnya sudah di sebelah Aryn tertawa lalu menarik tangan Aryn untuk dibawa ke lapangan basket.
Sampai di lapangan basket, Aryn berjalan ke lemari yang berada di pojok, lemari yang menyimpan alat-alat kebersihan untuk lapangan basket.
"Gak usah nyapu, guru gak ada yang cek. Santai aja."
Langkah Aryn terhenti karena perkataan Guanlin, Aryn menoleh melihat Guanlin yang sedang duduk di tribun, "Bener gak?"
"Bener elah."
Abis itu Aryn nyusul Guanlin yang lagi duduk, meluruskan kakinya, lelah karena harus lari-larian mengejar waktu yang padahal akan tetap telat juga.
"Lin, beliin gue minum dong."
"Males."
Aryn menimbang apakah ia akan pergi ke kantin atau tetap di sini. Karena suasana di sini awkward parah, atau Aryn harus cari topik untuk ngobrol sama Guanlin? Ah tapi Aryn tidak pintar cari topik. Akhirnya Aryn memutuskan untuk diam saja, biar Guanlin yang nanya Aryn yang jawab.
5 menit.
10 menit.
20 menit.
Suasan semakin awkward karena tidak ada percakapan di antara mereka.
Akhirnya Aryn memberanikan diri untuk bertanya, "Eh Lin, kemaren kok lo pulang gak bilang-bilang?"
"Emang lo siapa mau pulang pake bilang dulu ke lo?"
"Ya elah Lin gue kan cuma tanya."
"Ya abisan lo langsung ninggalin gue pas temen lo dateng."
Aryn muter matanya, "Dia namanya Sadam."
"Ya bodo amat, gue gak nanya."
"Ih kok lo nyolot."
"Yang nyolot siapa?"
"Lo."
"Jadi suka suka siapa?"
"Ya lo lah."
"Nah ya udah."
Aryn merasa bego.
Kapan mereka akur ya.
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
Falling - Lai Guanlin ON REVISI
Fiksi Penggemar"I miss you. No, let me correct that, I miss the old you. I miss the old you that cared about me." #85 in fanfiction - 5 desember 2017 #27 in wannable - 19 juli 2019 #24 in wannable - 14 desember 2019 #48 in wannable - 10 agustus 2020
