Hatiku telah memilihmu sebagai tujuan, maka apapun kisah rumitnya tak akan ada perpisahan.
Soal penakdiran biarlah jadi rahasia Tuhan, yang terpenting aku dan kamu telah bahagia dalam satu hubungan.
-Bumi dan Bulan di Langit
~~~~
Kringg...
Dering telfon dar Hp Langit yang memaksanya membuka mata.
Asshhh, siapa sih telfon pagi-pagi di hari Minggu gini. Ganggu tidur gue aja, ucap Langit yang meraih telfonnya.
"Halo", ucap Langit pada sang penelefon.
"Cepet bangun dek, terus ke ruang tamu!!", ucap sang penelefon yang ternyata adalah Eta.
"Duh, alay banget sih lo kak!! Sono sini aja pake telfon. Ada apaan sih?", jawab Langit dengan kesal pada Eta.
"Banyak omong lo dek. Cepet bangun terus ke ruang tamu!!", bentak Eta.
"Ogah ah kak, gue mau tidur lagi aja!!", balas Langit membentak kakaknya lalu langsung menutup telfonnya.
Langit meletakkan telfonnya kembali di meja samping kasurnya. Ia merangkul gulingnya dan kembali memejamkan matanya.
Kringgg..
Dering telfon Langit lagi, lalu ia mengangkatnya.
"Dek sumpah kalok lo gak ke ruang tamu bakal nyesel dunia akhirat!!", ucap Eta dengan suara menggebu-gebu.
"Sumpah ya lu kak, alay lu gak ketulungan!! Ogah gue, guling gue terlalu sayang buat ditinggalin", ucap Langit yang menutup telfonnya lagi. Langit pun melanjutkan tidurnya.
Kringgggg ....
Telfon Langit berdering lagi untuk ketigakalinya, padahal baru saja ia hanyut dalam ruang mimpi.Haduh dasar resek! Gue maki baru tau rasa!!, ucap Langit dengan sangat kesal.
"Woy kak, gue mau tidur!! Jangan ganggu mulu. Lo itu resek banget sih!!. Gue pecat jadi kakak juga lo!!", ucap Langit dengan suara nada tinggi.
"Astaghfirullah Langit!! Ini mama", jawab mama dengan kaget.
"Ohh mama, maaf ma Langit kira kak Eta. Habis kak Eta resek, Langit ngantuk pingin tidur diganggu mulu", balas Langit dengan suara merasa bersalah.
"Kamu itu, Eta nyuruh kamu ke ruang tamu soalnya memang ada hal yang penting!!. Cepet keluar kamar!!", perintah mama.
"Ada apa sih ma??", ucap Langit sambil menguap.
"Udahh jangan banyak tanya!!", jawab mama yang langsung menutup telfonnya.
Keluarga gue habis ditamuin sama demit mana sih??, kok pada aneh bin ajaib gini?? ucap Langit yang beranjak dari tempat tidurnya.
Langit lalu melihat jam yang ada di kamarnya, 08.00, masih pagi banget juga, awas aja!! kalok gak penting gue coret dari KK nih keluarga!!, ucap Langit dengan kesal.
"Ada apaan sih ganggu aja??", ucap Langit yang sudah berada di ruang tamu dengan mata yang masih lengket.
"Ih dek jorok banget sih lo, belek lo semangkok tuh. Bersihin sono!!", ucap Eta pada Langit.
"Habis ini gue makan pake kuah", jawab Langit dengan mengucek kedua matanya lalu membuka matanya lebar-lebar.
Langit terkejut melihat sosok yang ada di samping Eta. Ia usap mukanya dan membersihkan sisa liur yang membekas di ujung bibirnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Bumi dan Bulan di Langit
Teen FictionTerkadang pertemuan indah tak selalu memberikan kisah yang indah. Seperti layaknya pertemuan antara Bumi dan Bulan di Langit malam. Mereka indah, tapi kisah mereka tak seindah pertemuannya. Bumi selalu setia menunggu kehadiran Bulan, dan Langit sela...