Meski sebelumnya sudah ku berikan visualisasinya, tapi untuk menambah panjang epilog :V akan ku berikan visualisasi yang baru~
1. Raja Shi
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
2. Da Mingyun
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
3. Penasehat Ma
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
4. Pangeran Huohong
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*EPILOG*
"Mingyun---",
Dia tidak menjawab, justru berbalik dan membenamkan wajah cantiknya ke ranjang. Raja Shi terkekeh geli melihat kelakukan istrinya itu, sehingga memancingnya untuk mengerjai Da Mingyun, Ratu Shi, Permaisuri Da. Dengan pelan Raja Shi naik ke atas ranjang, berbaring kemudian melingkarkan tangannya ke perut Mingyun yang sedikit membesar, "Mingshin, lihat? Ibundamu sangat pemalas, tidurnya seperti kuda nil!",
"Enak saja! Lagipula aku ini harimau, Yang Mulia Kaisar Da yang terhormat dan tampan!", Balas Mingyun cepat, berbalik dan mendapati Raja Shi---atau lebih tepatnya, Kaisar Da yang baru, tengah berbaring disampingnya, dengan wajah yang tepat berada di depannya. Membuat Mingyun bahkan bisa merasakan hembusan napasnya, sngat menyejukkan. "Yang Mulia sendiri kenapa masih disini? bukankah seharusnya Yang Mulia menghadiri rapat rutin pagi bersama para pejabat lainnya?",
Raja Shi, atau sebutan barunya Kaisar Da menghela napas, mempererat pelukannya pada sang istri. Kemudian sambil memejamkan mata dia berbisik di depan wajah Mingyun, Permaisuri Da. Berkata, "Terima kasih telah mengatakan bahwa aku tampan, tapi kenapa kau terus menjauhiku? Bukankah orang tampan akan selalu di dekati? Lalu kenapa kau selalu menjauhiku akhir-akhir ini?",
Mingyun terkekeh, dia mengerti. Kaisar Da ini, tengah merasa terabaikan olehnya. Ya, tidak bisa dipungkiri, dibalik dirinya yang sibuk mengurusi negara menyebabkannya tidak memiliki waktu menemani sang istri, disisi lain, dia juga harus mengurusi Istana Bing, meski kini dia menyerahkannya kepada Penasehat Ma untuk menyelesaikan semua persoalan disana, dan memimpin rakyat singa dengan baik. Disisi lain-lainnya, Mingyun selalu menghindarinya. Entah untuk alasan apa,
"Mm", Mingyun bergumam.
Kaisar Da menanti-nanti jawaban dari Permaisurinya itu, hingga dia sendiri tidak sadar telah ikut membuka mulutnya bersamaan dengan Mingyun. Wanita cantik itu terkekeh, melihat kelakuan suaminya yang aneh. Lalu dengan lembut dia berkata, "Itu karna saya sedang mengandung, dan berdasarkan nafsu Yang Mulia yang begitu mengerikan bagaimana saya dan Mingshin akan baik-baik saja??",
"Oh, Jadi---aku tidak boleh menyentuhmu, istriku selama 9 bulan???", Tanya Kaisar Da dengan wajah memelas.
Mingyun mengangguk, kemudian memberi Kaisar Da sebuah kecupan dibibir. Sambil tersenyum, dia berujar, "Saya yakin, Yang Mulia akan bisa menjalankannya. Hanya 9 bulan, tidak selamanya. Lagipula dengan tugas yang bertumpuk di meja anda, 9 bulan terasa seperti 3 hari..", Dengan masih mempertahankan senyumannya dia lalu menakup kedua sisi wajah tampan Kaisar Da, kembali memberinya kecupan.
"Jika--", Dia melanjutkan, "Yang Mulia tidak tahan, Yang Mulia bisa mencari gadis muda untuk menemani Yang Mulia. Saya---tidak keberatan", Ada nada kesal dari cara bicara Mingyun dan Kaisar Da mengerti, istrinya pasti telah mendengar pembicaraannya dengan para pejabat. Memang benar, seorang Kaisar biasanya akan dituntut untuk memiliki banyak istri, demi apa? demi banyak mendapatkan keturunan sehingga kekaisaran dapat terus berjalan. Namun, dimata Kaisar Da, hal itu justru akan menimbulkan konflik berlebihan. Perebutan tahta, harta dan wanita. Kenapa tidak satu penerus dalam satu generasi saja? Jika mengatakan soal tahta dan harta adalah hal yang tidak akan pernah habis, jika itu wanita, tentu saja harus memilih untuk mencintai cukup satu orang saja.
Untuk apa banyak istri jika tidak bisa mencintai? Bukankah akan sangat menyakitkan bagi kedua pihak? Logikanya, Jika dirinya (Kaisar Da) menikah lagi, menghabiskan kira-kira setengah bulan, mungkin hatinya akan segera berubah. Dan Mingyun, wanita itu akan perlahan terlupakan, dia tidak ingin. Tidak ingin menyakiti Mingyun, itu sebabnya dia memutuskan, dia hanya akan memiliki Mingyun, cukup Mingyun seorang. Tiada yang lain, "Kalau aku tidak mau?",
"Ya--Ya sudah kalau tidak mau, saya-kan hanya menyarankan saja!", Mingyun membalikkan badannya memunggungi Kaisar Da. Pria itu terkikik melihat kelakukan istri manisnya.
Dia (Kaisar Da) lalu mendekatkan diri, memeluk Mingyun dari belakang. Menempatkan wajahnya di antara bahu dan leher Mingyun yang sedikit menegang, "Ya sudah, aku akan mencari Nona Xia saja, sepertinya dia tertarik untuk menjadi selirku..", Gumam Kaisar Da ditelinga Mingyun. Namun yang di dapatnya justru pukulan di dadanya berkali-kali.
"Kau berani?!", Pekik Mingyun dengan wajah cemburut.
Kaisar Da terkekeh, "Tidak berani, nanti istri berperut besarku akan marah dan mulai mengabaikanku lagi..",
"Bagus kalau tau!", Mingyun tertawa senang. Dia mengelus dada Kaisar Da kini, membiarkan pria itu merasakan kenyamaan setelah kesakitan barusan, meski dia yakin, Kaisar Da sama sekali tidak merasa kesakitan. Kemudian dengan senyuman penuh kemenangan, Mingyun kembi berkata, "Sana pergi, Aku mau mandi!",
"Hm, Kalau sudah nanti temui aku di aula utama. Kita akan menyapa semua rakyat dari atas balkon istana, biarkan semua orang melihat betapa cantiknya Permaisuri mereka. Dan hanya aku! Kaisar Da, Juga sekaligus Raja Shi, pemiliknya!!!", Kaisar Da berseru. Dia mencium bibir Mingyun ketika keduanya telah beranjak dari atas ranjang, bersiap untuk menjalankan aktivitas baru, kehidupan baru. Karna, hari ini, hari dimana dunia akan mengenal Kaisar dan Permaisuri baru mereka. Serta mengumumkan pada dunia, bahwa tidak akan ada lagi kaisar yang kejam, melainkan Kaisar yang mencintai rakyatnya.
Dia bukanlah monster, dia adalah seseorang yang berhak di cintai, disayangi dan dihormati.
Dia..
Shī zǐ zhī wáng
-EPILOG END-
Fiuh~ satu tugas lainnya selesai, kkkkk Makasih sudah bekerja sama denganku dalam setia menunggu meski aku lama update dan agak resek, 😂😂 suka ngantungin cerita, harap memaafkan.
Jika berkenan, kunjungi karya-karya ku yang lainnya. Dan untuk sekedar info, semua cerita ku adalah asli buatan sendiri, bukan bentuk terjemahan dari buku manapun, penulis manapun, jika ada kesamaan nama, latar, waktu dan juga jalan cerita, mungkin itu takdir😂 tapi sekali lagi, aku tidak pernah menjiplak atau apapun, asli pemikiran sendiri. Jadi pastikan kalian tidak salah paham~ Ada banyak bukti jika ada yang ingin menuntut aku, bisa dilihat dari tanggal publishnya, terus setiap partnya di update tanggal berapa siapa yang duluan update, dan banyak lagi.