Bukan perpisahan yang aku takutkan, tetapi pertemuan yang terulang ketika kita telah berhubungan.
~Bulan
Aku mundur, sementara, karena perasaan cinta dalam hati tidak mau terus tersakiti.
~Ardi.
~~~~
*Pas H ke-2
Ardi parkir mobilnya di depan rumah Bulan lalu mengetuk pintu rumah Bulan.
Ardi melirik jam tangannya sebentar, 06.00, masih pagi, pikirnya.
"Eh nak Ardi", ucap mama Bulan yang membuka pintu rumah.
"Iya tante", jawab Ardi sambil mencium tangan mama Bulan. "Bulannya mana ya tante?", lanjut Ardi tanpa basa basi pada mama Bulan.
"Kamu telat nak. Bulan sudah berangkat dari jam setengah enam tadi", jawab mama Bulan pada Ardi.
"Apa tante uda berangkat?", tanya Ardi dengan ekspresi terkejut.
"Iya nak, katanya jadwal ulangannya diubah. Masuk lebih pagi?", jawab mama Bulan menjelaskan pada Ardi.
"Diubah? Enggak kok tante. Jadwal masuknya tetep", balas Ardi.
"Wahh tante gak tau Ardi", ucap mama Bulan.
"Ya uda tante saya juga langsung berangkat aja. Takut telat", jawab Ardi yang langsung menyalami tangan mama Bulan.
"Oh iya udah, hati-hati di jalan ya", balas mama Bulan dengan tersenyum ramah pada Ardi.
Niat banget lo mau jauhin gue, batin Ardi yang langsung menyetir mobilnya meninggalkan rumah Bulan.
Ardi menyetir mobilnya agak pelan dengan harapan akan berpapasan dengan Bulan.
Tin!! Tin!!
Suara klakson motor yang terus dibunyikan tanda untuk menyuruh Ardi lebih menambah kecepatan. Ardi tidak menghiraukan suara klakson itu dan tetap melajukan mobilnya pada kecepatan rendah. Pada saat diujung jalan, lampu merah menyala, Ardi lalu memberhentikan mobilnya.Dug,,..
Suara kendaraan di belakang yang menabrak bemper belakang mobil Ardi.
Sial!!, gumam Ardi yang kesal dan meminggirkan mobilnya ke tepi jalan lalu langsung keluar dari mobilnya untuk menghampiri kendaraan yang menabraknya."Pinggirin motor lo!", perintah Ardi pada seseorang yang memakai helm dan jaket hitam, serta celana panjang hitam dengan slayer yang menutupi sebagian wajahnya sehingga tidak terlihat.
Seseorang itu lalu mengikuti perintah Ardi dan meminggirkan motornya. Setelah itu, ia turun dari motornya dan langsung membuka slayer dan helmya, dan ternyata dia adalah seorang cewek.
Ardi yang baru mengetahui bahwa seseorang yang mengendarai motor itu adalah cewek langsung merasa tidak enak karena telah berkata dengan suara bernada tinggi.
"Apa??!! Lo mau nyalahin gue?", tanya cewek itu yang langsung nyolot pada Ardi.
"Loh kok lo nyolot sih?", jawab Ardi yang terkejut melihat tingkah cewek itu.
"Ya iyalah gue nyolot! Orang lo yang salah. Jelas-jelas lo nyetir uda kayak orang baru belajar bawa mobil gitu! Gue lagi buru-buru tau!", ucap cewek itu menggebu-gebu pada Ardi.
"Lo juga salah. Lo uda nabrak bemper belakang mobil gue", ucap Ardi yang tidak mau terpancing emosi.
"Kalok lo nyetirnya lebih cepet dikit tadi, gue pasti gak akan nabrak bemper mobil lo tau!!", jawab cewek itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Bumi dan Bulan di Langit
Teen FictionTerkadang pertemuan indah tak selalu memberikan kisah yang indah. Seperti layaknya pertemuan antara Bumi dan Bulan di Langit malam. Mereka indah, tapi kisah mereka tak seindah pertemuannya. Bumi selalu setia menunggu kehadiran Bulan, dan Langit sela...