BBL - 3

91 14 4
                                    

Maafkan jika rasa cintaku terbagi, bukan karena kamu tak pantas untuk menyandingi, hanya saja dia yang baru telah berhasil memikat hati.

-Bulan

Aku mencintaimu dengan penuh perasaan, sehingga aku belajar apa yang dinamakan kesetiaan.

-Langit

~~~~

"Eh Bul, lo dicari wakasek tuh", ucap Dito pada Bulan, teman kelasnya pada saat istirahat.

"Gue?", tanya Bulan sambil menunjuk dirinya sendiri.

"Iya, uda cepet sonoh", jawab Dito.

"Ya uda makasih ya infonya", balas Bulan dan langsung berlari meninggalkan kelas untuk menuju ke ruang wakasek.

"Assalamualaikum pak, permisi", ucap Bulan yang masuk ke ruang wakasek.

"Oh kamu nak Bulan, silahkan masuk. Duduk sini!", perintah Pak Jamal, wakasek SMA Kartika.

Bulan mengangguk dan langsung duduk di kursi yang ditunjuk Pak Jamal, "Ada apa ya pak?, kata temen saya, bapak panggil saya?", tanya Bulan pada Pak Jamal.

"Iya saya panggil kamu, bapak ada perlu", jawab Pak Jamal sambil mengeluarkan selembaran kertas dan memberikannya pada Bulan.

"Undangan seminar?", tanya Bulan sambil menatap Pak Jamal dengan ekspresi tak paham.

"Iya nak, bapak mengirim kamu untuk mengikuti seminar mewakili sekolah kita, sebenarnya yang berangkat adalah siswa kelas IPA 1, tetapi dia berhalangan", ucap Pak Jamal menjelaskan pada Bulan.

"Kenapa harus saya pak?", tanya Bulan.

"Karena kamu adalah salah satu murid yang berprestasi di sekolah ini nak", jawab Pak Jamal.

Bulan memang adalah salah satu murid yang berprestasi di SMA Kartika, banyak lomba yang telah ia menangkan selama kelas 10. Selain itu, nilai Bulan juga selalu stabil setahun belakangan ini. Hal itulah yang membuatnya terkenal di kalangan guru-guru sebagai siswi yang pintar. Sebenarnya Bulan sudah dianjurkan pindah ke kelas IPA 1 oleh wali kelasnya karena pintar, pada saat penerimaan rapot kelas 10. Namun, Bulan menolaknya dengan alasan telah nyaman dengan kelas IPA 3, padahal sesungguhnya ia tak mau berpisah dengan Langit dan sahabatnya alaynya, Nada.

"Begitu ya pak, kapan saya berangkat untuk seminar ini pak?", tanya Bulan.

"Setelah istirahat ini kamu berangkat nak", jawab Pak Jamal.

"Hah??, Berarti sebentar lagi pak? Saya sendirian?", tanya Bulan lagi dengan ekspresi terkejut.

"Assalamualaikum, permisi pak", ucap siswa yang langsung masuk menemui Pak Jamal.

Mata Bulan terbelalak melihat siswa yang masuk ke ruangan Pak Jamal itu. Rasanya, sekarang dia ingin berlari sejauh mungkin meninggalkan ruang wakasek.

"Kamu pasti Ardi ya?", tanya Pak Jamal pada siswa yang baru masuk itu.

Ardi mengangguk pelan.

"Nah Bulan, nak Ardi akan menemani kamu untuk seminar itu", ucap Pak Jamal yang langsung membuat Bulan menatap Pak Jamal dengan mata terbelalak tak percaya.

"Apa? Sama dia pak?", tanya Bulan pada Pak Jamal dengan mata yang masih belum berkedip.

"Iya nak".

"Kok saya sama dia pak? Bukannya Ardi ini siswa baru pak?", tanya Bulan pada Pak Jamal dengan menunjuk Ardi.

"Iya memang Ardi ini siswa baru, tapi berdasarkan catatan di sekolah lamanya, dia merupakan siswa yang berprestasi dan aktif dalam kegiatan lomba-lomba sekolah. Sama seperti kamu. Jadi bapak menyuruhnya untuk ikut seminar dengan kamu nak." Jawab Pak Jamal pada Bulan.

Bumi dan Bulan di LangitTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang