• Jungleland part 2

34 14 0
                                        

Akhirnya Lea dan Aya sampai di toilet, "ah... Akhirnya"

Aya pun merasa heran dengan sikap Lea, "lah kenapa dah lo aneh banget?"

Lea pun langsung mencari alasan "Gue..gue ga papa kok, gue lega aja udah ada di toilet jadi bisa cepet-cepet cari air softlens gue."

"Oke,, yaudah cari gih cepetan."

"Iya,,iya,,iya" Lea pun langsung mencari. "Lo juga bantuin dong!"

"Males" Aya langsung melirik ke Lea, lalu ia menyipitkan matanya "emang bener ketinggalan? Gue sih ga yakin."

Lalu Lea menyengir, "hehe,, iya gak ketinggalan."

"Lo gimana sih, katanya mau minta maaf sama Devan. Tapi apa, Lo Sekarang malah ngehindar gitu."

"Iya iya, tapi gue kaya ngerasa malu aja, ya..."

"Oke. Sekarang kita keluar, abis itu lo langsung minta maaf sama Devan." Aya langsung menarik tangan Lea dan berjalan keluar toilet.

"Sakit ya tangan gue. Lepasin," Lea meringis kesakitan karena tangan nya di tarik Aya. "Aya lepasin." Lea menghempaskan tangan Aya begitu saja.

Aya pun langsung menatap Lea "Apa? lo mau dibilang pengecut, Karna lo gak mau minta maaf."

"Bukannya gue gak mau minta maaf, tapi gue malu aja sama diri gue sendiri dengan segampang itu minta maaf ke Devan. Sedangkan dia udah gue sakitin hatinya dengan kata-kata bodoh gue."

"Trus Lo gak mau minta maaf ke-" ucapan Aya terpotong Karena ia melihat seseorang. "Hai! Lo ngapain ke sini Van?"

Muka Lea menjadi tegang karena mendengar suara Devan.
"Gue nyari Lea, lagi ada perlu. Boleh gue pinjem Lea nya sebentar?"

"Oh oke, kalo gitu gue duluan yah." Aya langsung meninggalkan Devan dan Lea.

Setelah kepergian Aya, Devan dan Lea hanya saling memandang, hingga sampai akhirnya Devan pun memberanikan dirinya untuk bersuara "Lea gue boleh ngomong sama lo gak?" Lea hanya mengangguk. "Oke. Ayo Lo ikut gue." Devan langsung menarik tangan Lea dan membawanya ke suatu tempat.

"Oke. Lea gue mau minta maaf sama lo soal kemarin"

Lea pun menatap Devan dengan heran, "loh kok jadi lo yang minta maaf? Kan seharusnya gue, karna kan gue yang udah gak tau terimakasih sama lo."

"Tapi gue juga seharusnya mikir kalo gue gak pantes ngomong gitu ke elo."Devan menggenggam tangan Lea "jadi maafin gue yah, plisss!!"

"Gak gue gak bisa maafin lo." Lea melepaskan genggaman tangan nya.

"Kenapa?"

"Yah Karna lo gak salah" lalu Lea memegang kedua bahu Devan dan tersenyum, "kalo gitu kita lupain aja soal kemarin. Oke?"

"Oke" Devan tersenyum.

          ×°×°×°×°×°×°

"Hai..." Lea melambaikan tangannya ke arah sahabat-sahabatnya.

"Udah baekan nih??" Tanya Sandra dan hanya di balas senyuman oleh Lea.

"Yaudah kalo gitu kita cabut dulu yah. Ayo gas,Vin" ajak Devan.

"Tunggu! Kenapa kalian gak main bareng sama kita aja??" Aya bertanya.

"Emang ga papa?" Tanya Kevin, lalu ia pun menatap Lea dan manyoel dagunya.

Lea langsung menepis tangan Kevin "Apaan si lo." Lalu Lea menatap Devan yang sedari tadi menatapnya "why not?"

Kevin langsung menggenggam tangan Lea, "come on"

LEANDRACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang