BBL - 4

80 14 4
                                    

Aku memang telah mengkhianati, tapi aku mohon jangan pergi. Ijinkan aku memperbaiki, akan aku obati hati yang telah terlukai.

-Bulan

Aku memikirkanmu tiada henti, ingin tahu keadaanmu saat ini, tapi mengapa kamu tak bisa mengerti?

-Langit

Maafkan aku yang telah menyakiti, perasaanku yang terlalu dalam membuatku ingin memiliki. Namun, aku lupa bahwa kamu juga berhak untuk memilih.

-Ardi

~~~~

16.00, seminar telah usai. Ardi dan Bulan melangkahkan kaki menyusuri gedung yang digunakan seminar tadi untuk menuju pintu keluar.

"Lo gak usah anterin gue pulang!", ucap Bulan ketus pada Ardi.

"Tapi gue mau.........", jawab Ardi yang terpotong.

"Gue duluan ya", Bulan langsung berlari meninggalkan Ardi.

Bulan melangkahkan kakinya agak pelan ketika melihat Ardi tidak mengejarnya dan sudah jauh.

Asshhhhh, kenapa harus hujan??, gumam Bulan pada saat sampai di lobby gedung. Hujan yang sangat deras membuatnya mengurungkan niat memesan ojek online.

"Keliatannya takdir lagi di pihak gue", ucap Ardi yang tiba-tiba di samping Bulan. "Lo yakin gak mau gue anter pulang?", lanjut Ardi.

"Gak, gue mau pesen ojek online aja", jawab Bulan dengan masih nada ketus.

"Ohh gitu, okee gue duluan ya", balas Ardi yang langsung menggunakan tasnya sebagai payung dan berlari meninggalkan Bulan.

Loh, kok Ardi beneran pergi sih??, ucap Bulan dalam hati dengan kesal.

Bulan mengeluarkan Hpnya untuk memesan ojek online, tapi Bulan semakin kesal ketika melihat Hpnya yang ternyata mati, dan ia tidak membawa charger atau power bank.

Dasar Hp gak tau kondisi, pas gue butuhin malah mati!! Terus gue pulang gimana Hp?? Gue banting juga lo!!, ucap Bulan pada Hpnya sambil berposisi akan membanting Hpnya.

"Hpnya gak salah neng, jangan dibanting!", ucap cowok yang membuat Bulan langsung menoleh.

"Ardi?", ucap Bulan ketika melihat Ardi yang telah berdiri 5 langkah di depannya dengan membawa payung berwarna kuning cerah.

"Gue bilang apa? Takdir lagi mihak gue saat ini", ucap Ardi sambil menghampiri Bulan.

Bulan hanya terdiam ketika Ardi mengucapkan kata-kata barusan.

"Kenapa Hp lo?", tanya Ardi yang langsung menyaut Hp Bulan.

"Ehhhh. Hmmm mati", jawab Bulan terkejut.

"Ya uda nih Hp lo, gue di mobil ada PB, ntar lo pake aja!. Hmm Yuk gue anter pulang?", ucap Ardi pada Bulan.

"Ogah!!, mending gue nunggu sampek malem dari pada di anter lo", jawab Bulan karena menjaga imagenya.

"Ya uda moga ucapan lo terkabul. Aamiin", balas Ardi sambil berbalik dari hadapan Bulan.

"Ehh Ardi tunggu!!", ucap Bulan ketika melihat Ardi telah berjalan beberapa langkah darinya. "Hmm oke deh gue mau", lanjut Bulan ketika Ardi telah menoleh padanya.

Ardi tersenyum lebar sehingga menunjukkan lesung pipitnya. "Yuk?", ucap Ardi pada Bulan sambil mempayunginya.

Bulan tidak menjawab apapun pada Ardi, Bulan hanya terdiam dengan wajah yang datar karena merasa malu pada Ardi.

Bumi dan Bulan di LangitTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang