7. Se Dingin Es

7.3K 581 33
                                        

Mingyun tidak akan pernah melupakan kejadian semalam, ketika Raja Shi yang bertubuh gagah dan juga kokoh menjelajahi setiap inci tubuhnya. Ada perasaan yang tidak akan pernah bisa Mingyun hilangkan dari hatinya,

"Kau kenapa?", Penasehat Ma bertanya pada Mingyun yang sejak dari tadi tersenyum ceria sambil memakan cemilan yang di sajikan oleh para pelayan.

Gadis itu menoleh, mengeleng dengan cepat dan kembali tersenyum sendiri. Aku mungkin terlalu bahagia, Penasehat Ma..

*FlashBack*

"Ya-- Yang Mulia??", Mingyun yang terkejut tidak bisa mengedipkan matanya sedikitpun. Sepasang matanya ditutupi oleh telapak tangan Raja Shi yang besar, "Maaf, Mingyun. Tapi aku mohon, jangan membuka matamu sedikitpun. Jangan membiarkan aku melihat sepasang matamu itu..",

Mingyun tidak mengerti, tapi tidak ingin bertanya. Gadis itu mengangguk, dan membiarkan Raja Shi perlahan melepaskan seluruh pakaiannya, sehelai demi helai. Tanpa menyisakan sehelai kainpun menempel pada tubuh gadis itu,

Telapak tangan yang menutupi mata Mingyun berganti menjadi sebuah kain putih yang melingkar dan di ikat pada bagian belakang kepalanya, "Biarkan aku menutup matamu seperti ini, Mingyun. Aku janji akan membiarkanmu membukanya tapi setelah aku pergi..",

Pergi? Kemana? Mingyun bertanya-tanya dalam hati, tapi tetap dia tidak ingin bertanya. Lebih memilih untuk mengeluarkan desahan kecil ketika dirasanya sebuah telapak tangan yang dingin menyentuh bagian dada sebelah kirinya,

Kemudian, diikuti erangan ketika tangan itu meremas buah dadanya. Terasa basah ketika sepertinya Raja Shi memainkannya mengunakan mulutnya, kedua tangan Mingyun ingin sekali mendorong kepala Raja Shi dari sana. Tapi tidak berdaya karna pria itu mencengkramnya dengan kuat,

"Yang Mulia..", Desisnya lemah karna terbuai oleh sentuhan Raja Shi kepada dirinya. Pria itu tidak berhenti, dan justru semakin ganas. Dengan mulai memainkan lebih dari sekedar buah dada Mingyun, dan beralih ke bagian yang lebih bawah.

Jari tangan Raja Shi bermain di atas pusar Mingyun, mengelitikinya hingga gadis itu tersentak beberapa kali karna sensasi aneh yang di rasakannya. Matanya berhenti tepat di bagian terlarang milik Mingyun, memperhatikannya sejenak.

Sungguh, jika Mingyun bisa melihat hal ini mungkin gadis itu akan tersipu dan berusaha menutupi daerah terlarangnya itu dari Raja Shi. Tapi tidak sampai di sana, karna pria itu tiba-tiba saja beranjak naik dan naik lagi. Mengusap lembut bibir Mingyun, dan menambatkan bibirnya sendiri disana.

Memberikan Mingyun sebuah ciuman panas, melumatnya sedikit kasar. Ternyata, pria itu ingin meredakan perasaan Mingyun, dan berharap gadis itu tidak akan kesakitan ketika dirinya memasuki tubuh Mingyun lebih dalam lagi. Pria tetaplah pria, bagaimanapun tidak akan tahan jika di depannya terdapat seseorang yang mengodanya.

Meski Mingyun mengodanya secara tidak langsung, "Mingyun..", Lirih Raja Shi seraya mengerakkan tubuhnya naik turun. Mingyun yang di panggil sendiri hanya bisa memejamkan matanya yang tertutupi kain putih menahan rasa sakit,

Darah segar mengalir membasahi bagian terlarang Mingyun, begitu juga dengan milik Raja Shi ketika pria itu mengeluarkannya dari dalam sana. Kemudian memasukkannya lagi membuat Mingyun tersentak beberapa kali,  "Yang Mulia..sa-- sakit..",

Raja Shi terdiam sejenak, mengusapi keringat yang membasahi wajah cantik gadis itu. "Jangan takut Mingyun, ini tidak akan bertahan lama. Aku akan sebisa mungkin tidak menyakitimu..",

[COMPLETE] Lion King's HeartCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang