Bagian 12

1.3K 207 23
                                    

Sudah lebih dari seminggu pasca pelaksanaan operasi yang di jalani Jaejoong, dan sudah 4 hari yang lalu Jaejoong tersadar dengan senyum secerah cahaya mentari. Dan hari ini adalah hari yang membahagiakan karena Jaejoong sudah di izinkan untuk pulang. Ya, keadaan Jaejoong sudah membaik, atas prosedur rumah sakit, Jaejoong di izin kan pulang.

Hari ini Daniel sengaja datang bersama kekasihnya, Elvin. Untuk menjemput Jaejoong. Daniel berencana untuk membawa Changmin dan Taekwoon jalan-jalan sebentar untuk mengulur waktu agar Jaejoong dan Yunho bisa berbicara secara leluasa tanpa ada gangguan apapun yang menghalangi.

"Ayo pulang" Ujar Yunho mengapit lengan Jaejoong dengan senyum penuh wibawa miliknya yang belum sirna. Jaejoong merasa lengkap, ternyata semua akan berakhir bahagia.

Sedangkan Elvin melihat kedetakan mereka hanya dalam diam, Dia mempunyai pemikiran yang sedikit mengganggu akan semua ini. Memang rahasia antara Elvin dan Daniel bahwa Elvin mempunyai keistimewaan untuk melihat kabut masa depan yang tidak boleh di bocorkan karena sudah takdir alam dan tuhan. Jika sampai di bicarakan tentang apa yang akan terjadi, Konsekuensi yang mengerikan akan datang, keseimbangan alam akan terganggu.

Elvin mengeratkan genggamannya pada jemari Daniel, dan Daniel pun merasa ketakutkan Elvin. "Tidak apa" ujarnya menenangkan. Tak lama Elvin menitikan air mata, memang tidak ada yang melihat. Karena mereka berjalan di belakanf sendiri, sedikit menjaga jarak antara keluarga Jung.

"Kau tahu apa yang ku lihat?" Tanya Elvin. Memang kebiasaan Elvin selalu membuat puisi untuk menyampaikan pesan. Bukan pesan secara gamblang.

"Apa?" Tanya Daniel yang ikut penasaran akan apa yang menganggu Kekasihnya, Daniel rasa pengelihatan yang buruk tentanf keluarga Jung. Mungkin saja. Daniel hanya menebak.

"Huft, bukan apa-apa. Aku hanya terlalu cemas terhadap mereka, terutama Jaejoongie, kau tahu bukan? Hal kecil saja bisa ku perbesar jika mengangkutnya" ujar Elvin yang membuat Daniel terdiam.

Siapapun tahu, jika wanita itu hanya berusaha untuk memancarkan raut biasanya, siapapun tahu, jika Elvin menyimpan beban disana. Ya, siapapun tahu.

*
*
*

Mereka tiba di rumah keluarga Jung dengan Changmin dan Taekwoon yang berada di mobil milik Pasangan normal yang dekat dengan keluarga mereka. Jaejoong dan Yunho tiba terlebih dahulu, pintu sudah terbuka lebar.

Dengan langkah biasa, mereka berbincang ringan seraya memasuki rumah tersebut. Seorang pria manis menyambut keempatnya. "Selamat datang Nona, Tuan, mari masuk" ujar pria manis tersebut. Sedangkan Elvin hanya melihat dengan raut yang sulit di jelaskan.

"Ada apa?" Bisik Daniel yang melihat raut perubahan dari gadis yang tangannya sedang dia genggam tersebut.

"Bukan apa-apa" Ujar Elvin yang tidak ingin membuat pria di sampingnya ini khwatir.

"Apa semua baik?" Tanya Daniel memastikan.

"Baik, jika kesetiaan masih berada pada tingkat tertinggi dalam jajaran cinta" Ujar Elvin sedikit membingungkan bagi Daniel. Akan tetapi, Daniel tahu, jika semua menyangkut kakak kesayangan kekasihnya, yaitu Jaejoong.

"Sudalah, ayo masuk! Taekwoon dan Changmin bahkan sudah masuk terlebih dahulu" Daniel menyeret pelan kekasihnya.

Ketika mereka sudah memasuki rumah, Kedua Jung kecil memasuki kamar mereka, kebetulan Taekwoon berada di kamar Changmin, sedangkan Daniel, Elvin, Yunho, Dan Jaejoong berbincang di ruang keluarga. Tetapi satu-satunya gadis disana tidak berbicara.

"Aku ke kamar mandi" ujar Gadis itu tanpa menunjukan ekspresi apapun, hal itu membuat Jaejoong bingung. Karena dia tahu, gadis yang dia anggap seperti adiknya itu gadis yang sulit di tebak.

"Ada apa dengannya?" Tanya Jaejoong pada Daniel yang hanya di jawab gelengan pelan. Dia juga tidak mengerti akan apapun.

"Dia hanya mengkhawatirkan mu Jae" ujar Daniel sedikit tidak yakin.

"Tidak ada yang perlu di khawatirkan, aku akan menjaga keluarga ku dengan baik" ujar Yunho membuat senyum tipis Jaejoong berkembang dengan diiringi rona merah muda di pipinya.

"Ya kau benar, adik kecil ku itu tidak perlu mengkhawatirkan ku lagi, aku sudah merepotkan dia dan nona Ahra huft" Ujar Jaejoong yang mengingat bahwa dua hari setelah dia operasi, Ahra bersama keluarga kecilnya datang untuk menjenguknya dan mendoakan yang terbaik.

"Kau tahu? Hal yang paling disukai oleh Elvin adalah 5 Hal, 1 Sembahyang, 2 Menyayangi orang tua nya, 3 Mencintai ku, 4 Mengkoleksi Novel, dan yang terakhir, dia sangat suka di repotkan oleh mu" Ujar Daniel membuat Tawa senang meluncur dari Jaejoong dan Yunho.

Sedangkan Elvin, dia tidak menuju kamar mandi, malah menuju kamar kedua Jung. Setelah mengetuk beberapa ketukan, dia masuk karena pintu tidak terkunci.

"Nona? Ada apa?" Tanya Taekwoon pada Elvin. Elvin diam dan duduk di ranjang besar di kamar tersebut dalam diam. Setelah beberapa detik merasa kedua Jung kecil memperhatikan nya, dia pun mulai berbicara.

"Siapa pria muda yang menyambut kedatangan kita tadi?" Tanya nya yani menuai raut kebingungan dari Jung Junior.

"Ah maid baru, Karam. Karam Park" ujar Changmin yang membuat Elvin langsung memejamkan matanya.

"Jaga Mommy kalian. Aku pergi! Ingat, jaga kedua orang tua kalian! Jangan hanya mengandalkan mereka menjaga kalian, kalian juga mempunyai kewajiban menjaga mereka" Ujar Elvin, sangat aneh karena gadis itu terlihat ketakutan.

"Apa akan ada sesuatu yang buruk Nona?" Tanya Taekwoon yang di mendapatkan jawaban diam dari Elvin.

"Kalian tahu bukan? Aku tidak bisa mengatakan apa-apa atau tataan takdir dan alam tidak akan seimbang" ujar Elvin seraya berdiri dari tempatnya duduk.

"Pesan ku, jangan terlalu mempercayai seseorang. A..aku, aku kasihan terhadap ah lupakan!" Gadis itu malah sedikit berlari dengan high heels nya tanpa takut terjatuh.

"Apa ada hubungannya dengan Karam?" Tanya Changmin pada adiknya.

"Apapun itu, selama ini, Nona selalu memberikan kode halus kepada kita. Kita juga tidak boleh berprasangka buruk, hanya saja, hati-hati juga di perlukan" Ujar Taekwoon membalas ucapan Hyung Nya.

Mereka pun keluar dari kamar, dan menuju ruang tamu. Ketika memasuki ruangan tersebut, mereka bisa melihat tatapan memuja Karam terhadap Ayah mereka serta tatapan memusuhi yang berasal dari Nona mereka. Sedangakn Mommy mereka tidak peka terhadap apapun.

Karam sedang menyiapkan minuman dan makanan, dan tiba-tiba salah satu minuman tidak sengaja di tumpahian kepada Elvin, membuat gadis itu marah.

"Hey apa maksud mu!" Bentak Elvin pada karam yang ketakutan.

"Maafkan aku nona, aku tida sengaja" ujar Karam menunduk.

"Apa? Aku? Sopan sekali" sindir gadis itu.

"Sudahlah El" Ujar Yunho mencoba menengahi.

"Daniel, ayo pulang!" Gadis itu menghiraukan ucapan Yunho dan memilih untuk menyeret Daniel pulang.

'brengsek sekali pria itu' ujar Elvin dalam hati, Daniel mengerti sekarang, apa maksud kekasihnya di rumah sakit tadi.

TBC

A/N: ada yang kangen? Maaf baru bisa up, saya penilaian akhir semester dari senin-kamis, selama dua Minggu. Dan besok ada lomba2 kecil dari sekolah serta pawai. Saya sibuk😂😂😂 *halah sok sibuk*

Btw gimana chap ini? Uhuk berat deh :" doh konflik lagi, ini ada apa seh sebenarnya?:" Saya gemes sendiri😂

Time and True Love 2 (YunJae)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang