About Him -1-

13 1 0
                                    

Disya Pramesti gadis yang ceria, cerdas, dan selalu mendapatkan keberuntungan. Namun keberuntungan itu tidak dalam kisah percintaannya. Dia baru saja putus dari kapten basket, Dion memang dia sih yang memutuskannya.

Karena ada seseorang bertahta dihatinya satu bulan belakangan ini dia sedang PDKTan dengan teman satu sekolahnya.

"Lo udah putus, sama Dion, Dis?" Disya mengangguk mengiyakan pertanyaan sahabat dari kecilnya itu.

"Iya, gue rasa hati gue udah ada nama lain selain Dion deh" jawabannya sambil senyam senyum.

Hati Davin berdetak dua kali lebih cepat "siapa?" Tanyanya penasaran.

"Kepo lo nyet?" Disya mengetok kepala Davin. "Sakit bego!!! Siapa dong Dis lo gak akan kasih tau sama sahabat lo sendiri"

"Tapi lo jangan kaya waktu gue sama Dion lo over protektif ya?" Disya memasang wajah puppy nya supaya Davin bisa mengiyakan. Davin mana bisa menolak wajah lucu sahabatnya lantas Davin mengangguk.

"Gue lagi PDKT sama Rizky lo tau kan?" Davin menutupi wajah terkejutnya.

"Oh Rizky yang satu ekskul sama gue?"

Disya mengangguk semangat. "Iya dia tuh ternyata baik Vin, gue ga tau dia tuh futsal sama kaya lo. Eh eh Vin kalo lo kumpul gue ikut ya"

"Iya bawel berisik lo, tuh udah ada guru" Disya tersenyum senang menarik kedua pipi sahabat nya.

"Makasih onyet lo sahabat terbaik gue"

'Gue kira lo sadar gue cinta sama lo Dis' batin Davin. Tapi ia pun tersenyum karena melihat sahabatnya tersenyum.

***

"Yuk balik" ajak Davin menarik lembut tangan Disya.

"Yuk" Disya berjalan sesekali melompat ceria sambil bercerita pada Davin.

Tapi saat sampai diparkiran senyumnya luntur melihat Rizky sedang mau pulang bersama kaka kelasnya.

Davin melihat ke arah yang dilihat Disya rahangnya mengeras marah. Davin melangkah maju untuk menghabisi Rizky. Namun belum juga melangkah Disya sudah mencegahnya.

"Eh eh Vin ayo kita pulang" Disya mengahalangi Davin.

"Setelah gue ngehabisin Rizky baru kita pulang" terlihat jelas Davin sedang marah.

"Vin jangan" Davin menatap Disya yang menggelengkan kepalanya pelan.

"Dia nyakitin lo Dis"

Disya kembali tersenyum "kata siapa Vin kan gue belum jadi apa apanya dia" Disya terkekeh membuat Davin lega.

"Yaudah yu pulang" Davin menarik kembali tangan Disya. Berjalan menuju motornya terparkir, memakaikan Disya helm dan membantunya naik keboncengan motornya yang tinggi.

Setelah sampai dirumah Davin, Davin membantu Disya turun.

"Vin gue pingin balik ke rumah bukan kerumah lo" sungut Disya sambil Davin membantu melepaskan helm yang dipakai Disya.

Davin terkekeh "ih, mama gue pingin ketemu lo Dis ga kasihan sama mama gue? Rumah kita kehalangan 5 rumah Dis. Lagian gue mau ketemu sama bunda lo gue mau main kerumah lo nanti"

"Oh gitu yaudah yuk masuk" Disya berjalan masuk kerumah Davin. Tanpa aba aba Disya membuka pintu dan masuk kedalamnya

"Assalamu'alaikum ma, mama ini Disya kangen juga sama mama." Tapi tak ada sahutan Disya membalikan badannya melihat Davin terkekeh geli melihat Disya teriak teriak.

"Eh Disya mama kangen sama kamu, kamu kenapa jarang tidur lagi disini?" Elis (mama Davin) memeluk Disya.

"Iya ma, bunda lagi sering sendirian ayah suka pergi pergian karena kerjaan dan ka Olive kan udah nikah ma jadi dibawa suaminya ke Bali" jawab Disya

[CS1] About HimTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang