Mingyun terlihat resah, sejak dari tadi dia terus berjalan berkeliling di sekitaran ruangan tempat di mana dia tinggalkan. Menurut para pelayan, tempat itu adalah kamar milik Raja Shi. Dimana kini telah di hiasi dengan hiasan indah, yang merupakan hiasan kamar pengantin.
Sesekali Mingyun akan tersenyum sendiri melihat betapa indahnya kamar yang terbuat dari dinding es itu, mengkilap dan berkilauan. Pastilah mimpi dia akan menempati kamar seindah ini, menurutnya. "Ini sudah berapa lama sejak Raja Shi pergi..?",
Pelayan yang berada di sebelahnya membungkuk sedikit, "Menjawab anda, Nona. Yang Mulia telah pergi selama 5 jam lamanya bersama penasehat Ma..", jawab pelayan itu pada Mingyun yang hanya mengangguk-angguk seperti gadis kecil yang polos mengerti.
Lagi-lagi gadis itu berjalan ke sana ke mari, mengitari sekitaran kamar itu sekali lagi. Para pelayan saja sampai merasa risih melihat tingkah gadis itu, mungkin mereka tidak bisa merasakan perasaan Mingyun saat ini yang tengah merasa bosan dan kesepian.
Yang Mulia lama..
Apa dia sangat sibuk ya? Tapi tidak mungkin sampai menyia-nyiakan malam pertamanya bukan?
"Tunggu..", Serunya tiba-tiba membuat para pelayan di sana tersentak. Gadis itu tentu menyadarinya dan langsung cengegesan sebelum akhirnya berjalan menjauh dan mendudukkan diri di atas ranjang, "Bi-- Bisakah kalian keluar? Aku akan memanggil kalian jika aku memerlukan sesuatu..",
Para pelayan itu lansung melaksanakan, dan berangsur meninggalkan ruangan. Fiuh~ Sekarang aku harus memikirkan bagaimana untuk memulai malam pertama, sebelum Raja Shi kembali..
"Tapi, bagaimana? Aku tidak tau harus memulainya darimana..", Gumamnya seraya menempatkan tangannya menyangga dagu lancipnya. Gadis itu meneliti sekitarannya lagi, meski sudah nyaris sepuluh kali dia melewati setiap sudut ruangan itu. "Apa aku harus melepaskan pakaian? A-- Atau pura-pura tidur saja, dan membiarkan Yang Mulia memulainya sendiri?",
Mingyun tersipu malu, keningnya mengernyit geli mendengar ucapannya sendiri. "Apa yang ku pikirkan? Kenapa aku berpikiran kotor seperti ini???", Marahnya pada dirinya sendiri sambil menepuk-nepuk kedua sisi pipinya.
"Tapi..lalu kenapa? Lagipula setelah ini kami juga akan resmi menjadi suami istri bukan?", Mingyun kembali berpikiran positif yang sedikit negatif. Gadis itu kini menampar dirinya sendiri agar kembali normal pada dirinya semula,
"Yang Mulia..", Terdengar suara para pelayan yang menyambut. Mingyun sempat tersentak dan salah tingkah sebelum akhirnya membaringkan diri untuk pura-pura tidur, jantungnya berdebar tidak karuan, keringat dingin memenuhi tepian wajahnya.
"Mingyun..Apa kau sudah tidur?",
***
Sebelumnya, ketika Penasehat Ma bertanya pada Raja Shi tentang maksud dari perkataannya. Pria berambut putih itu menghela napas, mengambil posisi duduk di atas kursi es. "Matanya..", Penasehat Ma mengernyit seraya memiringkan kepalanya.
"Maaf, Yang Mulia?", Pria berpakaian biru laut itu bertanya heran. Sementara Raja Shi memejamkan matanya mengingat sesuatu yang tidak ingin di ingatnya sama sekali,
"Mu Shi..", Lirih Raja Shi dengan mata yang masih terpejam.
Penasehat Ma menatap mengerti pada akhirnya, kemana arah pembicaraan Raja Shi sejak dari tadi dengan dirinya. "Maksud Yang Mulia, Nona Mingyun punya mata yang mirip dengan milik Mu Shi??", Tanya pria berpakaian biru laut itu pada Raja Shi yang hanya mengangguk dan masih memejamkan matanya dengan tangan yang memijiti keningnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[COMPLETE] Lion King's Heart
Fantasy[Bukan Novel Terjemahan] 'Jika kau pergi aku akan mati, jika aku mati maka kau bukanlah lagi milikku' Jadilah hatiku, hati dari sang raja singa ini..
![[COMPLETE] Lion King's Heart](https://img.wattpad.com/cover/128416200-64-k823931.jpg)