Perihal soal jodoh biarlah Tuhan yang tahu, tapi perihal soal cinta kamulah tempat hatiku tertuju.
-Bulan
~~~~
"Udah siap?", tanya cowok berkulit sawo matang dengan rambut ikal pada cewek putih yang cantik dengan rambut hitam panjang terurai yang sudah duduk diboncengan motor.
"Udah kok, ayo berangkat!", jawab cewek itu singkat.
"Pegangan yang erat!! Kalok kagak ntar lo jatuh terus sakit, tapi kalok jatuhnya ke hati gue gak papa sih, malah gue bahagiain hehe", gombal cowok itu sambil menoleh pada cewek yang duduk di boncengan motornya dengan kedipan mata genit.
"Apaan sih lang retceh dehh, ayo berangkat uda telat nih!", perintah cewek itu sambil menunjukkan jam tangan merah ditangannya.
Bergegas cowok itu pun mengendarai motornya untuk pergi ke sekolah.
Kenalin nih, the couple, Bulan Putri Jelita dan cowok yang lagi boncengin Bulan namanya Langit Uta Nanda. Mereka adalah salah satu pasangan yang awet di era kids jaman now. Bagaimana tidak, menjalin kasih sejak kelas dua SMP, mereka belum pernah mengambil komitmen untuk saling berpisah dan melupakan hingga sekarang (fyi, mereka uda kelas 11). Ya walau, hubungan mereka sering banget putus nyambung.
"Lo uda sarapan?", tanya Langit pada Bulan untuk membuka percakapan.
"Uda kok, lo uda?".
"Uda juga".
"Gue kira tadi mau tanya lebih", ucap Bulan sedikit kesal pada Langit.
"Lebih?"
"Maksudnya?
"Tadi katanya tanya lebih?".
"Haduh bukan gitu, hmmm".
"Tahu gak?
"Apa?"
"Gue makin sayang sama lo".
"Hehe makasih Langit".
"Tapi bercanda haha".
"Ihh jahat banget sih lo".
"Cie uda baper duluan, itu hati apa balon neng cepet banget melayangnya?".
"Au ah gelap!".
"Hehe jangan marah, gue serius kok. Gue makin sayang sama lo", ucap Langit sambil memegang tangan Bulan yang menyabuk di pinggangnya.
Kalimat Langit barusan berhasil membuat Bulan diam dengan senyuman lebar.
Pagi yang manis, batin Bulan.
Motor Langit tiba di parkiran sekolah, segera Bulan turun. Setelah dari parkiran, Langit dan Bulan melangkahkan kaki berdampingan menyusuri lorong untuk menuju ke kelas.
Entah takdir Tuhan yang terlalu indah, atau Bulan dan Langit yang terlalu beruntung ya...
Tak hanya merajut kisah kasih sejak SMP, saat SMA ini mereka pun satu sekolah, selain itu mereka juga satu kelas loh. Mungkin inilah yang dibilang Nikmat Tuhanmu mana lagi yang kau dustakan, hehe.Ketidakberuntungan mereka hanya satu, di kelas tidak diperbolehkan duduk sebangku laki-laki dan perempuan, sehingga Bulan dan Langit tidak bisa duduk bersama.
Namun, jika dipikir itu justru lebih baik agar Bulan bisa lebih fokus pada pelajaran tanpa harus selalu salah tingkah ketika Langit mengeluarkan jurus-jurus gombalnya.
"Ya uda gue ke bangku dulu yah, jangan kangen, kalok kangen chatt aja. Oke", ucap Langit sambil menuju bangkunya.
Padahal bangku Langit dan Bulan hanya berjarak tiga langkah. Bulan hanya tertawa kecil mendengar ucapan Langit barusan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Bumi dan Bulan di Langit
Teen FictionTerkadang pertemuan indah tak selalu memberikan kisah yang indah. Seperti layaknya pertemuan antara Bumi dan Bulan di Langit malam. Mereka indah, tapi kisah mereka tak seindah pertemuannya. Bumi selalu setia menunggu kehadiran Bulan, dan Langit sela...