5. Tidak terduga

7.7K 685 12
                                        

Raja Shi tengah duduk di tempat yang disediakan, bersamaan dengan Mingyun yang duduk di tempat disebelahnya. "Siapa yang menyangka, sudah lama sekali Raja Shi. Ku kira kau dan kaum mu telah menghilang..", Kaisar Da berujar seraya mengusap dagunya.

Raja Shi tersenyum tipis. Menunjukkan kewibawaannya sebagai seorang raja, "Itu karna kaum manusia yang terlalu posesif dalam memenangkan wilayah dan kekuasaan, Yang Mulia. Kami para singa tentu saja tidak ingin mengambil resiko untuk ikut dalam perebutan wilayah, sehingga kami memutuskan untuk bersembunyi dari dunia..", Jelas Raja Shi mempertahankan senyuman diwajahnya.

Pangeran Huohong tertawa geli. Menunjukkan ekspresi wajah tidak sukanya secara terang-terangan, tapi Raja Shi sama sekali tidak peduli. Dia itu singa, yang telah berumur beratus bahkan beribu tahun lamanya. Kaisar Da tentu menyadari ketidak sukaan putranya itu pada Raja Shi, sementara pria itu terlihat tenang dengan tatapan sang putra mahkota.

"Ehem..", Kaisar Da berdehem.

"Kau benar, Raja Shi. Manusia memang begitu, cinta dengan kekuasaan juga kekuatan. Tentu saja untuk kaum kalian yang memang sudah terlahir dengan kekuatan dan kekuasaan tidak akan mengerti dengan kami, Kaum manusia..", Ujar Kaisar Da menyunggingkan senyuman sinis yang jelas-jelas tengah memandang rendah Raja Shi juga kaum singa.

Tapi sekali lagi, Raja Shi tetap saja Raja Shi. Tidak akan terpengaruh oleh sikap alami manusia yang terkadang selalu angkuh dan haus akan kekuasaan, bahkan kaum manusia terkenal akan sifat buas yang lebih dari kaumnya, para singa. Kaum manusia akan saling membunuh jika diperlukan hanya demi sebuah wilayah yang sebenarnya tidaklah penting.

"Membicarakan tentang kekuatan dan kekuasaan, Raja Shi sendiri yang telah memiliki keduanya sejak lahir datang ke istana Da ini untuk apa? Apa ada hal yang ingin dibicarakan atau hal lainnya?", Tukas Kaisar Da bertanya setelah kesenyapan sesaat yang tercipta karna tidak ada yang berbicara satupun.

Raja Shi beranjak berdiri dari tempatnya duduk. Berjalan ke tengah-tengah ruangan. Perlahan membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada Kaisar Da yang mengernyit heran. "Karna Yang Mulia sudah bertanya, maka saya akan langsung mengatakan maksud kedatangan saya hari ini ke istana Da ini..", Ujar Raja Shi dengan tanpa mengurangi sedikitpun rasa hormatnya pada Kaisar Da.

Kaisar Da terlihat menanti apa yang ingin dikatakan oleh Raja Shi, terlihat dari raut wajahnya yang penasaran.

"Saya ingin menikahi putri Mingyun..", Ujar Raja Shi masih memandang lurus kearah Kaisar Da yang terlihat sedikit terkejut, lain halnya dengan sang putra mahkota yang justru sangat terkejut dan tentu saja langsung melayangkan rasa keberatannya.

"Ayahanda, Aku tidak mengijinkan. Mingyun adalah milikku!", Ketus putra mahkota, yakni Pangeran Huohong.

Kaisar Da justru tidak peduli dengan rasa keberatan anaknya itu, dan lebih terlihat sangat senang dengan lamaran Raja Shi. Dibalik senyumannya tersembunyi niat buruk yang bisa dibaca oleh Mingyun dengan baik,

***

"Ayahanda!", Pekik putra mahkota, Pangeran Huohong seraya melangkah memasuki ruang kerja sang ayah, yakni Kaisar Da.

Sang ayah menaikkan alisnya sebelah dan mendongakkan wajahnya sedikit untuk melihat kearah datangnya sang putra, dari penglihatan Kaisar Da sendiri dia yakin putranya datang untuk memprotes soal persetujuannya terhadap pernikahan Mingyun dengan Raja Shi.

"Kau terlihat kesal, Putraku..", Seru Kaisar Da menyunggingkan senyuman sinis diwajahnya.

Pangeran Huohong mendengus, meski tidak mengurangi sedikitpun ketampanannya.

"Menurut ayahanda?", Tanyanya pada Kaisar Da dengan kening yang mengernyit.

Kaisar Da tertawa keras. Meletakkan lembaran kertas ditangannya ke atas meja dan berjalan memutari meja kerjanya, dan berjalan perlahan ke arah sang putra mahkota. "Ayahanda mengerti, kau melihat gadis itu cantik makanya kau sangat menginginkannya. Tapi tidak usah khawatir, Huohong. Ayahanda sudah mencarikanmu calon permaisuri kelak ketika kau sudah saatnya mengantikan ayah.."

Pangeran Huohong menepis tangan Kaisar Da yang menepuk-nepuk bahunya dengan penuh rasa sayang dan bangga dengan keputusannya sendiri, tatapan tajam putra mahkota itu menandakan bahwa dia semakin kesal dan marah pada sang ayah.

"Aku sama sekali tidak mau, Ayahanda!", Pekik Pangeran Huohong melotot sempurna kearah Kaisar Da.

Plak!

Sebuah tamparan dilayangkan oleh Kaisar Da pada wajah tampan Pangeran Huohong, menyebabkan stempel lima jari melekat sempurna pada wajah Pangeran Huohong.

"Cukup, Huo'er! Ayahanda tidak ingin membahasnya lagi, yang pasti sampai kematian menjemputku aku tidak akan mengijinkanmu bersama gadis itu. Keluarlah dari ruanganku sekarang, dan pergi belajar diperpustakan istana..", Pintah Kaisar Da dengan tegas dan terlihat tidak mempedulikan Pangeran Huohong yang terus melayangkan rasa keberatannya.

Sementara itu, Mingyun sudah ditarik pergi oleh Raja Shi untuk ikut bersamanya ke istana Bing. Seharusnya gadis itu masih tetap di istana Da, tapi atas perintah Kaisar dia diminta untuk tinggal di istana Bing bersama Raja Shi dan mengadakan upacara pernikahan sederhana mengingat Raja Shi itu sendiri yang tidak ingin terlalu terekspos oleh dunia luar.

"Raja Shi--", Lirih Mingyun yang sedikit berjalan cepat mengikuti langkah Raja Shi yang cepat.

Pria itu berhenti. Menolehkan kepalanya menatap kearah Mingyun, "Kenapa?"

Mingyun tertunduk saat sepasang mata Raja Shi yang tajam menatapi wajahnya, debaran aneh terdengar oleh dirinya sendiri. Tubuhnya terasa panas dingin, dia mengira dirinya sedang gugup atau takut pada sosok Raja Shi.

"Mingyun..?", Raja Shi menjulurkan kedua tangannya. Mengarahkannya ke kedua sisi wajah Mingyun, menempelkan kedua telapak tangannya pada bagian atas rahang gadis itu, mengangkatnya hingga mata keduanya saling bertemu satu sama lain. 

"Kau kenapa..?", Tanya Raja Shi heran dengan Mingyun yang terlihat menghindari tatapannya. Gadis itu mengelengkan kepalanya, kembali menundukkan kepala dan menyembunyikan wajah merahnya dari Raja Shi.

"Kau menghindari tatapanku, mingyun..", Lirih Raja Shi mengangkat dagu Mingyun dengan jari telunjuknya yang ditekukkan.

Kali ini keduanya benar-benar saling memandangi satu sama lain, hingga tanpa sadar Raja Shi mulai mendekatkan wajahnya, mengecup pelan bibir Mingyun yang kering karna rendahnya suhu di daerah hutan Bing.

"Hm, Kalau aku menatapmu kau malah menghindar, sekalinya soal ciuman kau malah diam saja. Apa..kau sengaja, Mingyun?", Goda Raja Shi pada Mingyun yang langsung tersipu malu dan mengelengkan kepala dengan kuat seolah ingin menghindari tuduhan Pria itu padanya.

"Ti-- Tidak, siapa yang bilang begitu?!", Pekik Mingyun menepis tangan Raja Shi dan berjalan cepat mendahului pria itu.

Raja Shi tertawa kecil melihat tingkah mengemaskan Mingyun, dengan kemampuan khususnya dia berhasil menyusul gadis itu dan berdiri tepat dihadapannya. Mingyun yang terkejut nyaris terpeleset jatuh namun berhasil ditangkap oleh Raja Shi yang menarik tangannya dan justru dia yang jatuh karna tubuh Mingyun menubruk kearahnya,

"Lihat? Kau agresif sekali, Mingyun..", Tuduh Raja Shi dengan posisi terlentang di atas permukaan tanah yang ditutupi salju.

Mingyun dengan kedua tangan berada di atas dada Raja Shi, gadis itu terkejut dan hendak bangun dari atas tubuh Raja Shi, tapi pria itu justru menarik tubuh Mingyun dengan melingkarkan tangannya kekarnya ke belakang pinggul Mingyun.

"Ya-- Yang Mulia..",

Tbc.

[COMPLETE] Lion King's HeartCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang